Pasar Masih Cemas, Presiden Jokowi Diminta Genjot Tim Ekonomi

kataSAPA.com

Pasar masih harap-harap cemas menunggu perubahan dari Pemerintah. Pasalnya, jelang akhir tahun 2019, kinerja Tim Ekonomi Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menujukan kinerja yang memuaskan.

Kondis itu diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi INDEF Andri Satrio Nugoroho. Menurutnya ada sejumlah poin yang bisa dibaca dari belum tercapainya target penerimaan negara.

Pertama, adanya pelemahan daya beli yang bisa dilihat dari rendahnya realisasi pendapatan pajak PPN Dalam Negeri yang turun 2,4 persen (Januari Oktober) atau lebih dibandingkan periode sama di tahun lalu.

PPN dalam negeri ini merupakan kontributor terbesar terhadap penerimaan pajak, kata Andri kepada wartawan, Minggu, (1/12).

Faktor kedua, lanjut Andri, adanya pelemahan industri domestik yang terlihat dari PPh badan yang turun sebesar 0,7 persen. Lebih detil, sektor dengan kontribusi penerimaan pajak terbesar yaitu industri pengolahan turun sebesar 3,5 persen. Sektor yang mendukungnya seperti perdagangan juga tumbuh rendah sebesar 2,5 persen.

Secara makro, kombinasi rendahnya daya beli domestik dan melemahnya industri dalam negeri mampu menurunkan penerimaan pendapatan dari pajak secara signifikan, ujarnya.

Terkait dengan inflasi yang masih rendah saat ini, menurut Andir, tetap masih belum meningkatkan daya beli masyarakat. Ini terlihat dari upah riil yang masih stagnan.

Di sisi lain, industri masih melihat apakah ada perubahan regulasi dalam tahun transisi saat ini. Ditambah juga melihat kondisi global saat ini yang masih belum memberikan kepastian mengenai belum turunnya tensi perang dagang.

Ini yang menahan kemampuan untuk ekspansi bisnisnya, katanya.

Lebih lanjut, Andri tidak mau masuk terlalu jauh mengenai kinerja para menteri Jokowi. Namun dia menyesalkan keberadaan menteri-menteri di periode lalu yang tak memiliki kompetensi sesuai dengan kementerian yang dipimpin.

Kemarin cukup menyesal karena beberapa jabatan strategis diisi oleh parpol non latar belakang sesuai dengan kementerian, kata Andri.

Untuk diketahui, jajaran tim ekonomi kabinet kali ini justru dipimpin oleh petinggi partai politik, Airlangga Hartarto. Pada periode lalu, ia menjabat Menteri Perindustrian.

Saat masih dipimpin Airlangga, Kementerian itu secara terbuka mengakui investasi di industri pengolahan nonmigas (manufaktur) hanya mencapai Rp 226,18 triliun sepanjang 2018, atau merosot 17,69 persen dari capaian tahun 2017 sebesar Rp 274,8 triliun.

Di sisi lain, secara politik, Airlangga kini dihadapkan dengan perhelatan Munas Partai Golkar yang dipimpinnya. Tentu ini menyita waktu dan fokus bagi sang menteri.

Terkait penerimaan negara sendiri, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi penerimaan pajak hingga Oktober 2019 baru mencapai Rp 1.173,9 triliun atau hanya 65,7 persen dari target APBN 2019. Itu disampaikan dalam rapat dengan DPR pada 18 Nopember lalu.

Realisasi defisit APBN mencapai 1,8 persen terhadap PDB. Padahal disain defisit di APBN adalah 1,84 persen atau hanya tersisa ruang defisit 0,4 poin.

katasapa.com

Berdaya dari Pekarangan

katasapa.com

Unicef Peringatkan Risiko Pembukaan Sekolah Era New Normal Indonesia

katasapa.com

Nekat Manipulasi Data PPDB, Calon Siswa Baru SMA Sukoharjo Siap-Siap Dicoret

katasapa.com

Inspiratif! Ada Rumah Belajar Online Gratis Untuk Siswa di Slogohimo Wonogiri

katasapa.com

Ratusan Kasus, Klaster-Klaster Baru Covid-19 Bermunculan di Semarang

katasapa.com

Alih-Alih New Normal, Kasus Positif Covid-19 di Salatiga Tambah Lagi

katasapa.com

New Normal, Pemkab Klaten Siapkan 3 Skenario Sif Siswa Masuk Sekolah

katasapa.com

Giliran 300 Warga Gemolong Sragen Diuji Rapid Test, Bagaimana Hasilnya?

katasapa.com

Gedung Putih Dikepung Demonstrasi, Donald Trump Ancam Kerahkan Militer

katasapa.com

Achmad Purnomo Mundur Dari Bursa Cawali Pilkada Solo 2020, Peluang Gibran Kian Besar?

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 3 Juni 1839, Perang Opium I Meletus

katasapa.com

Gadis Indigo Sampaikan Pesan Ratu Kidul Buat Kawula Muda

katasapa.com

Alex Prabu Pertanyakan Urgensi Rencana Dindik Kota Tangsel Menerapkan New Normal Saat Pandemi Covid-19 Belum Aman

katasapa.com

Pemkot Tangerang Selatan adalah Pelaku Kejahatan Lingkungan Hidup dan Pengabaian Kemanusiaan

katasapa.com

Sarat Muatan Politik, Fraksi PSI Tolak Pembentukan Pansus Covid-19 di DPRD Surabaya

katasapa.com

Pengedar Narkoba Jaringan Internasional di Tanjungbalai Tewas Didor, 35 Kg Sabu Disita

katasapa.com

Ruslan Buton Sebut Penetapan Tersangka Atas Dirinya Adalah Cacat Hukum, Ini Alasannya..

katasapa.com

Tahun Ini, 8328 Calon Jamaah Haji Asal Sumut Batal Berangkat ke Tanah Suci

katasapa.com

Kantongi SK Kemenhumkam, Gelora Indonesia Resmi Jadi Partai Politik

katasapa.com

Evaluasi Penanganan COVID-19, Petugas Siapkan 600 Mobil Rapid Tes Ditempat Keramaian

katasapa.com

Ade Armando: Saya Tidak Akan Minta Maaf kepada Din Syamduddin

katasapa.com

Pertama dalam 34 Tahun, MotoGP Jepang Ditiadakan

katasapa.com

Saul Niguez Segera Umumkan Klub Barunya

katasapa.com

Menaker: Pekerja yang Terkena PHK Direkrut Kembali

katasapa.com

Dandim Takalar Bawa Kedua Orang Tua Babil Berobat di RS Pelamonia Makassar

katasapa.com

Pernah Jadi Kekasih Rinni Wulandari, Anji Tegaskan Tak Suka Lagu ‘Aku Bukan Boneka’

katasapa.com

Niat Lerai Perseteruan Satu Keluarga di Toba, Aiptu Manahan Malah Dibacok

katasapa.com

Kemendes Larang Penyaluran BLT dengan Sistem Rapel

katasapa.com

Terima Dua Peserta Program Indonesia Mengaji, Edy Rahmayadi : Sumut Gudangnya Qori-Qoriah

katasapa.com

Tekan Covid-19 di Surabaya, Masalkan Kampung Wani di Semua RW

katasapa.com

Melihat Kampung Tangguh RW II, Sememi, Melawan Covid-19