Pemberantasan Korupsi, Jokowi-Ma’ruf Amin Akan Terus Ditagih Keseriusannya

kataSAPA.com

JAKARTA Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam narasi pidatonya kerap menyampaikan ingin memperkuat kinerja pemberantasan korupsi. Namun, di ujung masa pemerintahan jilid pertama, Jokowi tersandra dengan revisi UU Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

Narasi penguatan kinerja pemberantasan korupsi pun dipertanyakan untuk periode kedua. Jokowi dengan Wakil Presiden Maruf Amin dinilai akan selalu ditagih dengan keseriusannya dalam isu pemberantasan korupsi.

Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengharapkan, pemerintahan Jokowi pada periode kedua dapat tegas pada isu pemberantasan korupsi. Terlebih, adanya revisi UU KPK membuat Jokowi harus bersikap tegas dengan masifnya desakan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk menganulir UU KPK hasil revisi.

Pekerjaan rumah Jokowi ke depan adalah menyangkut keberpihakan terhadap proses pemberantasan korupsi. Ini yang perlu kita tagih lagi kepada Jokowi, intinya serius enggak mau berantas korupsi, kata Refly kepada Jumat (18/10).

Hadirnya UU Nomor 19/2019 tentang KPK, kata Refly, kinerja KPK khususnya akan lebih jauh tertantang. Karena terdapat sejumlah pasal dalam UU KPK hasil revisi yang berpotensi melemahkan kinerja lembaga antirasuah.

Refly menjelaskan, potensi pelemahan terhadap kinerja KPK seperti harus adanya dewan pengawas, komisioner KPK yang bukan lagi sebagai penyidik dan penuntut umum, hingga pegawai KPK berada di rumpun eksekutif. Hal ini yang tak lagi menjadikan KPK sebagai lembaga independen.

Sekarang yang kita tunggu adalah budaya di KPK, apakah budaya yang da di KPK itu masih bisa bertahan di tengah hukum tertulis yang melemahkan, itu aja yang kita tunggu, ucap Refly.

Selain tersandra dengan isu pemberantasan korupsi, kata Refly, Jokowi pun akan dipertanyakan terkait proses pemidanaan lembaga pemasyarakatan. Sebab pada era pertama pemerintahan Jokowi, terdapat sejumlah napi koruptor yang memiliki sel mewah di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas), khusunya terkait ini di Lapas Sukamiskin.

Akibat hal ini, lanjut Refly, tidak ada yang takut melakukan tindak pidana. Karena pemerintahnya sendiri tidak mempunyai prioritas untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Jadi orang enggak takut lakukan tindak pidana walau dipenjara, tapi seperti di hotel saja bisa keluar-keluar, terang Refly.

Oleh karenanya, Jokowi pun harus memastikan kredibilitas kepolisian, kejaksaan dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk dapat terus mengoreksi terkait persoalan Lapas. Hal ini pun semata untuk menurunkan kapasistas yang berlebihan terhadap orang-orang yang terjerat kasus hukum.

Karena itu hulu dan hilirnya penting, tiga institusi penting untuk memastikan kredibilitasnya, seperti kepolisian kejaksaan dan Kemenkumham, terutama yang terkait dengan Lapas, ujar Refly.

Itu PR hukum terbesar dari sisi penegakan, dari sisi pencegahan terutama untuk kasus korupsi, Presiden harus memimpin langsung menerintahkan untuk membuat sistem pencegahan yang baik di masing-masing lembaga jangan semua diserahkan kepada KPK, tegasnya.

Pernyataan senada pun dilontarkan oleh Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Feri Amsari. Menurutnya, persoalan hukum sangat lemah pada pemerintahan Jokowi jilid pertama. Akademisi Universitas Andalas ini pun mengharapkan, Jokowi dapat memprioritaskan terkait persoalan hukum.

Feri menyebut, Jokowi hanya melihat proses hukum sebagai alat yang membuat mereka terkekang daripada sebagai alat untuk mengendalikan perilaku menyimpang dan menertibkan kehidupan. Sehingga kerap menerbitkan aturan yang menghambat agenda penegakkan hukum.

Seringkali keluar pernyataan peraturan yang menghambat. Padahal secara kewenangan pemerintahan Jokowi punya kewenangan untuk menata peraturan menjadi lebih baik lagi, ujar Feri.

Atas kelemahan pemerintahan dalam bidang hukum, kata Feri, Jokowi harus mampu membentuk tim yang kuat dalam bidang hukum. Hal ini dilakukan agar Nawa Cita dan visi misi Jokowi betul-betul dapat diwujudkan dalam bidang hukum.

Agenda penegakkan hukum harus menjadi prioritas Jokowi-Maruf untuk periode kedua, pungkasnya. (jpg/fajar)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

86 Desa Di Klaten Tahan Pencairan BLT Dana Desa, Ada Apa?

katasapa.com

Lirik Lagu Getun Mburi - Happy Asmara feat Denny Caknan

katasapa.com

Hasil Tes Swab Massal, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah Satu Lagi

katasapa.com

DPRD PSI Setanah Air Potong Gaji, Beli APD Bantu Tenaga Medis Di Puskesmas

katasapa.com

Peduli Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Renville Napitupulu Serahkan KTP Dody Purba dan 50 Karung Beras

katasapa.com

Banyak Kasus Covid-19 Baru Muncul, PSI Bangli Sumbang Face Shield dan Masker Medis ke Puskesmas

katasapa.com

Grace Anastasia: New Normal Pilihan Yang Paling Realistis, Menang Tanpa Bertarung Metro Bali Metro Bali

katasapa.com

Wonderkid Liverpool Tolak Real Madrid Gara-gara Sergio Ramos

katasapa.com

Gladbach Menang 4-1 Atas Union Berlin Berkat Umpan Pendek-pendek

katasapa.com

Arturo Vidal Incar Gelar Ke-9 Berturut-turut Bersama Barcelona

katasapa.com

Fahrudin Mustafic, Berawal dari Piala AFF Hingga Jatuh Cinta ke Persija

katasapa.com

Syamsir Alam: Saya Kecewa dengan Diri Sendiri

katasapa.com

Arturo Vidal Incar Gelar Liga Kesembilan Beruntun

katasapa.com

Karena Tottenham, Kieran Trippier Tak Bermain di Tujuh Laga Musim Ini

katasapa.com

Kabar Terbaru Marek Jankulovski, Bek Sayap yang Tak Mau Bertahan

katasapa.com

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Momen Penting Pertama Kali Sepak Bola Masuk Indonesia

katasapa.com

Kieran Trippier Senang Bisa Dilatih oleh Diego Simeone

katasapa.com

Shin Tae-yong Buka Suara ke Media Korsel Soal Kabar Gajinya Belum Dibayar

katasapa.com

Swansea Hampir Dapatkan Alphonso Davies dengan Harga 3 Juta Pounds

katasapa.com

Ferry Paulus: Persija Mau Melanjutkan Kompetisi Jika Seperti Jerman

katasapa.com

Kabar Baik! Premier League Konfirmasi Tak Ada Tambahan Kasus Positif Covid-19

katasapa.com

Mental Pemain Indonesia Ciut di Markas Lawan Karena Ogah Main di Luar

katasapa.com

Rezaldi Hehanusa Pernah Jadi Striker dan Top Skorer Sebelum ke Persija

katasapa.com

Christian Vieri: Saya Datang ke Inter karena Ingin Bermain dengan Ronaldo

katasapa.com

Lebih Enak Jadi Host TV atau Pesepak Bola, Ini Kata Syamsir Alam

katasapa.com

Alessandro Florenzi Siap Berikan yang Terbaik untuk Valencia

katasapa.com

Alfin Tuasalamony Nyaris Bunuh Diri Ketika Kakinya Patah Kecelakaan

katasapa.com

Lucu, Diego Michiels Alami Kecelakaan Tapi Dokternya Malah Minta Foto

katasapa.com

Febri Hariyadi Jadi Bidikan Utama Raksasa Thailand, Muangthong United

katasapa.com

Tottenham Jadikan Stefan Savic Sebagai Suksesor Vertonghen