Bertemu Dubes AS, Mahfud MD Sebut Jurnalis AS Akan Dideportasi

kataSAPA.com
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan akan mendeportasi jurnalis asal Amerika Philip Jacobson. Hal tersebut disampaikan oleh Mahfud setelah bertemu dengan Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (24/1/2020) sore. Mahfud mengatakan akan menghubungi Polri dan Kementerian Hukum dan HAM secepatnya untuk rencana deportasi tersebut. "Tadi dibicarakan juga karena dia datang ke Indonesia dengan visa kunjungan kemudian ternyata melakukan kegiatan kewartawanan menulis berita. Di situ sudah ada bukti-buktinya, lalu ditahan. Ya itu fakta, hukum Indonesia begitu, tapi kita usahakan agar segera dideportasi saja," jelas Mahfud di Jakarta, Jumat (24/1/2020). Kendati demikian, Mahfud menyebut deportasi tersebut akan dilakukan jika tidak ditemukan kejahatan-kejahatan lain yang dilakukan oleh Philip Jacobson, misalnya kegiatan spionase (mata-mata) dan kejahatan narkoba. Sementara itu, Duta Besar Donovan tidak berkomentar banyak soal penyelesaian kasus Philip Jacobson. Menurutnya, pemerintah Amerika akan menyelesaikan kasus ini melalui saluran-saluran yang ada. "Pentingnya bagi kita untuk menangani masalah seperti itu melalui channel-channel yang semestinya," tutur Donovan. Philip Jacobson ditahan dan dikenai tuduhan melakukan tindak pidana karena dugaan pelanggaran visa. Philip Jacobson ditahan di Rumah Tahanan Palangkaraya atas dugaan pelanggaran visa oleh Imigrasi Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Selasa, 21 Januari 2020. Dia diduga melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Imigrasi dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. Philip sebelumnya telah menjadi tahanan kota selama satu bulan. Dia ditahan pada 17 Desember 2019 selepas mendatangi acara dengar pendapat antara DPRD Kalimantan Tengah dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Penahanan dan pemidanaan terhadap Jacobson mendapat kecaman dari Komite Keselamatan Jurnalis. Juru bicara Komite Keselamatan Jurnalis, sekaligus Direktur LBH Pers, Ade Wahyudin menilai tindakan Imigrasi berlebihan dan mencoreng demokrasi di Indonesia. "Tindakan Philip yang mengikuti rangkaian kegiatan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) termasuk menghadiri audiensi DPRD merupakan bentuk aktivitas yang masih sesuai dengan norma-norma hukum yang berlaku," jelas Ade Wahyudin. Menurutnya, tindakan tersebut juga membangkitkan kecurigaan terhadap motif pemerintah, "Jangan sampai ada dugaan penahanan itu adalah refleksi sikap antikritik dan sensitivitas yang berlebihan atas laporan-laporan investigasi lingkungan yang diterbitkan Philip Jacobson di Mongabay," tandasnya. Apalagi, katanya, jika penahan itu karena melihat posisi Philip sebagai editor Mongabay yang medianya aktif menyoroti isu permasalahan lingkungan yang salah satunya terjadi di Indonesia. "Beberapa berita yang pernah dimuat di Mongabay di antaranya adalah kerusakan hutan dan lingkungan di Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sejumlah wilayah lain. Selain itu, Mongabay juga menyoroti konflik lahan antara masyarakat adat dan sejumlah perusahaan serta antara masyarakat adat dan pemerintah," imbuhnya. Ade mendorong Kantor Imigrasi Palangkaraya segera melepaskan dan membebaskan Philip Jacobson dari jerat pidana. [sm/lt]
katasapa.com

Menanti Duet Pogba dan Fernandes di Manchester United

katasapa.com

Conte Sebut Lautaro Martinez Tak Tergoda dengan Barcelona

katasapa.com

Christian Vieri: Inter Milan Jangan Lupakan Jasa Spalletti

katasapa.com

Pulih Cedera, Zidane Tak Mau Buru-Buru Mainkan Hazard

katasapa.com

Semifinal Piala Gubernur Jatim Tanpa Penonton, Finalnya Bagaimana?

katasapa.com

Resep Jitu Garuda Select Saat Hadapi Pemain Berpostur Besar

katasapa.com

Hasil Juventus vs Brescia: Gol ke-150 Paulo Dybala

katasapa.com

Hasil Aston Villa vs Tottenham: Rekor Son Harumkan Nama Asia

katasapa.com

Hasil Koeln vs Bayern Muenchen: Leipzig Cuma Numpang Lewat di Puncak

katasapa.com

Christian Eriksen Masih Harus Berjuang demi Tempat Utama

katasapa.com

Gol Indah Eks Pemain Manchester United Benamkan Klub Witan Sulaiman

katasapa.com

11 Gosip Transfer Hari Ini: Strategi Juve Pulangkan Pogba, Duo Manchester Siap-siap Ganti Nakhoda

katasapa.com

Mobil Wuling Terbakar Bermula dari AC, Padahal Masih Baru

katasapa.com

Sambut Hari Kasih Sayang, DAM Ajak Pengguna Honda BeAT Series Nonton Bareng dan Keliling Kota Bandung

katasapa.com

Giliran DPP PPP Berikan Rekomendasi ke Pasangan Adnan-Kio

katasapa.com

Taufan Pawe Tantang PGMI Berkontribusi Majukan Parepare

katasapa.com

Kapolres Parepare Tanggapi Dugaan Penipuan Modus Investasi

katasapa.com

Merangkul Pinggang Cewek Saat Siaran, Hotman Paris Show Disanksi KPI

katasapa.com

Pengakuan Para Korban Pelecehan Makin Banyak, Dedy Susanto Ajak Revina Bertarung di Pengadilan

katasapa.com

Syahrini Jadi Bulan-bulanan Gegara Dituding Sindir Luna Maya, Rio Motret Akhirnya Turun Tangan

katasapa.com

Pilwalkot Tangsel, Gerindra Sudah Bersiap: Putri KH Ma’ruf Amin Kami Nilai Paling Serius

katasapa.com

Puluhan Ribu Warga Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Barru

katasapa.com

Chat Mesum Diumar Revina VT, Dedy Susanto: Sudah Kebangetan Fitnahnya

katasapa.com

Hotman Paris Tak Percaya Dua Gerakan di Video Ini yang Bikin Tayangannya Disemprot KPI

katasapa.com

Jamride, Transportasi Online Pertama di Penajam Pasar Utara

katasapa.com

Hasilkan Empat Rekomendasi, Pertemuan IIFP Resmi ke-4 Ditutup

katasapa.com

Kereta Api Belum Ada, Jembatan dan Terowongan Sudah Tersedia

katasapa.com

25 Prajurit TNI AU Selesaikan Misi di Natuna, Istri: Alhamdulillah

katasapa.com

Liverpool Akan Kunci Gelar Tercepat di Eropa, Liga Lain?

katasapa.com

Horee, Pemkot Madiun Buka 25 Kelas Pelatihan Keterampilan