ASN Ditjen PHU Diminta Terapkan 9 Prinsip Budaya Kerja Orang Jepang

kataSAPA.com

Bogor (PHU)--Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Ditjen PHU untuk menerapkan 9 prinsip budaya kerja orang Jepang.

Menurut Nizar, orang Jepang memiliki etos kerja yang luar biasa, etos kerja tersebut timbul saat setelah Jepang di jajah pada Perang Dunia II.

"Kesembilan prinsip kerja orang Jepang itu, kata Nizar bisa diadaptasi oleh ASN dikingkungan Ditjen PHU saat ini," kata Nizar saat membuka kegiatan Pembinaan Mental Pegawai Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis Bogor. Senin (16/12).

Kesembilan filosofi prinsip kerja itu antara lain, Pertama Bushido, Bushido adalah prinsip tentang semangat kerja keras yang diwariskan secara turun-temurun. Semangat ini telah melahirkan proses belajar bangsa Jepang yang tak kenal lelah.

Kedua, Prinsip Samurai. Prinsip samurai adalah prinsip tidak mudah menyerah. Prinsip samurai masih tertanam kuat dalam sanubari bangsa Jepang, namun tidak digunakan untuk berperang melainkan untuk membangun ekonomi, menjaga harga diri, kehormatan bangsa secara teguh, serta tak menyerah pada berbagai bencana alam, terutama gempa dan tsunami.

Ketiga, Konsep Budaya Keishan. Konsep budaya keishan menuntut kerajinan, kesungguhan, minat dan keyakinan, hingga akhirnya timbul kemamuan untuk selalu belajar dari orang lain. Caranya adalah seorang pekerja harus selalu kreatif, inovatif, dan produktif.

Keempat, Prinsip Kaizen. Prinsip kaizen adalah optimal biaya dan waktu dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Hal itu mendorong bangsa Jepang untuk berkomitmen tinggi pada pekerjaan dan diselesaikan sesuai jadawal agar tidak menimbulkan pemborosan. Jika tak mengikuti jadwal, maka penyelesaian pekerjaan akan lambat dan menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, perusahaan di Jepang menerapkan peraturan tepat waktu bagi para pekerjanya.

Kelima, Perusahaan Untung, Saya juga akan Untung. Disiplin dan semangat kerja inilah yang membentuk sikap dan mental kerja yang positif. Disiplin juga menjadikan para pekerja patuh dan loyal pada perusahaan. Mereka mau melakukan apa saja demi keberhasilan perusahaan, bahkan sanggup bekerja lembur tanpa mengharapkan bayaran tambahan. Karena mereka beranggapan jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan besar, maka mereka juga akan mendapatkan kompensasi setimpal.

Keenam, Malu Jika Pulang Lebih Cepat. Pekerja yang pulang lebih cepat dianggap pekerja yang tidak penting dan tidak produktif. Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskan di tempat kerja. Tanpa ada pengawas pun mereka bekerja dengan baik, penuh dedikasi, dan disiplin.

Ketujuh Pembagian Waktu yang Efisien. Ketika sudah masuk kerja, maka tak ada lagi pekerja yang mengobrol dan bercanda. Mereka langsung bekerja sesuai pekerjaanya masing-masing. Baru ketika tiba saatnya makan siang (hiru gohan no jikan) mereka hentikan pekerjaan dan bercanda ria dengan teman-teman sambil menuju kantin (shokudo) untuk makan dan kembali bercanda tanpa memikirkan pekerjaan.

Kedelapan, Senioritas. Jepang adalah salah satu negara yang masih memegang teguh senioritas. Ada istilah senior (Senpai) dan junior (Kouhai). Pekerja yang muda harus patuh kepada pekerja yang lebih tua bila diberi perintah. Senior harus mengarahkan dan mengajari juniornya, sedangkan junior wajib menghormati dan mengikuti perintah seniornya. Hal itu berakibat para pekerja senior biasanya sudah berumur 50-60 tahun menempati top level sekelas manajer atau direktur, sedangkan pekerja junior di bawah 30 tahun menempati level bawah.

Kesembilan, Tamu adalah Raja, Atasan adalah Dewa. Ada pepatah Jepang yang mengatakan bahwa tamu adalah raja, atasan adalah dewa. Pepatah ini membuat para pekerja patuh dan loyal pada atasan mereka. Mereka siap melakukan apa yang diperintahkan atasan demi kesuksesan perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka berpikiran apabila produksi perusahaan naik dan untung besar, otomatis pekerja akan mendapatkan bayaran yang setimpal. Gagal menyelesaikan pekerjaan sama halnya dengan mempermalukan diri sendiri, bahkan harga diri mereka merasa hilang.

Nizar berpesan kegiatan pembinaan mental ini setiap melakukan kegiatan agar dilakukan bersama-sama dan dapat saling bantu membantu (sengkuyung).

"Kegiatan ini diibaratkan sebuah hp yang batere sudah semakin lemah dayanya serta perlu di recharge kembali, maka itulah diadakan pembinaan mental seperti ini, juga agar setiap melakukan kegiatan agar dilakukan bersama-sama dan dapat saling bantu membantu (sengkuyung)," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen PHU dalam laporannya mengatakan pembinaan pegawai dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

"Pembinaan pegawai dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah," kata Ramadhan.

Ramadhan berharap seluruh peserta kegiatan dapat menggali mengembangkan kapasitas individu, kelompok, maupun Organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

"Diharapkan seluruh peserta Kegiatan Pembinaan mental pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah dapat menggali, mengembangkan kapasitas individu, kelompok, maupun Organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah," jelasnya.

Peserta yang hadir berjumlah 370 orang yang terdiri dari unsur Pegawai di lingkungan Ditjen PHU berjumlah 285 orang, tenaga honorer dilingkungan Ditjen PHU berjumlah 75 orang serta para Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi berjumlah 10 orang.(ha/ha)

katasapa.com

Bupati Sragen Kepada Perantau: Jangan Mudik Dulu Kalau Masih Sayang Keluarga!

katasapa.com

11 Pasien Corona di Jateng Meninggal Sehari, Ganjar: Makanya Jangan Mudik!

katasapa.com

Hotel Berbintang di Solo Tutup Sementara Akibat Covid-19, Salah Satunya Alila

katasapa.com

Jadi Anak Angkat, Instagram Martunis Kok Tak Diikuti Ronaldo

katasapa.com

Ganjar Beberkan Fakta 18 Kasus Pasien Corona Meninggal di Jateng

katasapa.com

Tips Jaga Kesehatan di Rumah ala Saloka Theme Park

katasapa.com

Faisal Basri: Luhut Pandjaitan Lebih Berbahaya dari Virus Corona

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 4 April 1287, Kerajaan Hanthawaddy Didirikan

katasapa.com

Turut Perangi Covid-19, Cirebon Power Salurkan Ribuan Liter Disinfektan

katasapa.com

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Cirebon dan Indramayu 50 Persen dari Kondisi Normal

katasapa.com

Komunitas TDA Cirebon Serahkan Bantuan Pangan Melalui Dinas Sosial Kota Cirebon

katasapa.com

Petugas Gabungan Lakukan Simulasi Penyekatan di Perbatasan Kota Cirebon

katasapa.com

PSG Tolak Diskusikan Transfer Neymar ke Barcelona

katasapa.com

Jadon Sancho Puji Frank Lampard, Titik Terang Bagi Chelsea?

katasapa.com

Sepak Bola Eropa Akan Diselesaikan Bulan Juli dan Agustus

katasapa.com

Barcelona Minta 1,4 Trilyun pada Peminat Philippe Coutinho

katasapa.com

BW Sesalkan Adanya Usulan Gaji Pimpinan KPK Naik Rp 300 Juta

katasapa.com

Soal Imbauan Mudik, Denny JA Minta Jokowi Pertimbangkan Dua Hal

katasapa.com

Petisi Minta Jokowi Bebaskan Siti Fadilah dari Penjara Menggema

katasapa.com

Menaker Tegaskan THR Tetap Wajib Dibayarkan, Meski Corona Mewabah

katasapa.com

Pimpinan KPK Minta Naik Gaji, Firli Bahuri Cs Akhirnya Akui Sempat Membahas

katasapa.com

Dewan Pengawas KPK Sesalkan Wacana Pembebasan Napi Koruptor

katasapa.com

Yasonna Dinilai Manfaatkan Corona untuk Bebaskan Koruptor

katasapa.com

Jika Usulan Yasonna Diterima Jokowi, Ini Napi Koruptor yang Berpeluang Bebas

katasapa.com

Cegah Penyebaran Corona, Belasan Santri Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Terminal Kediri

katasapa.com

Jenazah Korban Virus Corona Aman, Warga Jangan Menolak

katasapa.com

COURTS SAMBUT RAMADHAN RAYA – Penawaran Spesial untuk Produk Favorit

katasapa.com

Katalog LOTTEMART RETAIL Weekend Promo periode 02-05 APRIL 2020

katasapa.com

ANEKA JAYA NGALIYAN Promo Weekend periode 03-05 April 2020

katasapa.com

Ogah Kasusnya Diberitakan, Syekh Puji: Polda Jateng Biar Bantu Urusi Corona