Kasus Bom Diri di Mapolrestabes Medan, Total 26 Tersangka di Sumut

kataSAPA.com

Jumlah terduga teroris yang masuk dalam kelompok jaringan teroris yang melakukan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, makin bertambah.

Ini setelah Tim Densus 88 dan Tim Gabungan Polda Sumut mengamankan tiga orang lainnya, berinisial C, B dan HI dari dua lokasi berbeda.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menyebutkan ketiganya memiliki peran berbeda dalam rangkain teror ini.

Agus menyebut C merupakan bendahara dari kelompok ini, sementara B dan HI memilik ketrampilan untuk merangkai bom. B dan HI ini adalah dua orang yang akan berjanji ketemu dengan tiga pelaku yang kemarin kita amankan di kawasan Hamparan Perak, ujar Agus saat meninjau langsung Disposal di yang dilakukan di lahan perkebunan PTPN II Helvetia, Jalan Sei Bedera Jatian, Pasar III Lori, Dusun 20, Desa Kelumpang Kebon, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, Senin (18/11) sore.

Dia menjelaskan kedua tersangka B dan HI diamankan di daerah Belawan, sedangkan C dibawa Kepling untuk menyerahkan diri ke Polda Sumut.

Agus mengungkapkan bahwa dari hasil interogasi petugas terhadap B dan HI memiliki ketrampilan merangkai bom. Jadi, hingga saat ini ada 26 tersangka kita amankan. Dimana, 5 berada di Mako Brimob dan 15 berada di Polda Sumut. Untuk yang tiga lagi masih dalam pemeriksaan petugas, jelas Kapolda.

Kelompok ini, kata Agus cukup profesional, menurut Agus. Pasalnya, masing-masing dari mereka memiliki peran berbeda, mulai dari perekrut, perakit bom, bendahara dan eksekutor. Guru spiritual pelaku, yang juga sudah diamankan diduga kuat sebagai perekrut. Mereka kemudian diduga dipaparkan paham radikal melalui pengajian-pengajian eksklusif dan tertutup.

Beberapa dari mereka juga terdeteksi mengunjungi dan berkomunikasi dengan narapidana teroris (napiter) yang mendekam di lapas-lapas di Sumut.

Sementara itu, dalam disposal atau pemusnahan barang bukti berupa dua bom dan sejumlah bahan kimia yang terkait dengan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, 13 November kemarin.

Pemusnahan ini dilakukan dengan meledakkan dua bom rakitan yang masih aktif. Sementara bahan kimia, seperti serbuk pupuk, potasium dan belerang dimusnahkan dengan cara dibakar. Adapun pemusnahan ini dilakukan di areal perkebunan tebu milik PTPN II di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, Senin (18/11).

Yang kita musnahkan ada dua barang bukti. Yakni dua bom aktif dan satu lagi bahan-bahan peledak, jelas Agus.

Pemusnahan bahan peledak dari jaringan teroris bom bunuh diri di Medan.

Dua bom tersebut merupakan hasil penggeladan polisi dan Densus 88 Antiteror di rumah Yanto, yang diduga sebagai salah satu rekan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, RMN. Dua bom yang ditemukan itu ada dua jenis, yakni bom pipa dan satu lainnya dirakit dengan kaleng cat.

Sempat dibuang oleh jaringan pelaku ke sungai, tapi berhasil ditemukan petugas kemarin, ungkapnya.

Dua bom yang musnahkan itu sudah lengkap dan siap diledakkan. Yanto sendiri diduga sebagai perakit bom. Dari rumahnya juga ditemukan bahan-bahan peledak yang juga dimusnahkan itu.

Masih ada barang bukti lain yang diamankan petugas, antara lain panah beracun, senjata api rakitan dan beberapa pipa berisi bahan kimia yang kedua ujungnya telah dicor dengan semen. Petugas masih belum memusnahkan pipa-pipa itu karena masih dalam tahap pemeriksaan oleh petugas labfor. (nin/pojoksumut)

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Kaleidoskop 2019: Nobar Adegan Mesum hingga Lempar Sperma Bikin Heboh Warga Tasikmalaya

katasapa.com

Saat Musim Hujan, Kalong Jadi Penyebab Listrik Padam di Pulau Bawean Gresik

katasapa.com

Ada Batman hingga Wonder Woman di Parfum Milenial

katasapa.com

Hukuman Mati Bagi Koruptor, Mungkinkah?

katasapa.com

WINGSTOP BIRTHDAY SURPRISE – Paket Spesial Khusus untuk Kalian yang BERULANG TAHUN di bulan DESEMBER 2019

katasapa.com

TOKOPEDIA Promo Bayar Kebutuhan Bulanan, CASHBACK hingga Rp 100 Ribu*!

katasapa.com

STAR DEPARTMENT STORE Promo GRATIS STAR Gift Voucher senilai Rp50.000 dengan Kartu BNI

katasapa.com

Perolehan Medali SEA Games 2019: Indonesia Disalip Vietnam dan Thailand

katasapa.com

Hujan Angin, Bapak-Anak Tertimpa Pohon Tumbang di Wedi Klaten

katasapa.com

CEO Baru Bukalapak Rachmat Kaimuddin, Teman AHY dan Orang Dekat Bosowa

katasapa.com

Penurunan Kualitas Air Permukaan

katasapa.com

Pilkada Solo: Rudy Sebut Kader Yang Mendaftar ke DPD Tidak Tahu Aturan

katasapa.com

Terungkap, Kebijakan Ari Askhara yang Bikin Awak Garuda Indonesia Diopname

katasapa.com

Menangi Pilkades Antarwaktu, Heri Gunawan Pimpin Desa Kadilangu Baki Sukoharjo

katasapa.com

Pilkada Klaten: Punya Pesaing, Sri Mulyani Tetap Pede Dapat Rekomendasi DPP

katasapa.com

Gaji Sebagian Pamong Desa di Wonogiri Turun, Ini Alasannya

katasapa.com

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Cegah Korupsi

katasapa.com

Penyelundupan Harley Davidson di Garuda Indonesia, KPK Turun Tangan

katasapa.com

Pilkada Sragen: 11 Legislator PDIP Mendaftar Cawabup Via DPD

katasapa.com

Sejarah Hari Ini: 10 Desember 1510, Portugal Kuasai Goa India

katasapa.com

BMKG : Awal Musim Hujan Waspadai Angin Besar dan Sambaran Petir

katasapa.com

Cirebon Sebagai Pilot Project Sistem E-Retribusi Pakai QRIS

katasapa.com

Meningkatkan Kualitas Layanan, Dengan LinkAja Pedagang Pasar Gunung Sari Dapat Membayar Retribusi Secara Non Tunai

katasapa.com

Jadi Sarana Edukasi, Pangkalan TNI AL Cirebon Gelar Pameran Alutsista

katasapa.com

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme, Komunitas Sobat Anak dan Inspiration House Cirebon Gelar Nonton Bareng Film Susi Susanti Love All

katasapa.com

Kasus Pengeroyokan Siswa Setingkat SMP di Kota Cirebon, Ini Penjelasannya

katasapa.com

KRI Teluk Cirebon Bersandar di Dermaga Linggarjati Pelabuhan Cirebon, Open Ship Tiga Hari

katasapa.com

The NextDev Summit 2019 Dorong Kolaborasi Berbasis Teknologi, Akselerasikan Ekosistem Digital di Indonesia

katasapa.com

Prediksi Chelsea vs Lille, Liga Champions 11 Desember 2019

katasapa.com

Aubameyang Beri Ljungberg Kabar Buruk Jelang Laga