Dalam Dua Hari, Menteri Susi Tenggelamkan 40 Kapal Pencuri Ikan

kataSAPA.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto net

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menenggelamkan 40 unit kapal ikan asing pelaku illegal fishing di sejumlah wilayah.

Penenggelaman dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan di Perairan Pulau Datuk, Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (6/10/2019). Delapan belas kapal ilegal asing berhasil ditenggelamkan. Sisanya, dilakukan pada gelombang kedua kemarin (7/10/2019) di sejumlah titik.

Tiga di Perairan Sambas, enam kapal di Belawan, enam kapal di Batam, dan di Natuna tujuh kapal. Adapun dari jumlah tersebut didominasi oleh kapal asal Vietnam sebanyak 26 kapal, Malaysia 11 kapal, Thailand satu kapal, dan Tiongkok dua kapal.

Penenggelaman dipimpin Susi selaku Komandan Satgas 115. Dalam pernyataan resminya kemarin (7/10/2019), Susi mengatakan, aksi pemusnahan ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya.

Pada tanggal 4 Oktober 2019, sebanyak tiga kapal telah dimusnahkan di Sambas, Kalimantan Barat dengan cara dihancurkan dan mesinnya ditenggelamkan. Hal ini karena ketiga kapal asing berbendera Vietnam tersebut sudah rusak, sehingga tidak memungkinkan untuk ditenggelamkan.

Ini bukan hanya amanah undang-undang, tapi juga masa depan bangsa. Serta untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, tegasnya.

Susi menegaskan, tak ada kata ampun bagi para pelaku illegal fishing. Selain untuk memberikan deterrent effect, tindakan penenggelaman ini juga dilakukan untuk memberikan kepastian hukum di Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

Tidak ada opsi lain untuk pelanggar kedaulatan wilayah negara dan tindak pidana pencurian ikan selain dengan cara dimusnahkan, tegasnya.

Karena itu, aktivitas pemusnahan kapal dengan cara ditenggelamkan ini dilakukan secara rutin oleh satgas 115. Meski dalam praktiknya, untuk menghemat waktu dan efisiensi anggaran maka hanya dilakukan hampir satu atau dua kali dalam setahun.

Bukan berarti para pelaku illegal fishing ini tidak dihukum. Kita kumpulkan hingga akhirnya inchract-nya cukup banyak dan kita lakukan penenggelaman, ungkapnya.

Diakuinya, sejak dibukanya izin kapal asing pada tahun 2001, lebih dari 10.000 kapal asing melaut di Indonesia. Kapal-kapal besar dengan alat tangkap yang merusak.

Ya habislah sumber daya laut kita. Stok ikan kita turun ke titik yang sangat rendah, keluhnya.

Namun, semuanya berubah ketika law enforcement benar-benar ditegakkan. Dia mengklaim, dalam lima tahun terakhir ekspor dibidang perikanan berhasil naik. Termasuk Nilai Tukar Nelayan dan Nilai Tukar Usaha Perikanan yang naik sampai 20 persen.

Plt Dirjen Pengawas Sumber Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman menambahkan, total kapal yang telah dimusnahkan sejak November 2014-Oktober 2019 mencapai 556 kapal.

Jumlah tersebut terdiri dari 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, Papua Nugini 2 kapal, RRT 3 kapal, Nigeria 1 kapal, Belize 1 kapal, dan Indonesia 26 kapal.

Diakuinya, kapal-kapal berbendera Vietnam paling mendominasi. Menurutnya, kebutuhan akan bahan pangan menjadi alasan utama para illegal fishing tersebut berani kembali datang lagi dan lagi.

Lalu posisinya perairan kita sangat kaya sumber daya ikan. Sehingga jadi sasaran, ungkapnya.

(mia/jpg/pojoksulsel)

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Virgil van Dijk Remehkan Arti Laga Kontra Manchester United

katasapa.com

Mohamed Salah Diragukan Bermain Lawan Manchester United

katasapa.com

Prediksi Semen Padang vs Madura United, 20 Oktober 2019

katasapa.com

Pria Pemilik Foto Syur Clara Duo Semangka Tak Merespon, Segera Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

katasapa.com

Unggahan Kacamata Branded Disentil KPK, Mulan Jameela Hapus Postingan, Begini Klarifikasinya

katasapa.com

Pembangunan 892 Rumah Tahap III untuk Korban Erupsi Gunung Sinabung Dimulai

katasapa.com

Pemdaprov Jabar Tandatangani 26 MoU Proyek Investasi dalam WJIS 2019

katasapa.com

Polda Sulsel Dinilai Lamban Tangani Kasus Kekerasan Jurnalis

katasapa.com

Pemdaprov Jabar Kumpulkan Nilai Investasi Rp53,8 Triliun dan 30 Ribu Lapangan Kerja dalam WJIS 2019

katasapa.com

Revitalisasi Situ Rawa Arum, Pemkot Cilegon Butuh Dana Rp10 Miliar

katasapa.com

Kolaborasi Pemdaprov dan Bank Indonesia Jabar di WJIS 2019 Tuai Pujian

katasapa.com

Akhirnya! PSMS Vs Babel United Boleh Digelar di Stadion Teladan

katasapa.com

Tak Laporkan Barang Endorsement, Mulan Jamela Bisa Terancam Pidana

katasapa.com

Cegah Demo Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Polres Cianjur Pakai Milenial Cinta NKRI

katasapa.com

Sri Mulyani Minta Maaf, Beberkan Cerita Tersembunyi Kepemimpinan Jokowi-JK Selama Ini

katasapa.com

JK Singgung Mereka yang Tidak Jadi Menteri Jokowi Lagi

katasapa.com

Tak Tahu Kapan Menikah, Young Lex Bagikan Foto USG Bayinya dan Tasyakuran 7 Bulan Kehamilan Eriska

katasapa.com

Jokowi-JK Berkokok di Hadapan Para Menteri

katasapa.com

Klasemen Liga 1 Pekan ke-23: Laju Poin Bali United Terhenti, Persib 10 Besar, Persija Zona Merah

katasapa.com

Bawa Empat Koper, Penyidik KPK Tinggalkan Kantor Wali Kota Medan setelah 12 Jam Penggeledahan

katasapa.com

Kawal Pelantikan Presiden-Wapres, Begini Pengalihan Arus

katasapa.com

Penyadapan, OTT, dan Due Process of Law

katasapa.com

732 Bangunan di Tiga Kecamatan Surabaya Tak Ber-IMB

katasapa.com

Perbaiki Daya Saing Investasi, Kurangi Utang BUMN

katasapa.com

7 Anak Gangguan Jiwa karena Gadget, Orang Tua Tak Bisa Mengendalikan

katasapa.com

Seperti Film Perang, Anggota Kartel Narkoba Baku Tembak dengan Polisi

katasapa.com

Mayoritas Ibu Hamil Ikut BPJS Sebelum Persalinan, Setelah itu Nunggak

katasapa.com

Mitsubishi Kampanyekan Perbaikan Triton, Bagian Ini yang Diganti

katasapa.com

150 Ribu Peserta Mandiri Punya Tunggakan BPJS Kesehatan Usai Lahiran

katasapa.com

Angkat Kepala Polisi Kontroversial, Duterte: Anda Bebas Membunuh