Aset Wawan Disita: Ratusan Bidang Tanah, SPBU, hingga Rumah di Australia

kataSAPA.com

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset senilai Rp500 miliar dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan selaku tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Aset yang disita tersebut berupa tanah dan bangunan, rumah dan apartemen, uang tunai, kendaraan bermotor hingga SPBU dan SPBE.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa fokus KPK terhadap TPPU Wawan adalah pada penelusuran arus uang sebagai bentuk upaya mengembalikan aset pada negara atau asset recovery.

"Sampai saat ini, KPK menyita sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp500 miliar," kata Febri, Selasa (8/10/2019).

Baca juga:Belum Usai Dibui, Wawan Adik Ratu Atut Dijerat Kasus Pencucian Uang

Febri mengatakan bahwa penyidikan TPPU Wawan dilakukan terhadap sejumlah kekayaan yang diduga berasal dari korupsi, yaitu dari proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan Wawan dan pihak lain yang terafiliasi dari tahun 2006 sampai dengan 2013.

Menurut dia, diduga Wawan melalui perusahannnya,PT Bali Pasific Pragama, telah mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek pengadaan barang dan jasa dari pemerintah Provinsi Banten dan beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Banten dengan total nilai kontrak kurang lebih sebesar Rp6 triliun.

Febri merinci bahwa aset yang disita itu adalah uang tunai sebesar Rp65 miliar,68 unit kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih, serta175 unit rumah/apartemen/bidang tanah terdiri dari7 unit apartemen di Jakarta dan sekitarnya,4 unit tanah dan bangunan di Jakarta,8 unit tanah dan bangunan di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

Baca juga:Artis Ini Digosipkan Pernah Ngamar Bareng Tubagus Chaeri Wardana

Kemudian,1 unit tanah dan bangunan di Bekasi,3 unit tanah di Lebak;15 unit tanah dan peralatan AMP di Pandeglang;111 unit tanah dan usaha SPBU di Serang;5 unit tanah dan usaha SPBE di Bandung;19 unit tanah dan bangunan di Bali;1 unit apartemen di Melbourne, Australia; dan1 unit rumah di Perth, Australia.

"Untuk aset di Australia, KPK menempuh proses Mutual Legal Assistance MLA untuk kebutuhan penanganan perkara," kata Febri.

Selain itu, KPK juga dibantu Australian Federal Police (AFP) dalam proses penyidikan tersebut perkara Wawan seperti dalam proses penyitaan aset sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Adapun nilai aset yang berada di Australia saat pembelian tahun 2012 sampai dengan 2013 adalah setara dengan total sekitar Rp41,14 miliar terdiri dari rumah senilai A$3,5 juta dan apartemen di Melbourne senilai A$800.000.

Di sisi lain, perkara Wawan juga akan memasuki tahap persidangan menyusul rampungnya proses penyidikan oleh KPK pada Selasa (8/10/2019). Febri mengatakan bahwa penyidik telah menyerahkan tersangka dan berkas tiga perkara Wawan ke tahap penuntutan atau tahap dua.

Baca juga:Artis Ini Digosipkan Pernah Ngamar Bareng Tubagus Chaeri Wardana

Selain kasus TPPU, Wawan juga terlibat kasus pengadaan alat kesehatan kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun 2012 dan pengadaan sarana dan prasanara kesehatan di lingkungan Pemprov Banten tahun 2011-2013.

"KPK telah menyelesaikan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka TCW [Tubagus Chaeri Wardhana]," ujar Febri.

Adapun TPPU Wawan berdasarkan pengembangan dari dua kasus tersebut termasuk dugaan suap sengketa pilkada di Lebak, Banten. Tim jaksa penuntut umum di KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan sebelum kemudian dilimpahkan ke pengadilan yang rencananya akan digelar di pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

The post Aset Wawan Disita: Ratusan Bidang Tanah, SPBU, hingga Rumah di Australia appeared first on Solopos.com.

katasapa.com

Akses Lima Pintu Masuk Tol Arah Jakarta di Cirebon Dibatasi

katasapa.com

25 Tahun Telkomsel Konsisten Melayani Negri Untuk Terus Bergerak Maju Bersama Indonesia

katasapa.com

Chelsea Abaikan Klausul Buyback Winger Muda Sassuolo

katasapa.com

Liverpool Tak Rekrut Bek Kanan Baru Karena Pemain Ini

katasapa.com

Chelsea Bidik Bintang Porto yang Namanya Mirip Virus Gantikan Jadon Sancho

katasapa.com

Pendekatan Berbahaya Dortmund, Bener Kan Gol Bayern Akhirnya Terjadi

katasapa.com

Apa yang Bisa Fans Dapatkan pada Lanjutan NBA di Resort Disney?

katasapa.com

Permintaan Mobil Bekas Selama Ramadan 2020 Anjlok 40 Persen

katasapa.com

Penyebab Pedal Kopling Bergetar Saat Digunakan, Ini Cara Mengatasinya

katasapa.com

Pemkot Makassar Segera Berlakukan Konsep New Normal Berbasis Lokal

katasapa.com

Kendalikan OPT Lewat AW-IPM, Kualitas dan Kuantitas Ekspor Manggis Makin Manis

katasapa.com

BPPSDMP Kementan: Maksimalkan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal

katasapa.com

Haedar Nashir: Tidak Boleh Lengah Atas Nama Berdamai dengan Covid-19

katasapa.com

GM Cabang Makassar : Pas Masuk Paotere Sesuai PD dan Kesepakatan Bersama

katasapa.com

Yusran Jusuf Segera Urai Kemacetan Balai Kota

katasapa.com

109 Tenaga Kesehatan Dipecat, Ombudsman: Terjadi Maladministrasi

katasapa.com

Yogya dan Wacana 'New Normal' di Tengah Pandemi

katasapa.com

Perjuangkan Kebenaran, Shalehan Rebut $10.000 Kontes Radio Singapura

katasapa.com

Miris! Jalan ke Tawangmangu Karanganyar Macet H+1 Lebaran

katasapa.com

Masyarakat Bandel, Kasus Covid-19 Diprediksi Meledak Setelah Lebaran

katasapa.com

1 Warga Positif Covid-19, DKK Sragen Terjunkan Tim Tracing ke Pringanom Masaran

katasapa.com

Video Tawangmangu Karanganyar Macet, Seluruh Objek Wisata Tutup

katasapa.com

Status KLB Corona Kota Solo Dievaluasi Pekan Ini, Lanjut Atau Dicabut?

katasapa.com

PSBB Tahap III Jakarta di Tengah Ancaman Arus Balik, Anies Ketar-Ketir

katasapa.com

Lebaran Saat Covid-19, Kendaraan Melintas di Sukoharjo Turun Drastis

katasapa.com

Pemudik Mau Keluar-Masuk Jakarta? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

katasapa.com

Pembatasan Dicabut, Jalan Lawu Karanganyar Dibuka Total Mulai Selasa

katasapa.com

Lebaran Hari Kedua, Solo Sepi Nyenyet

katasapa.com

Enggan Tilang Pemudik, Satlantas Klaten: Mereka Mau Putar Balik

katasapa.com

Kenormalan Baru