Kasus Kematian Mahasiswa Kendari, Hasil Otopsi Ternyata Tewas Ditembak Polisi

kataSAPA.com

JAKARTA- Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) melakukan pendalaman kasus kematian dua mahasiswa Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara, Muhammad Yusuf Kardawi dan La Randi.

Hasilnya, Yusuf diduga meninggal karena tertembak.

Kepala Divisi Pembelaan HAM KontraS, Arif Nur Fikri mengatakan, hasil ini didapat setelah dia turun langsung ke Kendari.

Di sana dia meminta keterangan lima orang saksi. Hal itu kemudian diperkuat dengan rekaman video yang ada.

Hasil temuan awal, kami menduga 2 orang mahasiswa ini mengalami penembakan. Kalau kami menduga penembakan ini terjadi kepada almarhum Muhammad Yusuf Kardawi yang berada persis di samping kantor Disnaker, kata Arif di kantor KontraS, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

Arief menambahkan, dalam video terlihat ada seorang mahasiswa mendadak terjatuh di dekat kantor Disnaker. Menurut saksi, itu adalah Yusuf.

Ketika ia (saksi) mau menolong, ia sempat diarahkan senjata api oleh orang yang diduga aparat kepolisian, ucap Arif.

Karena ditodong dengan senjata api laras pendek, saksi tersebut berusaha menghindar dengan berlari zigzag.

Di saat bersamaan dia melihat Randi jatuh tertembak. Keterangan ini kemudian dibenarkan oleh saksi lain.

Kepada KontraS, saksi tersebut melihat polisi yang memegang senjata api berpakaian preman.

Posisinya berada di area dalam gedung Disnaker. Sebagai informasi, polisi saat itu memang berjaga di dalam dan samping area gedung Dinasker Kendari.

Setelah gagal menyeret Yusuf, saksi kemudian menjauh. Dan melihat sejumlah polisi keluar melakukan pemukulan kepada Yusuf yang sudah terkapar di tanah.

Lubang Kecil di Kepala

Lebih lanjut, Arif mengatakan, dugaan kematian Yusuf karena tembakan sebab luka yang dialami korban berada di bagian kepala belakang. Sedangkan, saat tersungkur, badan Yusuf jatuh ke arah depan. Secara logika, seharusnya luka di kepala terjadi di area wajah.

Beberapa saksi juga melihat bahwa beberapa anggota kepolisian membawa senpi yang hasil dari temuan kita beberapa menemukan proyektil di tempat almarhum Yusuf jatuh, imbuhnya.

Dari beberapa teman Yusuf yang mengantar ke korban ke rumah sakit, juga melihat ada keanehan dari tubuh rekannya itu. Terutama di bagian kepala, mereka melihat ada lubang kecil.

Dikonfirmasi oleh teman-teman si almarhum Yusuf yang pada saat dia membawa bahwa kepalanya itu ada sedikit lubang dan banyak mengeluarkan darah, pungkas Arif.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi pada Kamis (26/9) sekitar pukul 11.00 WITA ketika elemen mahasiswa di Kendari yang berjumlah 2.000 orang menggelar unjuk rasa. Demonstrasi ini awalnya berjalan damai. Bahkan orasi mereka sempat ditanggapi oleh Ketua DPRD.

Setelah ada tanggapan dari ketua DPRD, tiba-tiba terjadi pelemparan batu ke arah petugas dan anggota dewan, ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara Harry Golden Hart.

Akibatnya, pasukan pengamanan langsung melakukan aksi pembubaran dan mendorong massa menjauh dari gedung DPRD guna mencegah kerusuhan meluas.

Sekitar pukul 16.00, aparat mendapat informasi ada korban dari pihak pendemo sebanyak lima orang.

Rincian lima korban tersebut adalah Randi, mahasiswa fakultas teknik Universitas Halu Oleo yang tewas dengan luka tembak,

Yusuf Kardawi, 19, kritis dengan luka parah di kepala dan akhirnya dinyatakan meninggali, serta tiga orang yang mengalami luka ringan dan sesak nafas.

(dhe/pojoksatu/rmol)

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Tanggapi Tito Karnavian, KPK Sebut OTT Buka Tabir Masalah Politik

katasapa.com

Densus 88 Gerilya di Solo, Geledah Tiga Hunian

katasapa.com

Suap Mantan Aspidum Kejati DKI, Direktur PT Java Indoland Dituntut 4,5 Tahun Penjara

katasapa.com

Ketua DPRD Makassar Dukung Bakti Mangrove FIB

katasapa.com

Pangkoopsau II Marsda TNI Donny Ermawan Taufanto Mendapat Pengarahan Langsung dari Presiden Jokowi

katasapa.com

Kementan Siap Masifkan Program ‘Early Warning System’

katasapa.com

Iran Blokir Akses Internet sementara Demonstrasi Berlanjut

katasapa.com

Fraksi Demokrat, Republik Bereaksi Soal Kesaksian Terkait Penyelidikan Pemakzulan Trump 

katasapa.com

DAN+DAN Promo HARGA SPESIAL untuk transaksi dengan GOPAY

katasapa.com

ALFAMART Promo Hajatan Pilihan Kamu – Diskon Hingga 50% untuk transaksi pakai GOPAY

katasapa.com

Shabu Shabu On-Yasai Promo KIDS DINE FREE dan Promo Upgrade Menu with SPECIAL PRICE!

katasapa.com

ACE Special Offer – Hemat hingga 50% + Tukar Poin Dapat Voucher hingga Rp. 300.000

katasapa.com

Promo GUARDIAN Katalog Mingguan periode 14-27 November 2019

katasapa.com

Promo ALFAMIDI HEMAT SATU PEKAN periode 18-24 November 2019

katasapa.com

Ini 5 Sebab Jateng Dilirik Investor Menurut Apindo

katasapa.com

Diduga Teroris, Tukang Pijat di Cilacap Ditangkap Densus 88

katasapa.com

Curhat Pengunjung CFD Boyolali: Terlalu Banyak Pengemis & Pengamen!

katasapa.com

Berstatus Tersangka, Kades di Klaten Tetap Dilantik Bupati

katasapa.com

Merawat Cinta dan Nostalgia Bareng Sheila On 7 di De Tjolomadoe Karanganyar

katasapa.com

Sheila On 7 Meriahkan DSCX, Duta ke Penonton: Semoga Sukses Dapatkan Dia!

katasapa.com

Sejarah Hari Ini: 18 November 1912, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

katasapa.com

Cirebon Technopreneurship Kembali Gelar Seminar Nasional di Universitas Kuningan

katasapa.com

ADV150 Urban Exploride, Ajak Konsumen dan Komunitas Kunjungi Tempat Bersejarah di Cirebon

katasapa.com

Harry Kane Tuntaskan Rekor Gol Timnas Inggris di Kosovo

katasapa.com

Manchester United Was-was Gagal Datangkan Mario Mandzukic

katasapa.com

Pelatih Kosovo Soal Cara Hentikan Raheem Sterling: Patahkan Saja Kakinya!

katasapa.com

Barcelona Tolak Tawaran Klub Inggris untuk Ivan Rakitic

katasapa.com

Joe Gomez Berharap Main Saat Liverpool Tandang ke Crystal Palace

katasapa.com

Virgil van Dijk Tinggalkan Timnas Belanda Karena Alasan Pribadi

katasapa.com

Kaki Ronaldo Bisa Patah Akibat Jeleknya Lapangan Luksemburg