171 Hektare Sawah di Klaten Diserang Wereng, Petani Mumet

kataSAPA.com
wereng sawah klaten

Solopos.com, KLATEN Petani di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dibikin mumet dengan serangan hama wereng batang cokelat di sawah selama beberapa bulan terakhir. Pasalnya, wereng membuat mereka terancam gagal panen.

Sementara itu, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten mencatat hingga pekan lalu jumlah lahan pertanian yang diserang wereng mencapai 171 hektare. Jumlah itu disebut sudah menurun dibandingkan serangan sebelumnya yang mencapai sekitar 200 hektare.

Kepala DPKPP Klaten, Widiyanti, mengatakan sawah yang masih diserang hama seperti itu menyebar di bebeberapa wilayah terutama di sisi utara Klaten seperti Delanggu, Wonosari, serta Juwiring. Meski disebut luas lahan terserang wereng berkurang, Widiyanti meminta petani tetap waspada terhadap serangan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) tersebut.

Pasalnya, ada 1.801 ha sawah di Kabupaten Klaten yang masuk kategori waspada terhadap serangan wereng. Widiyanti menuturkan serangan wereng mulai terlihat sejak awal tahun. Ada beberapa faktor penyebab merebaknya serangan OPT tersebut, salah satunya faktor alam.

"Kondisi kemarau basah seperti ini cocok sekali untuk perkembangan wereng. Faktor lain yakni animo petani menanam varietas yang memang laku di pasaran. Artinya dari aspek untuk bisnis cukup tinggi namun dari aspek OPT menjadi permasalahan. Ini yang menjadi tantangan kami mengedukasi ke petani agar menanam padi dengan varietas yang dari sisi bisnis menguntungkan tetap tetap tahan terhadap OPT," kata Widiyanti, Senin (17/8/2020).

Soal upaya mengantisipasi serangan wereng, Widiyanti mengaku pemkab sudah bekerja sama dengan pemerintah provinsi serta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pengendalian OPT tersebut. Salah satunya melalui pemberian obat-obatan untuk pengendalian hama tersebut.

"Untuk pemberian bantuan obat-obatan sudah dilakukan sejak Februari lalu kami berikan," ungkap dia.

Lahan Puso Sedikit

Disinggung luas lahan di Klaten yang mengalami puso akibat serangan wereng, Widiyanti mengatakan mengklaim tak terlampau banyak. Sebagian petani masih tetap bisa panen padi setelah dilakukan pengendalian dengan penyemprotan obat-obatan meskipun provitas atau produktivitas tanaman padi menurun.

"Yang puso hanya sedikit-sedikit. Sebagian ada yang masih bisa panen. Ada yang provitas padi sampai 4 ton per hektare. Biasanya rata-rata provitas [jika tidak ada serangan OPT] ada yang sampai 7 ton per hektare," jelas dia.

Hari Ini Dalam Sejarah: 17 Agustus 1945, Indonesia Merdeka

Lebih lanjut, Widiyanti mengklaim serangan wereng tak terlalu mengganggu ketahanan pangan di Kabupaten Bersinar. Hingga Oktober DPKPP Klaten optimistis produksi di Klaten bisa mencapai 20.000 ton beras.

"Kalau dilihat dari angka produksi padi yang terserang otomatis berpengaruh. Tetapi, kalau dilihat dari ketersediaan pangan, insyaallah masih aman. Produksi masih bisa mencukupi kebutuhan pangan sampai Desember nanti," kata dia.

Jeritan Petani

Salah satu petani di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Baginda, 52, mengatakan padi yang dia tanam di dua patok sawah diserang wereng. Selain sawah miliknya, wereng juga menyerang sawah lainnya di desa tersebut.

Serangan wereng mulai terasa sejak tiga bulan lalu. "Kalau di wilayah kami hampir merata," kata Baginda yang juga Ketua Kelompok Tani Tunas Karya 1 Desa Kahuman.

Baginda mengatakan untuk mengatasi serangan OPT tersebut salah satunya dengan menyemprotkan obat hama. Hanya saja, obat yang dinilai cukup handal untuk mengatasi serangan wereng harganya cukup mahal.

Video Porno Berjudul Big Bos-Babu Ternyata Dibintangi Eks DPRD di Papua

Lantaran terserang wereng, Baginda mengatakan sekitar sebulan terakhir dia membiarkan padi yang ditanam di dua patok sawahnya tak terurus. Dia mengaku dana yang disiapkan untuk mengelola sawah kian menipis.

"Kalau dihitung kerugian dari mulai tanam itu hampir Rp4 juta. Sementara ini saya biarkan karena memang terkendala dana. Pernah ada penyemprotan masal dan itu sekali bisa menjangkau 25 patok dari sekitar 200 patok. Harapannya kalau bisa ada bantuan benih yang tahan wereng dan bantuan obat-obatan pertanian," kata dia.

Petani asal Desa Glagahwangi, Polanharjo, Klaten, Sriyono, 60, mengaku separuh patok sawah miliknya diserang wereng. Dia bersyukur wereng tak menyerang seluruh padi yang dia tanam.

Hal itu menyusul setelah dilakukan penyemprotan obat hama serta pembakaran sebagian padi yang ditanam. "Masih ada yang bisa diselamatkan dengan disemprot berulang kali. Ada yang saya bakar karena memang kondisinya sudah parah," kata Sriyono.

The post 171 Hektare Sawah di Klaten Diserang Wereng, Petani Mumet appeared first on Solopos.com.

katasapa.com

Katalog ALFAMIDI Promo Mingguan Periode 16-31 Agustus 2020

katasapa.com

Katalog TIP TOP PASAR SWALAYAN Promo Mingguan Periode 16-31 Agustus 2020

katasapa.com

Promo ALFAMART TERBARU Katalog Belanja Mingguan periode 16-31 Agustus 2020

katasapa.com

Gudang Mebel Seluas 1.000 Meter Persegi Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Miliar

katasapa.com

Update Covid-19 Klaten: 4 Pasien Baru Sembuh, Tapi Tambah 3 Kasus Baru

katasapa.com

Peringatan Untuk Pendaki Lawu: Ingat, Gunung Bukan Tempat Sampah, Bawa Turun Sampahmu!

katasapa.com

Kecelakaan Klaten: Mobil Diseruduk Bus di Prambanan, 2 Orang Jadi Korban

katasapa.com

Duh, Kasus Covid-19 di DIY Tembus 1.000 Orang

katasapa.com

Wow! VW Kodok Klasik Cuma Jadi Pajangan Jalanan di Klaten

katasapa.com

Pemkab Tegaskan Tempat Wisata di Wonogiri Belum Boleh Dibuka

katasapa.com

Sempat Down, Anggita Harumkan Nama Sragen dengan Juara II Duta Genre Jateng

katasapa.com

GP Austria: Dovizioso Juara, Rossi Hampir Ketiban Motor

katasapa.com

Usai Dilumat Bayern Munchen, Barcelona Dirumorkan Bakal Pecat 2 Orang

katasapa.com

3 Mobil Dan 1 Motor Kecelakaan Di Klaten Utara, Pengendara Honda Revo Terpental dan Luka Parah

katasapa.com

Bupati Juliyatmono: Covid-19 Belum Sebanding dengan Perjuangan Kemerdekaan

katasapa.com

10.000 Dukungan Tambahan Memenuhi Syarat, Bajo Lolos Verifikasi Pilkada Solo?

katasapa.com

Wisata Wonogiri Belum Dibuka, Pemkab Minta Pengelola Siapkan Simulasi Protokol Kesehatan

katasapa.com

Serem! Ini Deretan Penampakan di Rumah Kosong Sudut Jl Selokan Mataram Sleman

katasapa.com

Perbanyak Ibadah di Bulan Dzulhijjah

katasapa.com

Tawangmangu Karanganyar Padat Pengunjung, Kapolsek Hanya Bisa Ingatkan Protokol Kesehatan

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 17 Agustus 1945, Indonesia Merdeka

katasapa.com

Kolaborasi Dengan APTISI, Telkomsel Hadirkan Layanan Internet Murah Untuk 312 Perguruan Tinggi

katasapa.com

Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah 10 Orang

katasapa.com

Berikan Edukasi Pemasangan AC, A.I.O Store Gelar Pameran di Mall

katasapa.com

Manchester United Kirim Pemain Mudanya ke Werder Bremen

katasapa.com

Ringkasan Berita Transfer Malam Ini: Messi, Milan, Juventus, Chelsea, Atletico

katasapa.com

Diego Godin Ungkap Taktik Yang Harus Dilakukan Inter Untuk Redam Shakhtar

katasapa.com

Juventus Siap Lepas Paulo Dybala, Bintang Barcelona Jadi Gantinya

katasapa.com

Barcelona Akan Tertegun Lihat Murahnya Nilai Starting XI Bayern Munchen

katasapa.com

138 Hari Lagi, Lionel Messi Bisa Mulai Diskusi Transfer Dengan Klub Baru