Lokasi Karam Kapal Titanic Kini Jadi Objek Wisata Umum, Harganya Selangit

kataSAPA.com

Washington - Para penggemar sejarah dari kalangan masyarakat sipil --yang bukan peneliti-- mungkin kini bisa berbahagia ketika mendengar kabar bahwa lokasi tenggelamnya RMS Titanic kini dibuka untuk umum.

Siapa saja yang ingin melihat langsung bangkai kapal bersejarah tersebut dan merasakan pengalaman menyelam sedalam 13.000 kaki atau 3.962 meter di bawah permukaan laut, selama 10 hari, di lepas pantai Newfoundland, harus merogoh kocek sebesar US$ 100.000 per orang atau setara dengan Rp 1,4 miliar (US$ 1 = Rp 14.142).

Pada musim panas tahun ini, sejumlah perjalanan eksklusif itu telah dipesan melalui OceanGate,sebuah perusahaan swasta berbasis di Negara Bagian Washington, AS, yang menyediakan asetbawah lautuntuk komersial, penelitian dan militer.

Setelah menabrak gunung es dalam pelayaran perdananya dari Southampton ke Kota New York pada 14 April 1912 pukul 23.40, Titanic tenggelam dalam waktu kurang dari tiga jam.

Kisah yang diceritakan oleh saksi korban selamat, di antaranya yaitu tentang sekoci penyelamat yang jumlahnya kurang dan kegagalan transmisi radio.

Bangkai kapal raksasa garapan arsitektur Thomas Andrew itu tidak ditemukan sampai tahun 1985, ketika sebuah ekspedisi gabungan Amerika-Prancis menemukan Titanic dalam dua bagian besar pada kedalaman 13.000 kaki di bawah permukaan laut.

Tim peneliti menggunakan kapal survei oseanografi dan kapal selam robot. Situs itu sendiri berada sekitar 400 mil di lepas pantai Newfoundland. Demikian seperti dikutip dariVintage News, Selasa (25/6/2019).

Perjalanan yang dibuat oleh OceanGate membawawisatawan ke lokasi bangkai kapal, dan kemudian (dalam kelompok-kelompok kecil), menuju ke titik utama lokasi karamnya Titanic dengan kapal selam selama 90 menit, lalu bebas mengeksplorasi dan mengamati dekat bangkai Titanic selama sekitar tiga jam.

"Kami dijadwalkan berangkat dari St. John's, Newfoundland, untuk ekspedisi berawak pertama ke situs RMS Titanic sejak 2005. Hanya sedikit orang yang pernah melihat bangkai kapal legendaris itu sejak tenggelam pada tahun 1912," ujar Dana Hall, manajer pemasaran OceanGate.

Menyertakan Ilmuwan

Bruce Ismay, korban selamat Titanic (Wikipedia)

Di dunia ini, hanya ada 5 kapal selam yang mampu mencapai kedalaman di mana Titanic tenggelam, untuk secara langsung mengamati situs warisan maritim tersebut.

Spesialis misi pun diundang untuk memainkan peran aktif dalam ekspedisi ilmiah dan teknologi otentik ini, di mana mereka akan bekerja bersama tim ilmuwan, peneliti, dan pakar konten untuk mendokumentasikan secara digital dan menjaga kondisi situs saat ini.

Dana Hall mengatakan, slot wisatawan untuk tahun ini sudah habis di-bookingdan sudah ludes, sehingga mereka harus menutupnya. Namun pihak OceanGate sekarang telah mulai menerima aplikasi untuk tahun 2020.

"Tidak ada klien 'tipikal'. Usia pelanggan kami saat ini berkisar antara 25 hingga 70 tahun. Beberapa memproklamirkan diri sebagai 'Titaniacs' yang telah memimpikan kesempatan ini sepanjang hidup mereka, dan beberapa mencari peluang eksplorasi yang langka," aku Hall.

Dimakan Bakteri

RMS Titanic (Wikimedia Commons)

Para peneliti mengatakan bahwa bangkai kapal Titanic tidak dapat bertahan selamanya. Dalam beberapa dekade, mungkin tidak ada yang tersisa dari kapal ini, sama sekali.

Hal itu disebabkan oleh spesies bakteri yang secara perlahan menggerogoti lambung besi Titanic.

"Tidak ada yang bisa kami lakukan terhadap bakteri pemakan karat yang langka, yang disebut Halomonas titanicae. Fenomena yang belum pernah terlihat ini terjadi pada tahun 1991, ketika sebuah tim peneliti Kanada dan Spanyol mengumpulkan sampel rusticles', formasi karat seperti es, dari bangkai kapal," menurut History.com.

katasapa.com

Mentan SYL: Makan sampai Habis!

katasapa.com

Gol Penalti Eki Fauji Selamatkan PSMS dari Kekalahan Lawan Persik

katasapa.com

Presiden Jokowi Tabur Bunga di Makam Bu Ani dan Pak Habibie

katasapa.com

SYL Ajak Milenial Terapkan Pola Pangan Sehat

katasapa.com

Imbangi Persik, Jafri Sastra : Kami Kecolongan, Banyak Peluang Tidak Bisa Membuat Gol

katasapa.com

Di Hadapan Kader Nasdem, Gubernur Jabar Ajak Legislatif Sejalan dengan Eksekutif

katasapa.com

Virus Hog Colera di Sumut Hanya Menyerang Babi, Belum Ditemukan Kasus Manusia Terinfeksi

katasapa.com

Daftar 8 Gelar The Minions Sepanjang 2019 Ini, Mayoritas Kalahkan Ahsan/Hendra di Final

katasapa.com

Protes Gol PSMS dan Wasit, Pelatih Persik : Kami Melihat Itu Jelas-jelas Bukan Penalti

katasapa.com

Nabung Saja Tak Cukup, Agar Keuangan Aman Lakukan Cara Ini

katasapa.com

Imbang Lawan Korea Utara, Indonesia Segel Tiket Final Piala Asia U-19

katasapa.com

Klasemen Akhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19: Tak Pernah Kalah, Indonesia Juara Grup

katasapa.com

Juventus vs AC Milan: Bukan Lagi Grande Partita, tapi Sarat Emosi

katasapa.com

Menristek Apresiasi Stem Cell dan Cangkang Kapsul Rumput Laut UNAIR

katasapa.com

Pengantar Rasa Takut

katasapa.com

Liverpool vs Manchester City: Perang Mental Dua Calon Juara

katasapa.com

Pertempuran 10 November: Amad Ingin Tembak Jatuh Pesawat Pakai Lewes

katasapa.com

Jalur Memutar dan Akses Sempit, Bus Enggan Masuk Terminal Kedung Cowek

katasapa.com

Vivo V17 Pro Menang Banyak Kamera, Sisanya Tanggung

katasapa.com

Komisi XI DPR Minta Jokowi Awasi Kebijakan Menkeu Soal Cukai Rokok

katasapa.com

Di Acara Resepsi, Delon Nyanyikan Lagu Spesial Hadiah Bos Nagaswara

katasapa.com

Kunci Mendominasi Ganda Putra Dunia, Marcus: Kami Menikmati Permainan

katasapa.com

Bartender, Sales, Entertainer, Perawat, dan Guru Profesi yang Rentan Perselingkuhan

katasapa.com

Peringati Hari Pahlawan di Makoopsau II, Kas Koopsau Bacakan Sambutan Menteri Sosial

katasapa.com

Stem Cell dan Cangkang Kapsul Rumput Laut Produk Unair, Ini Apresiasi Menristek

katasapa.com

Keberhasilan Studi di Perguruan Tinggi: Bantu Orang Lain untuk Bantu Diri Sendiri

katasapa.com

Diguyur Hujan Abu Merapi, Warga Tlogolele Boyolali Diminta Pakai Masker

katasapa.com

Grebeg Mulud Solo: 2 Gunungan Simbolkan Tugas Laki-Laki dan Perempuan, Apa Itu?

katasapa.com

Di Jepara, Penghuni Indekos Dites HIV

katasapa.com

Gara-Gara Limbah Pabrik PT RUM Sukoharjo, Warga Ini Terpaksa Jual Rumah dan Pindah