Transformasi JNE di Era Digital

kataSAPA.com

ERA digital adalah keniscayaan yang harus hadir setiap lini, termasuk industri logistik. Hal ini guna mendongkrak peningkatan produktivitas dan daya saing berskala internasional.

Apalagi, industri logistik juga makin mendapat tempat di hati konsumen karena tumbuhnya marketplace.
Pertumbuhan e-commerce sekarang ini tergolong dahsyat. Pertumbuhan yang sangat cepat ini karena masyarakat sudah menempatkan e-commerce sebagai gaya hidup. Bahkan ada yang menganggap, jika tidak ikut berbelanja online dinilai ketinggalan zaman.

Salah satu industri logistik yang telah menjadi bagian dari gaya hidup di era revolusi 4.0, dan telah menggunakan sistem digital adalah PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Perusahaan yang didirikan tahun 1990 ini, terus bertransformasi melayani masyarakat.

Kecepatan dan kehandalan layanan yang konsisten dan bertanggung jawab, membuat kredibilitas JNE semakin tinggi di mata pelanggan maupun mitra kerja. Seiring dengan peningkatan investasi asing, pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dan perkembangan teknologi informasi, serta beragam inovasi produk yang dikembangkan, kinerja JNE semakin tumbuh juga berkembang di kalangan dunia usaha maupun masyarakat Indonesia. Perkembangan dunia usaha dan gaya hidup masyarakat membuat permintaan penanganan kiriman semakin berkembang.

Branch Manager JNE Medan, Fikri Al-Haq Fachryana mengatakan, dengan semakin berkembang dan banyaknya marketplace atau online shopping yang menawarkan berbagai produk, membuat masyarakat sekarang semakin mudah dalam berbelanja. Dalam menyikapi hal ini, peran jasa logistik menjadi sangat dibutuhkan.

Itu sebabnya sekarang ini jasa logistik dianggap sebagai bagian dari gaya hidup. Sebab, yang mengantarkan barang pesanan itu adalah logistik. Proses jual beli online, sekarang ini semakin meningkat terutama di era industri 4.0, ujarnya baru-baru ini.

Menurutnya, logistik menjadi bagian dari gaya hidup, karena adanya tiga elemen yaitu penjual, pembeli dan logistik. Ketiga elemen tersebut tidak dapat tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena saling melengkapi dan menguntungkan. Jika salah satunya terputus, maka keberlangsungan ketiganya juga akan terganggu.

Dijelaskan Fikri, JNE punya banyak program, saat ini sangat konsen dengan usaha kecil dan menengah (UKM). Setiap bulan kita punya program untuk UKM, yaitu JNE Ajak Online. Tahun ini, dari 33 cabang JNE di Sumatera Utara, kita sudah ajak UKM untuk memanfaatkan teknologi informasi dengan melibatkan Dinas Koperasi setempat, terangnya.

Fikri menyebutkan, setiap kali mengadakan JNE Ajak Online, pihaknya menghadirkan 50 orang pelaku UKM. Kita mengedukasi dan membuka mindset serta mengajak pelaku UKM, dari usahanya yang selama ini dijalankan secara tradisional untuk mencoba cara online. Tak hanya sebatas membuka mindset mereka, kita juga membantu mereka bisa tersambung dengan beberapa komunitas marketplace seperti Tokopedia, Lazada dan Bukalapak, jelasnya.

Lebih lanjut Fikri mengatakan, terkait dengan layanan JNE, ada beberapa layanan yang sangat diminati konsumen. Antara lain, layanan JNE Trucking (JTR) yang merupakan pengiriman dalam jumlah besar dengan menggunakan armada truk melalui darat dan laut dengan harga yang kompetitif. Layanan ini banyak diminati, karena online shop itu kan jualannya dalam jumlah besar terutama yang bukan makanan. Akan tetapi, kalau untuk jenis makanan, tinggal pilih mau dikirim cepat sampai atau esoknya harus sampai, paparnya.

Selain jasa layanan JTR, sambung Fikri, sekarang ini banyak juga UKM yang memanfaatkan jasa layanan JNE Loyalty Card (JLC). JLC merupakan program keanggotaan yang ditujukan kepada pelanggan setia JNE. Pemegang JLC akan mendapatkan berbagai keuntungan, seperti kecepatan layanan, potongan harga pada saat periode promo, dan hadiah undian yang sangat menarik.

Pemegang JLC akan mendapat reward satu poin untuk setiap transaksi senilai Rp25 ribu di JNE. Poin tersebut bisa ditukar dengan hadiah menarik atau diskon khusus di banyak merchant. Pendaftaran JLC gratis dan bebas biaya bulanan. Untuk bergabung dalam program JLC, pelanggan hanya perlu mengisi formulir secara online di situs resmi JLC (jlc.jne.co.id), lalu ikuti petunjuk yang tersedia, jabarnya.

Tak hanya itu saja, kata Fikri, terdapat juga program terbesar yang digelar setiap tahunnya yaitu JLC Race serta JLC Award. Pada periode tertentu pelanggan dapat meningkatkan transaksinya, sehingga bisa mendapatkan hadiah mobil, motor, paket perjalanan wisata ke luar negeri, atau puluhan hadiah menarik lainnya.

Khusus program JLC Race yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan digelar satu kali setiap tahunnya secara nasional, maka di tahun 2019 ini JNE meluncurkan JLC Race Cabang. Dari setiap kota ditentukan 3 orang pemenang yang masing-masing mendapatkan hadiah logam mulia atau emas seberat 5 gram sampai 25 gram. Untuk Sumut, ada tiga pemenang telah menerima hadiah emas dari JNE Cabang Medan.

Di Medan, para member JLC yang berhasil mendapatkan hadiah dalam JLC Race Cabang tahun ini adalah, Jepri yang mendapatkan emas 25 gram, Tommy Wijaya mendapat emas 10 gram, dan Micael John Hupkin sebagai pemenang emas 5 gram. Ketiganya berhasil terpilih dengan mengikuti JLC Race Cabang 2019 untuk kiriman periode 17 Juli sampai 17 Agustus 2019, beber Fikri.

Ia menambahkan, dengan kualitas pelayanan yang terus ditingkatkan, JNE masih menguasai pasar logistik di Indonesia. Dalam mendukung pelayanan kepada konsumen, JNE memiliki fitur percepatan dan kontrol kiriman degan mobil device, percepatan dan automatisasi proses melalui Mega Hub Automation Center di Jakarta, hingga peningkatan IT dengan sistem terbaru seperti The Core dan lain sebagainya.

Melalui layanan digital, JNE juga menawarkan beragam kemudahan bagi pelanggannya. Mulai dari kontrol status kiriman paket, cek tarif kiriman, mencari tahu agen JNE terdekat, dan masih banyak lagi. Semua urusan itu bisa didapat hanya dengan satu klik melalui aplikasi MyJNE.

Terkait dengan arus kiriman barang dari Medan ke luar kota dan dari luar kota ke Medan, Sumatera Utara secara umum masih lebih banyak mendapatkan kiriman artinya, masyarakat masih lebih banyak konsumsi daripada produksi dengan perbandingan barang masuk 60 persen dan barang keluar 40 persen.

Barang keluar tumbuh rata-rata 30 persen selama 3 tahun terakhir (2017-2019) dan barang masuk tumbuh rata-rata 20 persen selama 3 tahun terakhir (2017-2019), imbuhnya.

Sementara, pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menuturkan, perubahan-perubahan yang terjadi tersebut menuntut pelaku industri logistik bertransformasi. Dalam proses transformasi itu, dibutuhkan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Salah satu hal penting yang dapat membuat logistik makin kompetitif adalah SDM. Apalagi, di era digital saat ini, ungkap ekonom Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ini.

Kata Gunawan, di era digital saat ini, SDM di industri logistik harus memiliki literasi teknologi. Mereka tak hanya dituntut untuk mampu menguasai teknologi terkini, tapi juga teknologi yang akan datang.

Sebab, di industri logistik sendiri, penggunaan teknologi makin masif dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya itu,SDM juga dituntut memiliki keahlian dalam memecahkan masalah.

Keahlian dalam memecahkan masalah, menurutnya, merupakan hal yang tidak bisa dikerjakan oleh alat atau mesin sehingga membutuhkan intervensi manusia. Ketika kita menemukan satu masalah, kita bisa mengembangkan keterampilan baru, tandasnya. (fir/pojoksumut)

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Barcelona Bahkan Berpikir Bisa Jual Braithwaite Saat Negosiasi

katasapa.com

Chelsea Khawatir Kondisi N’Golo Kante Jelang Hadapi Tottenham Hotspur

katasapa.com

Musprov VII Kadin Sulsel, Ini Syarat Jadi Ketua

katasapa.com

Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Mengalami Surplus

katasapa.com

Pemda Lutra Alokasikan Dana Rp11 M untuk Jalan Munte

katasapa.com

Hasil Survei Terkini: Cuma 21,4 Persen Warga Serang Kenal Ratu Tatu, Kalah Sama Eki Baihaki, Kok Bisa?

katasapa.com

Anggota DPRD Kunjungi Kantor Komisi Informasi Banten, Laporan PPID 2019 Disampaikan

katasapa.com

Peringatan Saiful Jihad Soal Netralitas ASN di Pemilihan

katasapa.com

12 Tahun Berambut Panjang, Maia Estianty Putuskan Potong Pendek, Disebut Mirip Victoria Beckham

katasapa.com

Asisten Nia Ramadhani Ditipu Saat Pesan Via GoFood, Tabungannya Terkuras Hingga Jutaan Rupiah

katasapa.com

Mbah Mijan Mimpi Artis Senior yang Juga Anggota Dewan Bakal Cerai, Sinyalnya ke KD?

katasapa.com

Sumut Dukung Swasembada Daging, Mentan RI Luncurkan Sikomandan di Sergai

katasapa.com

Serius Bawa Kasus Dugaan Pelecehan Dedy Susanto ke Ranah Hukum, Revina Resmi Gandeng Pengacara

katasapa.com

Cegah Importir Nakal, Penegak Hukum Diminta Selidiki Penerbitan RIPH

katasapa.com

Besok, None Masukkan Surat Cuti di Luar Tanggungan Negara

katasapa.com

Anggota Legislatif Komisi V DPRD Jabar Dorong Pemprov Tingkatkan IPP Jawa Barat

katasapa.com

Meski Tampil Luar Biasa di Kuarter Pertama, Timnas Indonesia Kandas

katasapa.com

Toyota Yaris SUV Bakal Diungkap Di Geneva Motor Show 2020

katasapa.com

Menengok Fitur Baru Toyota New Alphard dan New Vellfire

katasapa.com

KPK Jawab Tudingan Haris Soal Status Buron Mafia Kasus MA

katasapa.com

Preview Club Brugge vs MU: Tuan Rumah Menggertak

katasapa.com

Refleksi Hari Jadi Ke-60, Menuju Kabupaten Barru Lebih Baik

katasapa.com

Terkait Rancangan UU Cipta Kerja, Ini Pernyataan Sikap PWI

katasapa.com

Empat WNI Positif Virus Korona, 74 Lainnya Tunggu Hasil Tes

katasapa.com

Kampus Khusus Difabel, Kesetaraan Pendidikan untuk Pelajar Berkebutuhan Khusus

katasapa.com

Pemerintah Diminta Segera Tarik TNI/Polri dari Nduga

katasapa.com

Pilkada Solo: Berharap Pengumuman Rekomendasi Lebih Cepat, Purnomo Hanya Bisa Pasrah

katasapa.com

Plus Minus Terapi Emsculpt Bentuk Otot Instan Ala Ashraf Sinclair

katasapa.com

5 Pejabat Pemkab Sukoharjo Diperiksa Bawaslu, Ada Apa?

katasapa.com

Kunjungi Wonogiri, Gubernur Ganjar Nginep di Istana Parnaraya Lalu Menikmati Kitagawa Pesona Bali