Foto Muslimah Cantik Uighur Disiksa dan Dibunuh Ternyata Cuma Lukisan

kataSAPA.com
Foto yang disebut muslimah cantik Uighur Fatimah Aynur

JAKARTA Foto wanita cantik mengenakan busana khas Uighur dan foto seorang wanita disiksa beredar di media sosial. Wanita itu disebut bernama Fatimah Aynur, muslimah cantik Uighur.

Disebutkan bahwa Fatimah Aynur disiksa, diperkosa dan dibunuh oleh komunis China.

Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Berita Dalam dan Luar Negeri.

Inilah Fatimah Aynur, Muslimah Canti Uyghur yang syahid mempertahan Iman islamnya. Fatimah tewas di siksa, diperkosa dan dibunuh oleh komunis china. Syurga Alloh menantimu wahai Saudariku Aamiin. #SeveUyghur #WeStandWithUyghur tulisnya.

BACA:Disebut Terima Uang dari China, Begini Reaksi PA 212

Setelah ditelusuri, ternyata kedua foto tersebut tidak berhubungan. Foto wanita mengenakan gaun panjang adalah model yang memperagakan gaya berpakaian wanita Uighur pada era 1910-an.

Sementara foto wanita yang disiksa dengan tangan diikat dan digantungi batubata itu adalah lukisan ilustrasi penyiksaan yang dialami oleh Ge Ling, seorang penganut Falun Gong. Lukisan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Uighur.

Foto yang disebut muslimah cantik Uighur Fatimah Aynur

Dikutip dari turnbackhoax.id, Sabtu (21/12), fotomodel yang memperagakan gaya berpakaian wanita Uighur pada era 1910-an pernah dimuat oleh akun facebook terverifikasi milik China Xinhua News pada 20 Juli 2017.

Dalam postingan tersebut, foto ini diberi narasi Di tahun 1910-an, wanita Uygur mengenakan sejenis kaftan sutra Etles dan gaun panjang. Di berbagai acara sosial, wanita berstatus sosial tinggi mengenakan gaun sutra Etles panjang. Mereka juga memakai hiasan kepala dan kalung cantik, serta celana panjang dengan bordiran emas di balik gaunnya.

Foto ini adalah salah satu hasil karya Potret Kecantikan Wanita Uygur selama 100 Tahun yang dibuat oleh Mewlan Turaq dari Kashgar, Wilayah Otonomi Xinjiang Uygur.

BACA:PBNU Kutuk Persekusi Habib Haddad Alwi, Pelaku Dipolisikan

Foto itu menggambarkan perubahan gaya etnik di kampung halamannya mulai tahun 1910-an hingga tahun 2010-an dengan tujuan menampilkan kecantikan wanita Uygur.

Sementara itu, gambar seorang wanita yang lehernya digantungi batu bata itu adalah lukisan ilustrasi penyiksaan yang dialami oleh Ge Ling, seorang apoteker di Kabupaten Yongxiu, salah satu penganut Falun Gong yang tidak ada kaitannya sama sekali Uighur.

Ge Ling, wanita, usia 65 tahun, ditahan pada tanggal 21 April 2016, Ia muncul di Pengadilan Kabupaten Yongxiu pada tanggal 19 Oktober 2016.

Hanya suaminya yang diperkenankan hadir dalam sidang. Pengacaranya menyatakan dia tidak bersalah, karena tidak ada hukum di Tiongkok yang melarang Falun Gong.

Hakim yang bertugas memvonisnya empat tahun penjara. Pada bulan Februari 2017, Pengadilan Tinggi Kota Jiujiang memperkuat putusan itu dan tidak lama kemudian memasukkannya ke Penjara Wanita Provinsi Jiangxi.

Ini bukan pertama kali Ge menjadi sasaran karena keyakinannya. Ia pertama kali ditangkap pada bulan November 2000 dan divonis tiga tahun kerja paksa.

Polisi menangkapnya lagi pada tanggal 6 Desember 2004, dan mengirimnya ke kamp kerja paksa selama dua tahun. Masa tahanannya kemudian diperpanjang sampai tanggal 26 Februari 2007.

Ia ditangkap ketiga kalinya pada tanggal 1 November 2008 dan divonis tiga tahun penjara.

Ilustrasi penyiksaan tersebut menggambarkan bentuk penyiksaan terhadap Ge, yakni tangan Ge ditekuk ke belakang dan diikat ke rangka pintu.

Penjaga kemudian menggantungkan enam bata basah dengan rantai besi di lehernya selama 40 jam.

(one/pojoksatu)

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Penghasilan Abu Cuma Rp 300 Ribu Sebulan dan Harus Hidupi 7 Orang Anak

katasapa.com

Monitoring Lembaga Penyiaran, KPID Dampingi Komisi I DPRD Sulbar

katasapa.com

Oknum Guru Ditengarai Cabuli Sejumlah Murid, Besok Sidangnya Berlanjut

katasapa.com

Guru SD Cabuli Muridnya Hingga 19 Kali

katasapa.com

Soal Dugaan Upaya Merintangi Penyidikan Politikus PDIP, Begini Tangggapan KPK

katasapa.com

Pelajar SMA Bunuh Begal, Jaksa Agung Minta Dikembalikan ke Orang Tua

katasapa.com

Modus Penipuan dengan Penggantian SIM Card, Begini Penjelasan Kemenkominfo

katasapa.com

Pembangunan Tiga Bendungan di Jawa Timur Untuk Memenuhi Misi Ketahanan Pangan dan Air

katasapa.com

Perusakan Hutan Karanganyar: Polisi Tetapkan Pelaksana Proyek Sebagai Tersangka

katasapa.com

Todong Pemilik Rumah, Perampok Di Sragen Babak Belur Dihajar Massa

katasapa.com

Dokter PNS RSUD Gemolong Datang Pukul 11.00 WIB, Bupati Sragen: Etikanya Bermasalah!

katasapa.com

Pecat Helmy Yahya, Dewas TVRI Anggap Liga Inggris Tak Nasionalis

katasapa.com

Eman-Eman, Ganjar Ingin Bekas Keraton Agung Sejagat Jadi Objek Wisata

katasapa.com

Keren! Begini Penampakan Desain Flyover Purwosari Solo

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 22 Januari 1517, Kesultanan Ottoman Taklukkan Kesultanan Malmuk

katasapa.com

Friday Forum ACS Bahas Toleransi

katasapa.com

Akibat Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Perumahan Gamel Terendam

katasapa.com

Grage Grand Business Hotel Cirebon Luncurkan Promo Menarik Untuk Food and Beverage

katasapa.com

Bali United Tersisih! Mantan Pemain PSM Makassar Hampir Cetak Gol

katasapa.com

Mbappe Impikan Raih Liga Champions, Euro dan Olimpiade

katasapa.com

Gaji Tinggi Bisa Hadang Kepindahan Cavani ke Chelsea

katasapa.com

Real Madrid Berpeluang Lepas Bek Mudanya ke Bayern Munchen

katasapa.com

De Ligt Maklumi Kemarahan Fans Juventus

katasapa.com

Quique Setien Peringatkan Pemain Barcelona Soal Tiga Trofi

katasapa.com

Januzaj Siap Terima Pinangan Milan

katasapa.com

Liverpool Umumkan Banderol Shaqiri, Tapi Tak Berlaku di Bulan Ini

katasapa.com

Reinier Jesus, Rekrutan Januari Termahal Real Madrid

katasapa.com

Liverpool Klub Tebersih di Eropa, Real Madrid ke-169

katasapa.com

Ditangani 3 Dokter Ahli, Begini Proses Ikan Sori Dikeluarkan dari Leher Idul

katasapa.com

Peluang GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 Kembali Terbuka