Untuk Kali Ketiga Target Direvisi, Indonesia Ingin Raup 60 Emas

kataSAPA.com

Presiden Joko Widodo meminta kontingen SEA Games 2019 menembus peringkat kedua di klasemen akhir medali. Permintaan tersebut direspons cepat oleh Kemenpora dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia atau KOI.

Untuk menembus posisi runner-up, tentu perolehan medali harus digenjot. Karena itu, sesaat sebelum opening ceremony tadi malam, target emas direvisi lagi. Kini menjadi 60 emas!

Itu berarti sudah tiga kali target SEA Games direvisi. Awalnya, pemerintah bersikap realistis dengan mencanangkan target 45 emas plus finis di posisi keempat. Naik satu setrip dari posisi Indonesia di SEA Games 2017.

Lalu, awal November, setelah mendengar laporan cabor-cabor, Menpora baru Zainudin Amali meminta kontingen membawa pulang 54 emas.

Ketua Umum NOC Raja Sapta Oktohari mengatakan tidak takut dengan target baru tersebut. Menurut dia, proyeksi 45 emas merupakan hitungan pesimistis yang berani dipatok oleh cabor. Itu berarti mereka menuliskan raihan minimal. Sedangkan jika berdasarkan hitungan rasional, Indonesia bisa menghasilkan 54 emas.

Tim analisis data menghitung batas rasional, tapi diturunkan jadi minimal. Sekarang diubah jadi maksimal, jelas Okto sapaan akrab Raja Sapta ketika ditemui di Diamond Hotel Manila kemarin (30/11).

Saya termotivasi oleh Pak Jokowi untuk tempur habis-habisan. Saya nggak mau ambil pusing di sini, lanjut dia.

Nah, mantan ketua umum PB ISSI itu juga menyatakan, ada cabor-cabor yang perolehan emasnya bisa dioptimalkan. Salah satunya, balap sepeda. Dari target tiga emas, dia memprediksi cabor tersebut bisa menyumbangkan enam emas. Menurut hitungan Okto, BMX supercross dan time trial bisa memperoleh dua emas. Cross country dan road race masing-masing satu emas. Sementara itu, downhill dua emas.

Selain balap sepeda, cabor yang diharapkan bisa mendonasikan emas adalah voli pantai. Baik putra maupun putri. Selama ini dari cabor voli yang ditarget menyumbang medali adalah voli indoor. Padahal, prestasi voli pantai tidak kalah moncernya dalam dua tahun terakhir ini.

Semua cabor kami instruksikan untuk ambil batas maksimal dari nomor yang dipertandingkan. Yang peluangnya masih fifty-fifty dihitung satu emas, tegas Okto.

Zainudin Amali setuju dengan kenaikan target itu. Selain karena menjalankan perintah presiden, dia sendiri optimistis para atlet Indonesia bisa. Apalagi, kita pernah menembus peringkat keempat Asian Games 2018. Meskipun komposisi atlet yang berangkat ke SEA Games tidak sama dengan skuad Asian Games, Zainudin tetap percaya mereka punya peluang besar.

Makanya, kami terus komunikasi ke cabor. Siapa tahu mereka belum memberikan target semua. Hanya target realistis dan rasional, kata Zainudin. Contoh saja polo air. Mereka malah awalnya tidak menargetkan emas. Tapi, ternyata bisa. Kami optimistis, tegas politikus Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, perebutan medali resmi dimulai hari ini. Indonesia punya kans menambah emas dari cabor wushu. Sayang, Edgar Xavier Marvelo, peraih perak Asian Games 2018, terjun pada nomor spesialisasinya, changquan (tangan kosong) gagal. Dia hanya menempati posisi keempat.

Dalam SEA Games 2019 ini, wushu memasang target tiga emas.

Kegagalan Edgar memang disayangkan. Padahal, pada Kejuaraan Dunia 2019, skuad Indonesia berjaya. Edgar dkk merebut tiga emas dan satu perunggu. Edgar sendiri menyumbang dua emas individual (changquan dan gunshu), plus masuk skuad duilian beregu bersama Harris Horatius dan Seraf Naro Siregar.

katasapa.com

Berdaya dari Pekarangan

katasapa.com

Unicef Peringatkan Risiko Pembukaan Sekolah Era New Normal Indonesia

katasapa.com

Nekat Manipulasi Data PPDB, Calon Siswa Baru SMA Sukoharjo Siap-Siap Dicoret

katasapa.com

Inspiratif! Ada Rumah Belajar Online Gratis Untuk Siswa di Slogohimo Wonogiri

katasapa.com

Ratusan Kasus, Klaster-Klaster Baru Covid-19 Bermunculan di Semarang

katasapa.com

Alih-Alih New Normal, Kasus Positif Covid-19 di Salatiga Tambah Lagi

katasapa.com

New Normal, Pemkab Klaten Siapkan 3 Skenario Sif Siswa Masuk Sekolah

katasapa.com

Giliran 300 Warga Gemolong Sragen Diuji Rapid Test, Bagaimana Hasilnya?

katasapa.com

Gedung Putih Dikepung Demonstrasi, Donald Trump Ancam Kerahkan Militer

katasapa.com

Achmad Purnomo Mundur Dari Bursa Cawali Pilkada Solo 2020, Peluang Gibran Kian Besar?

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 3 Juni 1839, Perang Opium I Meletus

katasapa.com

Gadis Indigo Sampaikan Pesan Ratu Kidul Buat Kawula Muda

katasapa.com

Alex Prabu Pertanyakan Urgensi Rencana Dindik Kota Tangsel Menerapkan New Normal Saat Pandemi Covid-19 Belum Aman

katasapa.com

Pemkot Tangerang Selatan adalah Pelaku Kejahatan Lingkungan Hidup dan Pengabaian Kemanusiaan

katasapa.com

Sarat Muatan Politik, Fraksi PSI Tolak Pembentukan Pansus Covid-19 di DPRD Surabaya

katasapa.com

Pengedar Narkoba Jaringan Internasional di Tanjungbalai Tewas Didor, 35 Kg Sabu Disita

katasapa.com

Ruslan Buton Sebut Penetapan Tersangka Atas Dirinya Adalah Cacat Hukum, Ini Alasannya..

katasapa.com

Tahun Ini, 8328 Calon Jamaah Haji Asal Sumut Batal Berangkat ke Tanah Suci

katasapa.com

Kantongi SK Kemenhumkam, Gelora Indonesia Resmi Jadi Partai Politik

katasapa.com

Evaluasi Penanganan COVID-19, Petugas Siapkan 600 Mobil Rapid Tes Ditempat Keramaian

katasapa.com

Ade Armando: Saya Tidak Akan Minta Maaf kepada Din Syamduddin

katasapa.com

Pertama dalam 34 Tahun, MotoGP Jepang Ditiadakan

katasapa.com

Saul Niguez Segera Umumkan Klub Barunya

katasapa.com

Menaker: Pekerja yang Terkena PHK Direkrut Kembali

katasapa.com

Dandim Takalar Bawa Kedua Orang Tua Babil Berobat di RS Pelamonia Makassar

katasapa.com

Pernah Jadi Kekasih Rinni Wulandari, Anji Tegaskan Tak Suka Lagu ‘Aku Bukan Boneka’

katasapa.com

Niat Lerai Perseteruan Satu Keluarga di Toba, Aiptu Manahan Malah Dibacok

katasapa.com

Kemendes Larang Penyaluran BLT dengan Sistem Rapel

katasapa.com

Terima Dua Peserta Program Indonesia Mengaji, Edy Rahmayadi : Sumut Gudangnya Qori-Qoriah

katasapa.com

Tekan Covid-19 di Surabaya, Masalkan Kampung Wani di Semua RW

katasapa.com

Melihat Kampung Tangguh RW II, Sememi, Melawan Covid-19