Heboh! Penampakan Cahaya Dikira Hantu Kuyang

kataSAPA.com

CEMPAKA--Warga Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), heboh membahas penampakan cahaya misterius berwarna biru kehijauan yang mengeluarkan percikan layaknya kembang api, yang diduga hantu kuyang. Cahaya itu berhenti di sebuah pohon belakang gedung walet di desa tersebut, Kamis (20/6).

Sejumlah warga menduga cahaya itu komet atau bintang jatuh. Namun, berbagai spekulasi bermunculan mengenai penampakan cahaya itu. Bahkan, ada yang mengaitkannya dengan kemunculan makhluk gaib, kuyang. Kejadian itu viral di media sosial (medsos).

Tadi malam kejadiannya begitu cepat. Dari rumah saya, anak-anak pengajian keluar dengan ramainya ingin melihat sosok cahaya terang itu, ujar Herdy, 30, Selasa (25/6).

Menurut Herdy, berdasarkan cerita warga, cahaya misterius itu melintas dari seberang, kemudian berbelok menuju belakang gedung walet dan berhenti di sebuah pohon yang tinggi di belakang gedung tersebut. Menurut Herdy, di lokasi itu ada kuburan pribadi.

Setelah berhenti di sebuah pohon belakang gedung walet, cahaya itu masih menyala. Warga yang duduk di depan rumah menyaksikannya, kata Herdy yang mengetahui kejadian itu setelah warga ramai-ramai membawa senter untuk melihat cahaya tersebut.

Dia mengaku ikut keluar rumah. Termasuk murid pengajiannya yang jumlahnya sekitar 70 orang, ikut berhamburan keluar rumah. Mereka ingin melihat penampakan cahaya misterius itu.

Saya cuma ikut mencari, apakah benar-benar ada sosok cahaya biru kehijauan yang memercikan api seperti yang dimaksudkan mereka. Saya juga penasaran, tapi gak sempat lihat, kata Herdy.

Menurut Herdy, sejumlah warga meyakini cahaya misterius itu merupakan kuyang alias makhluk gaib. Apalagi tak jauh dari tempat kejadian ada ibu-ibu yang memang mau melahirkan. Kuyang diyakini sebagai makhluk yang terbang dan mencari darah bayi atau darah wanita setelah melahirkan.

Kata warga sih, kalau ada orang mau melahirkan, tidak menutup kemungkinan makhluk (kuyang, Red) tersebut memang benar adanya. Sayangnya tadi malam saya tidak melihat jelas, kata Herdy.

Herdy mengaku bersama warga mencari penampakan cahaya misterius itu di sekitar pohon area kuburan. Ada warga yang menyebut cahaya itu berhenti dan singgah di lokasi tersebut.

Pencarian sosok misterius itu tidak membuahkan hasil. Herdy dan warga lainnya memilih pulang. Namun, sekitar pukul 02.00 kemarin, warga kembali ramai dan keluar rumah. Namun, dia mengaku tak mengetahui penyebabnya karena tak ikut keluar.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, Nur Setiawan memastikan, penampakan cahaya misterius itu bukan meteor. Sebab, jika meteor, maka benda itu akan terdeteksi.

Setiawan memaklumi penampakan cahaya tersebut selalu diasumsikan warga sebagai penampakan sosok misterius. Sudah jadi mitos di mana-mana, katanya.

Setiawan mencontohkan, salah satu fenomena biasa yang sering dianggap lesatan cahaya misterius, fenomena benda putih yang bergerak dikenal dengan jejak kondensasi pesawat terbang atau disebut condensation trail (contrail) yang bisa terjadi kapan saja.

Hanya saja, jika terjadi malam hari, lesatan itu tidak akan terlihat. Pada siang, jejak kondensasi mirip awan putih berbentuk lurus dan panjang. (jp)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Berdaya dari Pekarangan

katasapa.com

Unicef Peringatkan Risiko Pembukaan Sekolah Era New Normal Indonesia

katasapa.com

Nekat Manipulasi Data PPDB, Calon Siswa Baru SMA Sukoharjo Siap-Siap Dicoret

katasapa.com

Inspiratif! Ada Rumah Belajar Online Gratis Untuk Siswa di Slogohimo Wonogiri

katasapa.com

Ratusan Kasus, Klaster-Klaster Baru Covid-19 Bermunculan di Semarang

katasapa.com

Alih-Alih New Normal, Kasus Positif Covid-19 di Salatiga Tambah Lagi

katasapa.com

New Normal, Pemkab Klaten Siapkan 3 Skenario Sif Siswa Masuk Sekolah

katasapa.com

Giliran 300 Warga Gemolong Sragen Diuji Rapid Test, Bagaimana Hasilnya?

katasapa.com

Gedung Putih Dikepung Demonstrasi, Donald Trump Ancam Kerahkan Militer

katasapa.com

Achmad Purnomo Mundur Dari Bursa Cawali Pilkada Solo 2020, Peluang Gibran Kian Besar?

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 3 Juni 1839, Perang Opium I Meletus

katasapa.com

Gadis Indigo Sampaikan Pesan Ratu Kidul Buat Kawula Muda

katasapa.com

Alex Prabu Pertanyakan Urgensi Rencana Dindik Kota Tangsel Menerapkan New Normal Saat Pandemi Covid-19 Belum Aman

katasapa.com

Pemkot Tangerang Selatan adalah Pelaku Kejahatan Lingkungan Hidup dan Pengabaian Kemanusiaan

katasapa.com

Sarat Muatan Politik, Fraksi PSI Tolak Pembentukan Pansus Covid-19 di DPRD Surabaya

katasapa.com

Pengedar Narkoba Jaringan Internasional di Tanjungbalai Tewas Didor, 35 Kg Sabu Disita

katasapa.com

Ruslan Buton Sebut Penetapan Tersangka Atas Dirinya Adalah Cacat Hukum, Ini Alasannya..

katasapa.com

Tahun Ini, 8328 Calon Jamaah Haji Asal Sumut Batal Berangkat ke Tanah Suci

katasapa.com

Kantongi SK Kemenhumkam, Gelora Indonesia Resmi Jadi Partai Politik

katasapa.com

Evaluasi Penanganan COVID-19, Petugas Siapkan 600 Mobil Rapid Tes Ditempat Keramaian

katasapa.com

Ade Armando: Saya Tidak Akan Minta Maaf kepada Din Syamduddin

katasapa.com

Pertama dalam 34 Tahun, MotoGP Jepang Ditiadakan

katasapa.com

Saul Niguez Segera Umumkan Klub Barunya

katasapa.com

Menaker: Pekerja yang Terkena PHK Direkrut Kembali

katasapa.com

Dandim Takalar Bawa Kedua Orang Tua Babil Berobat di RS Pelamonia Makassar

katasapa.com

Pernah Jadi Kekasih Rinni Wulandari, Anji Tegaskan Tak Suka Lagu ‘Aku Bukan Boneka’

katasapa.com

Niat Lerai Perseteruan Satu Keluarga di Toba, Aiptu Manahan Malah Dibacok

katasapa.com

Kemendes Larang Penyaluran BLT dengan Sistem Rapel

katasapa.com

Terima Dua Peserta Program Indonesia Mengaji, Edy Rahmayadi : Sumut Gudangnya Qori-Qoriah

katasapa.com

Tekan Covid-19 di Surabaya, Masalkan Kampung Wani di Semua RW

katasapa.com

Melihat Kampung Tangguh RW II, Sememi, Melawan Covid-19