Kisah Ibu-Anak Tinggal Berteman Sampah dan Lalat di Kios Pasar Simo Boyolali

kataSAPA.com

Solopos.com, BOYOLALI -- Dulu bangunan dekat area pembuangan sampah Pasar Simo di Desa Pelem, Kecamatan Simo, Boyolali, itu adalah deretan kios. Namun, kini sebagian besar kios itu sudah tidak dipakai.

Hanya ada satu kios yang tampak ada aktivitas. Bukan untuk berjualan melainkan untuk tempat tinggal.

Pintu rolling-nya terbuka sebagian ke atas. Di sekitar pintu itu berbagai barang bekas berserakan. Di bagian dalam ada kasur, televisi, dan sejumlah perabot.

Kios itu dihuni seorang ibu, Sri Marfuah, 50, dan dua anaknya, Novitasari, 10, dan Yulianti. Mereka tengah duduk-duduk di kios itu saat didatangi Solopos.com bersama Camat Simo Joko Prihanto dan Kapolsek Simo AKP Bambang Rusito Muryono, Kamis (21/11/2019).

Mulai 2020, Pengangguran Digaji Pemerintah Hingga Rp7 Jutaan

Bau busuk sampah terasa lekat di lokasi itu. Belum lagi lalat yang beterbangan. Namun, Sri Marfuah dan anaknya sepertinya sudah terbiasa sehingga tak menghiraukannya.

Kondisi bagian dalam kios yang dihuni ibu dan dua anaknya di Pasar Simo, Boyolali, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Tamara Geraldine)
Kondisi bagian dalam kios yang dihuni ibu dan dua anaknya di Pasar Simo, Boyolali, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Tamara Geraldine)

Mereka sudah akrab berteman dengan bau sampah dan jutaan lalat di sekitar tempat tinggal mereka. Aroma seperti ini sudah biasa saya cium, ucap Novitasari.

Hari itu Novitasari tidak bisa mengikuti pelajaran di SDN Jaweng 2, Simo, Boyolali, lantaran giginya sakit. Di dalam kios berukuran 2,5 meter x 3 meter itu, selain Novitasari dan ibunya, juga tinggal kakaknya, Yulianti.

Aula SMKN 1 Miri Sragen Ambruk, 3 Siswa Jalani Operasi di RS Karima Utama Kartasura

Keluarga itu sudah 12 tahun tinggal di dalam kios Pasar Simo itu. Bau sampah dan hewan liar sudah jadi kawan sehari-hari. Ular dan tikus pun kerap masuk di dalam kios tersebut.

Kalau ada ular atau tikus masuk, ibu yang mengusir, ujarnya.

Sri Marfuah beraktivitas sebagai pembantu umum di Pasar Simo, Boyolali. Ia sering menyapu dan membuang sampah di seluruh kios di pasar tersebut.

Penghasilanya kadang mendapatkan Rp20.000 hingga Rp30.000 per hari. Uang itu sering saya belikan makanan untuk kebutuhan rumah. Hari ini anak saya yang kedua tidak sekolah karena sakit. Alhamdulilah saya dan kedua anak saya mendapatkan bantuan rumah dari Pak Camat Simo, kata Sri.

Fadli Zon Tuding Pemerintah Jokowi Oligarki, Najwa Shihab: Berani Kritik Prabowo?

Camat Simo, Joko Prihanto, mengatakan Sri Marfuah merupakan warga Ngaliyan, Kecamatan Simo, Boyolali. Jadi ibu Sri Marfuah itu sebenarnya warga Desa Ngaliyan, ia terusir dari keluarganya. Saat ini yang mereka tinggali adalah kios pasar yang mangkrak, kata dia.

Joko mengatakan Sri memiliki gejala gangguan mental, namun dia bisa bekerja di Pasar Simo. Beberapa warga kerap memberikan bantuan sembako kepada Sri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kami bekerja sama dengan sejumlah sukarelawan akan berusaha membantu membelikan tanah yang layak untuk mereka bertiga. Sementara ini kami akan pindahkan mereka ke bekas TK Kemala Bhayangkari Simo. Bangunan TK tersebut layak untuk ditinggali, selain itu kami akan berikan perabotan rumah tangga untuk mereka, ujarnya.

katasapa.com

Kaleidoskop 2019: Nobar Adegan Mesum hingga Lempar Sperma Bikin Heboh Warga Tasikmalaya

katasapa.com

Saat Musim Hujan, Kalong Jadi Penyebab Listrik Padam di Pulau Bawean Gresik

katasapa.com

Ada Batman hingga Wonder Woman di Parfum Milenial

katasapa.com

Hukuman Mati Bagi Koruptor, Mungkinkah?

katasapa.com

WINGSTOP BIRTHDAY SURPRISE – Paket Spesial Khusus untuk Kalian yang BERULANG TAHUN di bulan DESEMBER 2019

katasapa.com

TOKOPEDIA Promo Bayar Kebutuhan Bulanan, CASHBACK hingga Rp 100 Ribu*!

katasapa.com

STAR DEPARTMENT STORE Promo GRATIS STAR Gift Voucher senilai Rp50.000 dengan Kartu BNI

katasapa.com

Perolehan Medali SEA Games 2019: Indonesia Disalip Vietnam dan Thailand

katasapa.com

Hujan Angin, Bapak-Anak Tertimpa Pohon Tumbang di Wedi Klaten

katasapa.com

CEO Baru Bukalapak Rachmat Kaimuddin, Teman AHY dan Orang Dekat Bosowa

katasapa.com

Penurunan Kualitas Air Permukaan

katasapa.com

Pilkada Solo: Rudy Sebut Kader Yang Mendaftar ke DPD Tidak Tahu Aturan

katasapa.com

Terungkap, Kebijakan Ari Askhara yang Bikin Awak Garuda Indonesia Diopname

katasapa.com

Menangi Pilkades Antarwaktu, Heri Gunawan Pimpin Desa Kadilangu Baki Sukoharjo

katasapa.com

Pilkada Klaten: Punya Pesaing, Sri Mulyani Tetap Pede Dapat Rekomendasi DPP

katasapa.com

Gaji Sebagian Pamong Desa di Wonogiri Turun, Ini Alasannya

katasapa.com

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Cegah Korupsi

katasapa.com

Penyelundupan Harley Davidson di Garuda Indonesia, KPK Turun Tangan

katasapa.com

Pilkada Sragen: 11 Legislator PDIP Mendaftar Cawabup Via DPD

katasapa.com

Sejarah Hari Ini: 10 Desember 1510, Portugal Kuasai Goa India

katasapa.com

BMKG : Awal Musim Hujan Waspadai Angin Besar dan Sambaran Petir

katasapa.com

Cirebon Sebagai Pilot Project Sistem E-Retribusi Pakai QRIS

katasapa.com

Meningkatkan Kualitas Layanan, Dengan LinkAja Pedagang Pasar Gunung Sari Dapat Membayar Retribusi Secara Non Tunai

katasapa.com

Jadi Sarana Edukasi, Pangkalan TNI AL Cirebon Gelar Pameran Alutsista

katasapa.com

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme, Komunitas Sobat Anak dan Inspiration House Cirebon Gelar Nonton Bareng Film Susi Susanti Love All

katasapa.com

Kasus Pengeroyokan Siswa Setingkat SMP di Kota Cirebon, Ini Penjelasannya

katasapa.com

KRI Teluk Cirebon Bersandar di Dermaga Linggarjati Pelabuhan Cirebon, Open Ship Tiga Hari

katasapa.com

The NextDev Summit 2019 Dorong Kolaborasi Berbasis Teknologi, Akselerasikan Ekosistem Digital di Indonesia

katasapa.com

Prediksi Chelsea vs Lille, Liga Champions 11 Desember 2019

katasapa.com

Aubameyang Beri Ljungberg Kabar Buruk Jelang Laga