Wall Street Tertekan karena Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Mereda

kataSAPA.com

Jakarta - [Wall Street](4004336/ "") merosot pada penutupan perdagangan hari Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta), mengakhiri reli penguatan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.

Penurunan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini menyusul laporan gaji AS yang secara tak terduga membaik sehingga membuat investor menilai kembali sikap Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) ke pada pertemuan berikutnya.

Mengutip Reuters, Sabtu (6/7/2019), Dow Jones Industrial Average turun 43,88 poin atau 0,16 persen menjadi 26.922,12. Untuk S&P 500 kehilangan 5,41 poin atau 0,18 persen menjadi 2.990,41. Sedangkan Nasdaq Composite turun 8,44 poin atau 0,1 persen menjadi 8.161,79.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan angka nonfarm payrolls naik 224 ribu pekerjaan pada Juni, terbesar dalam lima bulan, dan secara solid mengalahkan ekspektasi para ekonom yang sebelumnya memperkirakan angka nonfarm layrolls berada di level 160 ribu penambahan.

Dengan realisasi data tersebut, pelaku pasar mengurangi ekspektasi mereka bahwa the Fed akan menurunkansuku bunga sebesar 0,50 persen pada pertemuan untuk menentukan kebijakan moneter pada pada 30-31 Juli.

Saat ini, pelaku pasar masih menaruh kepercayaan yang tinggi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga. Namun untuk angka penurunan tidak sebesar persekiraan sebelumnya melainkan hanya 25 basis poin.

"Harapan terakhir yang bisa mendorong kenaikan [Wall Street](4004336/ "") saat ini adalah Anda mendapatkan semacam pemotongan suku bunga dari The Fed," kata Tobias Carlisle, pendiri dan manajer portofolio Acquirers Funds di Los Angeles.

"Jadi mereka tampaknya mengawasi the Fed dengan sangat cermat, dan the Fed juga mengawasi pasar." tambah dia.

Perdagangan Sepekan

Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Data tenaga kerja AS yang keluar di awal pekan masih menunjukkan perlambatan. Hal tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi AS tengah kehilangan momentum.

Tentu saja, pelaku pasar memperkirakan perlambatan ekonomi AS tersebut akan memberikan ruang bagi the Fed cukup untuk memangkas suku bunga pada akhir bulan ini.

The Fed, dalam laporan tengah tahunannya kepada Kongres mengulangi janjinya untuk bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi ekonomi.

The Fed juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS berlanjut dengan kecepatan yang solid pada paruh pertama tahun ini, kemungkinan akan melemah di beberapa bulan terakhir karena perang dagang.

Saham sektor bank yang berada di bawah tekanan dari penurunan imbal hasil surat utang pemerintah beberapa pekan terakhir ini mampu naik 0,73 persen dan membantu mendorong kenaikan 0,38 persen di sektor keuangan.

Sektor yang defensif seperti real estat, utilitas dan barang konsumsi masing-masing kehilangan pijakan seiring kenaikan dalam imbal hasil surat utang AS.

Saksikan video pilihan berikut ini:

katasapa.com

Perserikatan Homeschooler Indonesia: Jangan Stigma Homeschooling

katasapa.com

Menyibak Berbagai Fakta PLTU dan Residu Batubara

katasapa.com

NH Main Dua Kaki di Munas, Airlangga-Bamsoet Kian Memanas

katasapa.com

Preview Burnley vs Man City: Menolak Menyerah

katasapa.com

Indonesia Gasak Brunei 8-0, Bikin Rekor SEA Games dan Salip Thailand

katasapa.com

Jokowi: Peranan Kaum Ibu dan Perempuan Memajukan Bangsa Sangat Dibutuhkan

katasapa.com

Sutent Berpotensi Obati Kanker Ginjal

katasapa.com

Anggaran Pertahanan Diperkirakan Dominasi KTT NATO

katasapa.com

Amnesty Jelaskan Cara Peroleh Data Jumlah Korban Demonstrasi di Iran

katasapa.com

Tulis Demonstrasi di Hong Kong, Pekerja Migran Indonesia Ditangkap dan Dideportasi

katasapa.com

Promo Alfamidi – Gopay Hajatan Akhir Tahun | Diskon Hingga 50% untuk transaksi dengan GOPAY

katasapa.com

KUPON DISKON A&W bulan DESEMBER 2019 – HARGA SERBA HEMAT mulai Rp. 19.000

katasapa.com

Ditahan Polisi, Pelatih PSHT Sragen Masih Ikut Ujian Semester

katasapa.com

Lihat Orang Titip Dagangan di Wedangan Solo, CEO Jouska Terheran-Heran

katasapa.com

Puskesmas Weru Layani Pasien dari Gunungkidul, Klaten, hingga Wonogiri

katasapa.com

Limbah B3 Dibuang di Brebes, PT RUM: Mungkin Tercecer atau Diambil Orang

katasapa.com

Spanduk Puguh & Gibran Menjamur di Solo, Rudy Tak Masalah

katasapa.com

Jokowi Tolak Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, PKS: Cek Koalisi Anda Pak

katasapa.com

Sejarah Hari Ini: 3 Desember 1959, Bendera Singapura Mulai Dipakai

katasapa.com

Taujihat Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri dalam Pertemuan Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (HMASS)

katasapa.com

Setelah Baca Artikel Ini, Masihkah Anda Ingin Ganti Profesi?

katasapa.com

Kasoem Vision Care Kini Hadir di Grage Mall Cirebon, Gratis Pemeriksaan Binokuler Selama Desember

katasapa.com

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat, KPA Kota Cirebon Gelar Edutainment di Hari Aids Sedunia

katasapa.com

Mandiri Syariah dan AMPHURI Tandatangani Kerjasama Umroh Haji Aman dan Nyaman

katasapa.com

Telkomsel Jamin Kelancaran Jaringan di Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020

katasapa.com

Juventus Dinilai Sarri Lawan Sassuolo Tidak Pakai Otak

katasapa.com

Chelsea Senang Aston Villa Tanpa Andalannya Tengah Pekan Ini

katasapa.com

Hasil PSM Makassar vs Pusamania Borneo FC 2-2, Babak Kedua Meriah

katasapa.com

Bali United Juara Liga 1 Musim Ini, Kalahkan Semen Padang 2-0

katasapa.com

Barito Putera Menang Berkat Gol Filho, Menjauh dari Degradasi