Lewat PP 80/2019, Pemerintah Wajibkan Pedagang Online Punya Izin

kataSAPA.com

Pelaku bisnis online kini tak bebas lagi. Melalui PP Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan melalui Sistem Elektronik, pemerintah resmi mewajibkan pelaku yang berjualan di e-commerce memiliki izin usaha. Dengan aturan itu, pelaku usaha atau online shop yang selama ini berjualan di Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya wajib memiliki izin usaha.

Ekonom Indef Nailul Huda menyebutkan, salah satu alasan pemerintah membuat aturan itu adalah merapikan administrasi dari pelaku usaha bisnis digital yang selama ini belum tertata dengan rapi. Terutama soal data.

Nah, adanya aturan ini diharapkan ada data yang jelas bagi pemerintah, ujarnya, Rabu (4/12).

Sebagaimana yang diwartakan, selain PP yang sudah terbit tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga akan menerbitkan aturan turunan permendag. Dua aturan tersebut akan disosialisasikan Kemendag kepada pengusaha online 9 Desember mendatang. Targetnya, permendag itu diteken dan mulai berlaku pada awal 2020.

Menurut Huda, dampak positif bagi pemerintah dengan adanya peraturan tersebut adalah data yang bisa digunakan untuk keperluan perpajakan. Namun, di sisi lain, dampak ke pebisnis akan negatif mengingat akan menimbulkan biaya izin usaha.

Selama ini kan pelaku usaha membuka toko online dengan biaya nol rupiah. Maka, jika ada biaya izin usaha, itu pasti akan menurunkan minat pelaku usaha di bisnis e-commerce, tambahnya.

Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak menyebutkan, PP No.80/2019 itu perlu dipertimbangkan karena tidak sejalan dengan visi Indonesia. Yakni, mendorong kemudahan berbisnis dan pertumbuhan UMKM baru.

Dengan aturan ini, artinya, yang boleh berbisnis online hanya pengusaha besar dan memiliki izin. Padahal, dengan kemudahan berbisnis online, pengusaha yang awalnya sampingan atau coba-coba, akhirnya bisa jadi usaha serius dan kemudian memiliki izin, tegasnya.

Di sisi lain, tidak jelas bagaimana tata cara penegakan aturan itu ke platform media sosial dan chat yang berisi banyak transaksi informal, tidak termediasi, dan bahkan rentan akan penipuan. Bayangkan, lewat aturan ini, model bisnis marketplace C2C harus melakukan penyesuaian dengan hanya menerima merchant yang sudah besar dan memiliki izin, tuturnya.

Assistant Vice President of Public Policy and Government Relations Bukalapak Bima Laga menuturkan, aturan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasarnya. Menurut dia, itu menjadi hal baru yang harus diadaptasi para pelaku UMKM.

Tapi, lagi-lagi, kami belum bisa berkomentar banyak. Sebab, kami sedang mengkaji aturan tersebut, jelasnya.

Ranger Komunitas Bukalapak Jakarta Putri Wanna menyebutkan, kabar maupun sosialisasi peraturan tersebut belum sampai pada pelaku usaha online. Masih baru banget kan ya, ujarnya.

Putri dan rekan-rekannya berharap jika memang peraturan tersebut diberlakukan dan pelaku usaha diwajibkan memiliki izin, pengurusannya harus sederhana.

Sebenarnya, tidak masalah selama proses registrasinya dibikin sesimpel mungkin. Jangan malah menyusahkan pelaku usaha dan online shop, katanya.

Selain itu, Putri berharap pemerintah memberikan waktu untuk sosialisasi dan masa transisi. Misalnya 612 bulan. Untuk mempermudah, lanjut dia, pemerintah juga perlu membuat banyak pintu untuk pengusaha mengurus perizinan. Jadi, tak hanya mengandalkan OSS.

JENIS BISNIS MERCHANT E-COMMERCE INDONESIA

Segmen | Persentase

Makanan dan wisata | 58,9

Fashion | 14,6

Furnitur & rumah tangga | 8,7

Elektronik | 8,1

Kecantikan dan kesehatan | 6,8

Lain-lain | 2,9

Sumber: Idea

katasapa.com

WHO Sambut Keputusan China untuk Karantina Kota Wuhan

katasapa.com

Demokrat Tuding Trump Salahgunakan Wewenang Presiden

katasapa.com

Bertemu Dubes AS, Mahfud MD Sebut Jurnalis AS Akan Dideportasi

katasapa.com

Promo CARREFOUR Katalog Weekend JSM periode 24-26 Januari 2020

katasapa.com

Awas, Antrean Cetak E-KTP di Disdukcapil Klaten Disusupi Calo

katasapa.com

Virus Corona Merebak, Bandara Solo Awasi Ketat Penerbangan dari Tiongkok

katasapa.com

Pilkada Sragen: Pamer SK Rehabilitasi, Yuni Makin Optimistis Dapat Rekomendasi PDIP

katasapa.com

Dianggap Rintangi Perburuan Harun Masiku, Menkumham Yasonna Laoly Dilaporkan ke KPK

katasapa.com

Sabar...! Bau Limbah PT RUM Sukoharjo Hilang 100 Persen Tahun Depan

katasapa.com

Persaudaraan Laksana Pohon

katasapa.com

Rawat Tradisi Menulis, PSI Luncurkan Buku “Ekspresi Politik Milenial”

katasapa.com

Masuk Klinik, Paqueta Alami Stress di Milan ?

katasapa.com

Ole Gunnar Solskjaer Tak Bertahan Lama di Manchester United

katasapa.com

PSG Hormati Edinson Cavani, Walau Dituduh Tak Adil

katasapa.com

Spurs Kian Dekat Datangkan Willian Jose

katasapa.com

Bintang Real Madrid yang Terusir Gara-gara Ronaldo, Hari Ini Ulang Tahun

katasapa.com

Pierre-Emerick Aubameyang Setuju Gabung Barcelona

katasapa.com

Manchester United Mengejutkan, Ingin Datangkan Lagi Carlos Tevez

katasapa.com

Valencia Tertarik Datangkan Gelandang Arsenal yang Terlupakan

katasapa.com

Frank Lampard Ambil Keputusan Aneh untuk Lini Depan Chelsea

katasapa.com

Ditaksir Banyak Klub Top, Castrovilli Hanya Pikirkan Fiorentina

katasapa.com

Waduh… Makanan dan Minuman Jenis Ini Miliki Kecanduan Seperti Narkoba!

katasapa.com

DJ Wilda Ngaku-ngaku Calon Mamanya Gempi, Begini Respon Gading Marten

katasapa.com

Big Mac: Tidak Ada Suku Primitif di Papua

katasapa.com

Kisah Sedih Ari Lasso Ketemu Pengamen di Warung Makan, Ditawari Lagu Hingga Dituding Bajak Karya Orang

katasapa.com

Jangan Lupa Jumat Berkah dan Cek Ramalan Zodiak Besok

katasapa.com

Ini Jawaban Umi Kalsum Saat Ditanya Apakah Ayu Ting Ting Bakal Balik ke Peskuber

katasapa.com

Cegah Penipuan, WhatsApp Berbagi Tips Keamanan Dasar

katasapa.com

Diguyur Hujan, Ini Jumlah Titik Genangan di Jakut

katasapa.com

Piala Inalum 2020 Kick Off, Dikuti 12 Tim