Jangan Panik Hadapi Monsun Asia

kataSAPA.com

MAKASSAR Sulsel diperkirakan bakal kembali dilanda cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau tak panik.

MASYARAKAT tak perlu salah kaprah menanggapi beredarnya isu angin Monsun (muson) Asia, yang akan menerjang Sulsel. Monsun Asia sebetulnya adalah angin yang bergerak dari arah barat membawa massa udara yang lebih banyak.

Berbeda ketika musim kemarau, namanya angin Monsun Australia. Jadi kedua monsun merupakan siklus alam yang terjadi tahunan, sehingga tak perlu terlalu dirisaukan. Akan tetapi, juga tak boleh diabaikan.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika melansir, Monsun Asia yang sedang terjadi saat ini memang ada potensi cuaca ekstrem. Seperti hujan lebat, angin kencang, hingga ombak tinggi.

Saya harap jangan ada yang salah kaprah, yah. Kami pun sudah mensosialisasikannya ke masyarakat, bahwa kondisi ini terjadi dalam beberapa hari ke depan, kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, Kamis, 9 Januari.

Hujan dengan intensitas sedang dan angin kencang masih akan dirasakan di Sulsel. Terutama di wilayah Pinrang, Parepare, Barru, Pangkajene, Gowa, Maros, Masamba, Malili, Makale, dan Rantepao, per 10 Januari hingga beberapa hari ke depan.

Hari ini, moderate sea ketinggian gelombang yakni 1,25-2.5 m. Hal ini terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Pare-Pare, Perairan Spermonde Pangkep-Makassar-Selayar.

Angin ini memang terjadi saat musim penghujan. Dampaknya curah hujan tinggi disertai angin kencang yang memang merupakan siklus pergerakan alam saat musim hujan saat ini, imbuh Asriani.

Hujan Lebat

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Hesti Tristanti mengatakan, curah hujan dengan intensitas tinggi bakal berlanjut. Dampak Monsun Asia akan terasa hingga di Indonesia bagian tengah. Hal itu meningkatkan potensi awan hujan di wilayah Sulsel, ujarnya.

Aktivitas Monsun Asia, membuat hampir pada seluruh wilayah di Sulsel dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hesti menjelaskan periode itu diperkirakan berlangsung dari Kamis, 9 Januari-Minggu, 12 Januari.
Intensitas curah hujan secara berturut-turut dari kategori lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi. Begitu juga dengan angin kencang, terangnya.

Beberapa daerah Sulsel yang diperkirakan terdampak cuaca ekstrem meliputi, Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, dan Makassar. Wilayah lainnya yakni, Soppeng, Sidenreng Rappang, Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, dan Toraja Utara juga akan merasakan dampak cuaca ekstrem.

Serta potensi angin kencang di pesisir barat, selatan, dan timur Sulsel, terang Hesti.

Hindari Pohon

Meski demikian Hesti menerangkan agar masyarakat tak perlu panik. Masyarakat hanya diminta waspada. Silakan beraktivitas seperti biasa, tetapi kami imbau agar tetap waspada ketika tengah berkendara. Hindari daerah pohon yang rawan tumbang ketika cuaca tengah ekstrem, tandasnya.

Selain masyarakat juga diimbau waspada dengan gelombang tinggi. Karena diperkirakan tinggi gelombang bisa mencapai hingga 2,5 meter. Tinggi gelombang diprediksi terjadi di Perairan Spermonde Makassar, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Parepare, Perairan Selayar, Perairan Sabalana, Teluk Bone bagian selatan, dan laut Flores bagian barat, jelas Hesti.

Tinggi gelombang yang mencapai empat meter juga berpotensi terjadi di antaranya, perairan Pulau Bonerate-Kalotoa dan laut Flores bagian timur.

Respons Pemkot

Pemkot Makassar juga terus meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk selalu siaga. Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, mengatakan pantauan terutama di daerah rawan banjir intens dilakukan.

Sudah lakukan pertemuan lintas OPD. Yang menjadi penekanan kita saat ini bagaimana saluran drainase itu tidak ada masalah saat musim hujan. Saat ini pengerukan di beberapa titik dilakukan, katanya.

Pertemuan lanjutan Pemkot dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang (BBWSJP) juga telah digelar, Kamis, 9 Januari.
Kata Iqbal pembahasan dengan pihak balai, yakni memastikan pengerukan eceng gondok dilakukan dengan sigap.

Antisipasi cuaca memburuk Pemkot Makassar juga menyiagakan 47 puskesmas dan 200 tim gerak cepat (TGC) juga siap dikerahkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, semua puskesmas juga telah dilengkapi ambulans yang siaga 24 jam. Ada 47 Puskesmas yang kami siagakan. Kalau rumah sakit rujukannya itu RSUD Kota Makassar, ujarnya.

Personel TGC yang disiapkan juga telah terkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Naisyah menjelaskan, TGC akan langsung bergerak mendirikan posko jika sudah ada warga yang mengungungsi.

TGC dan tim BPBD sudah kita buatkan grup percakapan. Di situ mereka aktif memantau perkembangan masing-masing wilayah, terangnya.

Perhatian Khusus

Di samping itu, ada dua wilayah khusus yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Makassar. Di wilayah Pacerakkang, Kecamatan Biringkanaya dan Romang Tangayya, Kecamatan Manggala.

Karena kita melihat peristiwa sebelumnya seperti di Jalan Bung, Paccerekkang, dan Romang Tangayya itu langganan banjir. Di situ sudah ada tim yang kita siagakan, katanya.

Naisyah menegaskan, diskes tak harus turun saat bencana banjir terjadi. Yang menjadi penekanannya, yakni saat penyakit mulai menyerang warga.

Ini yang penting. Tugas kami juga melihat apakah ada daerah tergenang air yang warganya sudah diserang penyakit. Fokus kita di situ. Makanya dari sekarang kita sudah harus siap dengan segala bentuk kemungkinan, ucapnya. (*)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Pasca Aksi Intoleran di Solo, Ganjar Minta Warga Diajak Berkomunikasi

katasapa.com

Tragis! Investor Semut Rangrang Sragen Sampai Jatuh Sakit & Linglung

katasapa.com

Giliran Aliansi Bhinneka Tunggal Ika Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Kericuhan Mertodranan Solo

katasapa.com

Kisah Misteri: Syerem Ah… Ini Deretan Penunggu Gedung FKIP UNS Solo

katasapa.com

UGM Posisi 19 Universitas Terbaik di Asia Versi 4ICU, Undip 50, UNS 88

katasapa.com

Pilkada Wonogiri: Hartanto-Joko Purnomo Optimistis Dapat Dukungan dari PKS & PAN

katasapa.com

Sempat Akan Ditiadakan, Pemkab Klaten Bolehkan Warga Gelar Tirakatan

katasapa.com

Sempat Diprotes Karena Adegan Dewasa, Backstreet Rookie Berakhir Cetak Rating Tertinggi

katasapa.com

Awas! Nonton Video Porno Bisa Memicu Fetish Hlo

katasapa.com

Pilkada Solo: Rabu, Gibran-Teguh ke Jakarta Jemput Rekomendasi PAN & Golkar

katasapa.com

Jika Main di Luar Jawa, Persis Solo Bakal Rampingkan Skuad

katasapa.com

Tayang September, Ini Bocoran Drakor Komedi Romantis Number of Cases

katasapa.com

Runner Up Master Chef Indonesia Isi Cooking Class The Sunan Hotel Solo

katasapa.com

Pandemi Covid-19 Jadi Alasan Janda di Madiun Jalankan Bisnis Esek-Esek

katasapa.com

Its Okay to Not Be Okay Tamat, Kim Soo Hyun Tuai Pujian

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 12 Agustus 1099, Perang Salib I Berakhir

katasapa.com

PAN & Golkar Beri Rekomendasi Ke Gibran-Teguh Di Pilkada Solo 2020, PKS Kini Benar-Benar Sendirian

katasapa.com

Resmi, Song Joong Ki dan Taecyeon 2PM Bakal Tampil di Drakor Vicenzo

katasapa.com

Pertashop Pertamina Hadir di 19 Provinsi, Siap Layani Masyarakat Desa

katasapa.com

Aston Cirebon Hotel Gelar Donor Darah dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

katasapa.com

Chelsea Masih Rakus Belanja, Kejar Striker Real Madrid 11,4 Trilyun

katasapa.com

Datangkan Tsimikas, Liverpool Ukir Rekor Transfer Terbesar di Yunani

katasapa.com

Empat Alasan Lukaku Bersinar di Inter, Satu Terluka Polah Media Inggris

katasapa.com

Revolusi Awal Andrea Pirlo, Tiga Pemain Kepala Tiga Dilepas Bebas Transfer

katasapa.com

Akan Dikembalikan Leipzig, AS Roma Siap Carikan Klub Baru Untuk Patrik Schick

katasapa.com

Prediksi: Atalanta vs PSG

katasapa.com

Ini 11 Pemain yang Dicoret Shin Tae-yong dari Timnas U-19

katasapa.com

Romelu Lukaku yang Makin Mengerikan

katasapa.com

Diego Godin Akui Dirinya Butuh Adaptasi dengan Skema Tiga Bek

katasapa.com

Nostalgia Hari Ini: Meksiko Bungkam Brasil di Final Olimpiade