Bawa Empat Koper, Penyidik KPK Tinggalkan Kantor Wali Kota Medan setelah 12 Jam Penggeledahan

kataSAPA.com

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya meninggalkan kantor Wali Kota Medan, Jumat (18/10/2019) malam sekira pukul 21.25 WIB, setelah pemeriksaan sejak 09.30 WIB alias 12 jam penggeledahan.

Mereka pergi dengan membawa empat buah koper besar dibawa turun dari lantai dua. Ruangan tesebut adalah ruangan kerja Dzulmi Eldin yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada Selasa (16/10/2019) malam dan saat ini sudah ditahan dengan status tersangka.

Saat hendak meninggalkan lokasi, tak satupun penyidik memberikan keterangan terkait penggeledahan yang cukup lama itu. Kita tidak bisa berikan keterangan, ujar salah seorang penyidik KPK, Jumat (18/10/2019) malam.

Setelah memasukkan koper-koper yang diduga berisi berkas, para penyidik KPK langsung meninggalkan Kantor Wali Kota Medan. Mereka pergi dengan mengendarai lima unit mobil Innova berwarna hitam.

Sebelumnya, para penyidik KPK memeriksa kantor Wali kota Medan, Dzulmi Eldin dan Kasubag Protokoler sejak pukul 09.30 WIB.

Mereka langsung memeriksa sejumlah ruangan tanpa menjawab satupun pertanyaan awak media di lokasi.

Saat memasuki kantor Wali Kota Andika tampak Suharto, ajudan Wali Kota Medan yang sempat buron saat KPK melakukan OTT, dan disebut membawa sisa uang Rp50 juta. Andi mengenakan topi hitam dan kaos biru. Dia tampak tertunduk sepanjang jalan.

Andika datang ke Kantor Wali Kota Medan sekira pukul 10.40 WIB dibawa oleh Kepala Satpol PP Kota Medan M Sofyan.

Saat tiba di Balai Kota Medan, Andika lalu diantar ke Ruang Bagian Umum di lantai dasar untuk diserahkan kepada penyidik KPK yang sedang melakukan penggeledahan.

Kepala Satpol PP Kota Medan M Sofyan membenarkan bahwa Andika menyerahkan diri. Selanjutnya, kata Sofyan, Andika diserahkan kepada tim KPK.

Menyerahkan diri dia, kemudian kita serahkan ke tim KPK. Jadi, silahkan tanya ke mereka, ujar Sofyan.

Sofyan menyebut berkomunikasi dengan Andi dan berhasil membujuk sehingga dia bersedia menyerahkan diri.

Sementara itu, kehadiran Andika sempat mengundang simpati dari bebrapa orang pegawai Pemko. Mereka iba, karena Andika hanyalah bawahan dari Dzulmi Eldin dan hingga saat ini masih berstatus honorer.

Kasihan kali si Andika. Jadi terlibat dia. Padahal honorernya dia. Coba aja kalau dia nggak lari, pasti aman dia. Karena diakan cuma menjalankan perintah atasan, ujar seorang pegawai.

Kemudian setelah 30 menit di lokasi Andika tampak diboyong KPK dengan mobil Kijang Innova berwarna hitam.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan, tak akan menghambat proses penggeledahan yang dilakukan KPK. Dia juga siap diperiksa jika KPK membutuhkan.

Ya silahkan, saya siap, kata Akhyar kepada wartawan, Jumat (18/10/2019).

Kita juga siap untuk itu. Seluruh staf Pemko juga siap mendampingi begitu juga dengan saya yang dari lapangan ditelpon disuruh ke sini dan saya hadir, terangnya.

Dalam kesempatan itu, Akhyar mengaku sampai sekarang belum ada komunikasi dengan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin yang kini telah menjadi tersangka terkait penerimaan kasus suap.

Sampai sekarang belum ada komunikasi kita juga perwakilan kita yang bertemu beliau, sebutnya. (fir/nin/pojoksumut)

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Mentan SYL: Makan sampai Habis!

katasapa.com

Gol Penalti Eki Fauji Selamatkan PSMS dari Kekalahan Lawan Persik

katasapa.com

Presiden Jokowi Tabur Bunga di Makam Bu Ani dan Pak Habibie

katasapa.com

SYL Ajak Milenial Terapkan Pola Pangan Sehat

katasapa.com

Imbangi Persik, Jafri Sastra : Kami Kecolongan, Banyak Peluang Tidak Bisa Membuat Gol

katasapa.com

Di Hadapan Kader Nasdem, Gubernur Jabar Ajak Legislatif Sejalan dengan Eksekutif

katasapa.com

Virus Hog Colera di Sumut Hanya Menyerang Babi, Belum Ditemukan Kasus Manusia Terinfeksi

katasapa.com

Daftar 8 Gelar The Minions Sepanjang 2019 Ini, Mayoritas Kalahkan Ahsan/Hendra di Final

katasapa.com

Protes Gol PSMS dan Wasit, Pelatih Persik : Kami Melihat Itu Jelas-jelas Bukan Penalti

katasapa.com

Nabung Saja Tak Cukup, Agar Keuangan Aman Lakukan Cara Ini

katasapa.com

Imbang Lawan Korea Utara, Indonesia Segel Tiket Final Piala Asia U-19

katasapa.com

Klasemen Akhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19: Tak Pernah Kalah, Indonesia Juara Grup

katasapa.com

Juventus vs AC Milan: Bukan Lagi Grande Partita, tapi Sarat Emosi

katasapa.com

Menristek Apresiasi Stem Cell dan Cangkang Kapsul Rumput Laut UNAIR

katasapa.com

Pengantar Rasa Takut

katasapa.com

Liverpool vs Manchester City: Perang Mental Dua Calon Juara

katasapa.com

Pertempuran 10 November: Amad Ingin Tembak Jatuh Pesawat Pakai Lewes

katasapa.com

Jalur Memutar dan Akses Sempit, Bus Enggan Masuk Terminal Kedung Cowek

katasapa.com

Vivo V17 Pro Menang Banyak Kamera, Sisanya Tanggung

katasapa.com

Komisi XI DPR Minta Jokowi Awasi Kebijakan Menkeu Soal Cukai Rokok

katasapa.com

Di Acara Resepsi, Delon Nyanyikan Lagu Spesial Hadiah Bos Nagaswara

katasapa.com

Kunci Mendominasi Ganda Putra Dunia, Marcus: Kami Menikmati Permainan

katasapa.com

Bartender, Sales, Entertainer, Perawat, dan Guru Profesi yang Rentan Perselingkuhan

katasapa.com

Peringati Hari Pahlawan di Makoopsau II, Kas Koopsau Bacakan Sambutan Menteri Sosial

katasapa.com

Stem Cell dan Cangkang Kapsul Rumput Laut Produk Unair, Ini Apresiasi Menristek

katasapa.com

Keberhasilan Studi di Perguruan Tinggi: Bantu Orang Lain untuk Bantu Diri Sendiri

katasapa.com

Diguyur Hujan Abu Merapi, Warga Tlogolele Boyolali Diminta Pakai Masker

katasapa.com

Grebeg Mulud Solo: 2 Gunungan Simbolkan Tugas Laki-Laki dan Perempuan, Apa Itu?

katasapa.com

Di Jepara, Penghuni Indekos Dites HIV

katasapa.com

Gara-Gara Limbah Pabrik PT RUM Sukoharjo, Warga Ini Terpaksa Jual Rumah dan Pindah