Pemindahan 377 Pohon Terdampak Flyover Purwosari Solo Tuai Kritik

kataSAPA.com

Solopos.com, SOLO -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo tak jadi menebang namun memindahkan 377 pohon yang terdampak pembangunan flyover Purwosari.

Kendati begitu, berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, deretan pohon turus jalan itu dipangkas. Percabangannya habis hingga menyisakan batang setinggi satu hingga tiga meter dari permukaan tanah.

Jenis pohon yang dipindahkan itu di antaranya glodokan, angsana, asam kranji, ketapang, tanjung, bungur, dan ketapang kencana.

Pegiat Forum Solo Hijau, Mayor Haristanto, menyayangkan pendeknya batang yang tersisa pada pohon yang dipindahkan itu.

Saya sedikit kecewa. Memang saya tahu prosesnya seperti itu, tapi yang saya sayangkan kok tingginya tinggal satu meter. Tidak ideal. Bayangan saya ya masih tiga atau empat meter," jelas Mayor kepada Solopos.com, Senin (13/1/2020).

Mayor mengapresiasi niat Pemkot Solo memindahkan pohon itu dan bukannya menebangnya. Namun dia khawatir jika pohon yang dipindah itu tinggal setinggi 1-3 meter akan butuh waktu lama untuk mencapai tinggi seperti sebelum dipindahkan.

Ratusan Orang Inden Durian Pogog Wonogiri, Petani Batasi Kuota Pemesanan

"Itu kan seperti meninggalkan bonggolnya saja. Semoga sisa-sisa yang belum terpotong masih bisa diperbaiki, minimal tiga meter lah, yang ideal, kata dia.

Kepala DLH Kota Solo, Gatot Sutanto, mengatakan pemangkasan cabang tersebut merupakan bagian dari proses pemindahan. Tinggi batang yang sengaja ditinggalkan memang berukuran satu hingga dua meter.

Dipangkas tidak sampai bawah atau ngepok. Jadi ada ketinggian tertentu, yang memangkas memang dari pihak PT Wijaya Karya (Persero) sesuai arahan kami, sesuai tanda pita yang kami ikat di pohon. Tidak sampai leher akar. Jadi dari tanah ada batang bervariasi sampai tiga meter tergantung tinggi pohon. Kecuali kalau dipotong mepet tanah itu bisa disebut dipotong atau ditebang, kata dia kepada Solopos.com, Senin.

Gatot menyampaikan pemindahan pohon tersebut dilakukan bertahap menyesuaikan lokasi, jenis, dan ukuran pohon. Menurutnya, tanaman perdu dan pohon berukuran kecil sudah lebih dulu dipindah.

Teknisnya, pohon yang mau diputar perlu dipangkas atau dirempel terlebih dahulu. Salah satu fungsinya untuk mengurangi evaporasi. Kemudian sebelum dibongkar akarnya, tanahnya dibasahi dahulu, jelasnya.

Ia menjelaskan sebelum pohon dipindah, akarnya diolesi hormon penumbuh akar kemudian dibungkus karung. Baru setelahnya diangkut dan ditanam di lokasi baru.

Eks Karyawan BKK di Wonogiri Korupsi Rp2,7 Miliar, Alasannya Untuk Digandakan ke Dukun

Di lokasi baru itulah, pohon diperlakukan seperti bayi. Petugas harus merawatnya setiap hari.

Lokasi sementara pohon-pohon itu ditanam di Taman Balekambang. DLH memilih tempat yang teduh untuk menampung pohon-pohon pindahan itu.

DLH juga menawarkan kepada mahasiswa untuk ikut merawat pohon-pohon itu. "Perlakuan berbeda untuk tanaman besar, beringin misalnya, itu sudah kami rempel sepekan lalu. Sampai sekarang belum dipindah, masih menunggu. Pemindahan pohon lain juga menunggu waktu yang pas, kata dia.

Gatot mengatakan alasan pemangkasan batang hingga hanya menyisakan satu meter sampai tiga meter adalah kerawanan tumbang. Menurutnya, saat pohon tersebut dipindah ke lokasi baru, akar tunjangnya sudah tidak ada sehingga rawan tumbang.

Selain itu, untuk mempermudah pengangkutan atau transportasinya. Jadi biar masyarakat juga tahu kenapa kok ada yang pendek, sedang, ada yang tinggi. Kami melihat kesehatan tanaman dan jenis tanaman. Itu beda-beda, tutupnya.

katasapa.com

Guru SD Cabuli Muridnya Hingga 19 Kali

katasapa.com

Soal Dugaan Upaya Merintangi Penyidikan Politikus PDIP, Begini Tangggapan KPK

katasapa.com

Pelajar SMA Bunuh Begal, Jaksa Agung Minta Dikembalikan ke Orang Tua

katasapa.com

Modus Penipuan dengan Penggantian SIM Card, Begini Penjelasan Kemenkominfo

katasapa.com

Pembangunan Tiga Bendungan di Jawa Timur Untuk Memenuhi Misi Ketahanan Pangan dan Air

katasapa.com

Perusakan Hutan Karanganyar: Polisi Tetapkan Pelaksana Proyek Sebagai Tersangka

katasapa.com

Todong Pemilik Rumah, Perampok Di Sragen Babak Belur Dihajar Massa

katasapa.com

Dokter PNS RSUD Gemolong Datang Pukul 11.00 WIB, Bupati Sragen: Etikanya Bermasalah!

katasapa.com

Pecat Helmy Yahya, Dewas TVRI Anggap Liga Inggris Tak Nasionalis

katasapa.com

Eman-Eman, Ganjar Ingin Bekas Keraton Agung Sejagat Jadi Objek Wisata

katasapa.com

Keren! Begini Penampakan Desain Flyover Purwosari Solo

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 22 Januari 1517, Kesultanan Ottoman Taklukkan Kesultanan Malmuk

katasapa.com

Friday Forum ACS Bahas Toleransi

katasapa.com

Akibat Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Perumahan Gamel Terendam

katasapa.com

Grage Grand Business Hotel Cirebon Luncurkan Promo Menarik Untuk Food and Beverage

katasapa.com

Bali United Tersisih! Mantan Pemain PSM Makassar Hampir Cetak Gol

katasapa.com

Mbappe Impikan Raih Liga Champions, Euro dan Olimpiade

katasapa.com

Gaji Tinggi Bisa Hadang Kepindahan Cavani ke Chelsea

katasapa.com

Real Madrid Berpeluang Lepas Bek Mudanya ke Bayern Munchen

katasapa.com

De Ligt Maklumi Kemarahan Fans Juventus

katasapa.com

Quique Setien Peringatkan Pemain Barcelona Soal Tiga Trofi

katasapa.com

Januzaj Siap Terima Pinangan Milan

katasapa.com

Liverpool Umumkan Banderol Shaqiri, Tapi Tak Berlaku di Bulan Ini

katasapa.com

Reinier Jesus, Rekrutan Januari Termahal Real Madrid

katasapa.com

Liverpool Klub Tebersih di Eropa, Real Madrid ke-169

katasapa.com

Ditangani 3 Dokter Ahli, Begini Proses Ikan Sori Dikeluarkan dari Leher Idul

katasapa.com

Peluang GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 Kembali Terbuka

katasapa.com

Kondisi Terkini Idul Pasca Operasi Pengangkatan Moncong Ikan Sori di Lehernya

katasapa.com

Penganiayaan Siswi SMP dalam Kelas di Pangkep Viral di Medsos

katasapa.com

4 Sindikat dan 26 Pelaku Curanmor Ditangkap Polres Cianjur, Barang Buktinya Wow…