Juru Damai

kataSAPA.com

Oleh Dahlan Iskan

Suami-istri ini dapat kejutan: diundang ke Gedung Putih. Padahal mereka keluarga biasa. Orang Inggris pula.

Kejutan berikutnya: mereka diminta masuk ke ruang oval ruang kerja Presiden Donald Trump.

Lalu terkejut lagi: ditemui Presiden Amerika itu secara khusus. Secara pribadi.

Setelah itu mereka tetap terkejut kali ini diikuti rasa tertekan.

Nama sang istri: Charlotte Charles Dunn (42 tahun). Nama suami: Tim Dunn (50 tahun).

Hari itu Presiden Trump ternyata ingin jadi juru damai. Agar suami-istri tersebut tidak marah lagi kepada seorang wanita warga Amerika Serikat. Yang menabrak anak lelakinya. Sampai meninggal dunia.

Wanita itu bernama: Anne Sacoolas, 44 tahun. Mengaku istri seorang diplomat Amerika di Inggris.

Malam itu Ny Sacoolas selesai berkunjung ke sebuah tempat di Oxford. Di luar kota kecil Oxford. Dua jam dari London.

Tempat ini dikenal sebagai basis salah satu cabang kemiliteran.

Ny Sacoolas mengemudikan mobil Volvo XC90. Sebuah SUV. Menyusuri jalan keluar dari komplek militer. Menuju jalan raya. Yang tidak pernah ramai dengan lalu-lintas.

Saya pernah melewati jalan ini. Mengendarai mobil sendiri. Hanya beberapa hari setelah kejadian itu.

Hari itu saya dari Southampton ke Oxford. Tidak langsung masuk kota. Mampir dulu ke satu lembaga riset. Milik Universitas Ershad. Yakni universitas terbesar Iran. Yang buka cabang di Oxford.

Ini bukan jalan besar yang ada pemisah jalur. Ini jalan dua arah yang hanya dipisahkan garis putih.

Sang wanita akan pulang ke rumahnya dekat London.

Keluar dari komplek militer itulah Ny Sacoolas belok kanan. Sepi. Ia terus mengemudi di jalur kanan. Seperti kebiasaannya di Amerika.

Rupanya ia lupa: ini di Inggris. Pakai jalur kiri. Seperti di Indonesia atau Jepang.

Wanita itupun asyik terus melaju di jalur yang salah. Tak lama kemudian terjadilah ini: sepeda motor Kawasaki datang dari arah yang benar. Terjadilah tabrakan. Secara frontal. Pengemudi motor pun terbang. Terpelanting. Tewas.

Namanya: Harry.

Umur: 19 tahun.

Baru tamat SMA. Mau masuk universitas.

Harry itulah anak lelaki pasangan Charlotte-Tim.

Bulan Agustus adalah musim orang mengendarai motor di Inggris. Juga di Amerika atau Eropa. Malam hari tidak sepanas siang.

Harry penggemar sepeda motor. Sudah menjelajah ke banyak wilayah di Inggris. Ia juga juga suporter sepak bola.

Tiga hari setelah kecelakaan itu pertandingan sepak bola di kota kecil itu dihentikan sejenak. Untuk mengenang almarhum Harry.

Saya mengikuti terus perkembangan kejadian itu. Dari hari ke hari.

Drama yang lain terjadi pula. Jasad Harry itu ditemukan atas pengaduan pengguna jalan. Ny Sacoolas sendiri tidak menghentikan mobilnya. Terus melaju ke rumahnya.

Polisi akhirnya menemukan siapa penabrak sepeda motor tersebut. Lalu memeriksanya. Kepada polisi Ny Sacoolas berjanji untuk kooperatif. Dan tidak akan meninggalkan Inggris.

Ternyata Ny Sacoolas terbang pulang ke Amerika. Menggunakan fasilitas diplomatik. Bahkan ia merasa tidak harus mempertanggungjawabkan kejadian itu menggunakan prinsip kekebalan diplomatik.

Inggris heboh. Politisi pun ribut bersuara. Pun Perdana Menteri Inggris Boris Johnson merasa harus ikut turun tangan.

Di Inggris dibuka tagar khusus. Untuk pengumpulan dana. Usaha apa pun akan ditempuh. Untuk membuat Sacoolas kembali ke Inggris.

Charlotte sendiri terus mengimbau agar Ny Sacoolas mempertanggungjawabkan perbuatannya. Anda kan juga seorang ibu. Tentu bisa merasakan bagaimana kehilangan anak, ujar Charlotte kepada media.

Tapi Charlotte juga tahu Ny Sacoolas sudah terbang ke Amerika. Saya masih berharap suatu saat nanti bisa bertatap muka dengan ibu itu, tambahnyi.

Apa yang akan dia lakukan kalau bisa bertemu Ny Sacoolas?

Hanya ingin mengutarakan perasaan seorang ibu yang kehilangan anak, katanyi.

Meski menggunakan hak kekebalan diplomat, suami Ny Sacoolas bukan diplomat yang bekerja di kedutaan atau di Kemenlu. Jonathan Sacoolas adalah pegawai negeri di Angkatan Udara Amerika. Mungkin sekali ia seorang intelejen. Rupanya kerjasama dua negara membuat Ny Sacoolas ke komplek RAF malam itu.

BoJo pun -Boris Johnson berjanji akan menyinggung soal kematian Harry kepada Trump. Rupanya BoJo benar-benar menepati kata-katanya -menghubungi penguasa Gedung Putih.

Maka suami-istri itu pun ke Amerika. Sama sekali tidak mengira seorang presiden Amerika mengundangnya ke ruang ovalnya.

Lebih tidak menyangka lagi akan ada adegan berikut ini: diminta bisa bertemu Ny Sacoolas di ruang itu. Untuk menyelesaikan persoalan mereka.

Charlotte mengaku kaget ketika diberitahu bahwa Ny Sacoolas sudah ada di Gedung Putih juga. Sudah siap untuk ke ruang oval saat itu juga.

Charlotte terdiam sesaat.

Kali ini Trump yang seharusnya terkejut: Charlotte menolak dipertemukan dengan pembunuh anaknya di tempat dan di suasana seperti itu.

Charlotte merasa seperti ditodong senjata.

Lalu pamit.

Saat salaman pamitan itulah Charlotte mengatakan kepada Trump: Saya berharap Mr Presiden juga bisa merasakan apa yang dirasakan seorang ibu ketika anaknyi tewas.

Trump menurut Charlotte menjawab: ia bisa merasakannya.

Lalu mengeratkan salamannya dan penepuk tangan wanita itu.

Ny. Charlotte mengatakan dirinyi tetap ingin bertemu Ny Sacoolas. Tapi harus di Inggris. Dan harus atas kesukarelaan Ny Sacoolas.

Hati wanita yang lembut bisa lebih keras dari chassis mobil Volvo.

Belakangan begitu banyak yang harus didamaikan oleh Trump. Sebagian besar menyangkut permusuhannya sendiri: lihat daftar ini.

  • Dengan Nancy Pelosi, ketua DPR yang kemarin walk out dari pertemuan yang diprakarsainya.
  • Dengan ketua tim impeachment atas dirinya.
  • Korut, Iran, Syiria, Venezuela, dan batu besarnya: Tiongkok.
  • Banyak lagi.

Trump sudah menggunakan kehebatan kekuasaannya.

Dengan yang besar-besar itu belum bisa damai juga.

Dengan yang kecil tadi tidak berhasil pula.

Hati wanita memang lembut. Selembut debu gurun Gobi. Tapi bila sudah masuk mata bisa bikin sakit yang tak terobati. (Dahlan Iskan)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Guyonan dan Kegelisahan

katasapa.com

Kerusuhan Rasial di AS dari Masa ke Masa

katasapa.com

Kisah Radio Kampus di AS: Tetap Bertahan 'Mengudara' di Tengah Pandemi

katasapa.com

Berujung Ancaman Pembunuhan, Pemerintah Sayangkan Diskusi Soal Pemakzulan Gagal

katasapa.com

GUARDIAN RAYA BEAUTY OFFER – DISKON hingga 40% untuk Produk Pilihan

katasapa.com

Promo ADA PASAR SWALAYAN Katalog JSM periode 30-31 Mei 2020

katasapa.com

Pecatan TNI Ditahan Gegara Bikin Surat Terbuka Minta Presiden Jokowi Mundur

katasapa.com

Dalam 3 Hari, 2 PDP di Sragen Meninggal Dunia, Hasil Tes Swab Belum Keluar

katasapa.com

5 Tersangka Curanmor di Wonogiri Ternyata Residivis, Sudah 7 Kali Beraksi

katasapa.com

Viral Koran Solopos Jadi Dekorasi Kamar Estetik, Bisa Tidur Sambil Ngisi TTS & Cari Loker

katasapa.com

Sah! Aturan Pembukaan Kembali Rumah Ibadah Ditetapkan, Ini Isinya

katasapa.com

New Normal di SD Swasta di Solo, Separuh Siswa Masuk Pagi, Separuh Siang

katasapa.com

Tak Sampai Semenit, 5 Residivis Pelaku Curanmor di Wonogiri Gondol Motor Incaran

katasapa.com

102 Kabupaten/Kota Zona Hijau Covid-19 Segera Terapkan New Normal, Jateng Cuma Tegal

katasapa.com

Mau Gelar Pernikahan di Rumah Ibadah? Cek Dulu Persyaratannya

katasapa.com

Hidup Berdamai dengan Covid-19

katasapa.com

Mengkhawatirkan, 13 Orang Reaktif saat Rapid Test di Pasar Tradisional Kota Solo

katasapa.com

Pengakuan Residivis Pelaku Curanmor di Wonogiri: Nganggur, Butuh Uang Buat Makan

katasapa.com

13 Reaktif Rapid Test di Pasar Tradisional Kota Solo, Mayoritas Pedagang Pasar

katasapa.com

5 Tips Memilih Apartemen untuk Staycation

katasapa.com

Cantik! Desain MAJT Magelang Dilengkapi Piramida Melengkung

katasapa.com

Trending #UNSBohong Gegara Klaim Kuliah Daring Efektif, Ini Jawaban Rektor UNS Solo

katasapa.com

Dekorasi Kamar Pakai Koran Solopos Viral, Pembuatnya Pelajar Asal Klaten

katasapa.com

Sebelum Buka Kembali, Pengurus Rumah Ibadah Wajib Urus Surat Keterangan Aman Covid-19

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 31 Mei 1293, Majapahit Mengalahkan Mongol

katasapa.com

Ini Bedanya Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul Menurut Anak Indigo…

katasapa.com

Moment RAFI 2020, Layanan Data Telkomsel Alami Peningkatan

katasapa.com

Mulai Hari ini Objek Wisata Keraton Kasepuhan, Goa Sunyaragi, dan Makam Sunan Gunung Jati Dibuka Kembali

katasapa.com

Tren Kopi Susu Literan, Lebih Hemat dan Bisa Untuk Hampers

katasapa.com

PSI Bandung Ingatkan Jangan Lalai Berikan Bansos

katasapa.com

Arsenal Segera Lepas David Luiz Kembali ke Benfica