Dokter PNS RSUD Gemolong Datang Pukul 11.00 WIB, Bupati Sragen: Etikanya Bermasalah!

kataSAPA.com

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati segera memanggil Direktur dan manajemen RSUD dr. Soeratno Gemolong untuk dimintai penjelasan tentang antrean penumpukan pasien di poliklinik dan adanya dokter yang datang pukul 11.00 WIB.

Bupati yang akrab disapa Yuni itu menyebut dokter PNS yang datang pukul 11.00 WIB bermasalah secara etika.

Di sisi lain, Yuni tidak ingin ada antrean panjang sampai 200-an pasien di RSUD Gemolong sebagaimana temuan anggota Komisi IV DPRD Sragen saat inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD itu pada Senin (20/1/2020).

Hal tersebut disampaikan saat ditemui wartawan di Taraman, Sidoharjo, Sragen, Selasa (21/1/2020) siang. Bupati menyampaikan perlu ada pembinaan di RSUD Gemolong sebagai tindak lanjut sidak anggota Komisi IV DPRD Sragen di RSUD tersebut, Senin lalu.

Yuni mengucapkan terima kasih kepada Komisi IV yang sudah sidak ke RSUD Gemolong. Menurut dia, perlu ada pembinaan dan tindak lanjut dari hasil sidak itu.

Panitia Imlek Solo Ajak Pengunjung Tukar Sampah dengan Kue Keranjang

"Saya akan panggil direktur dan jajarannya untuk mengetahui apa sejatinya yang terjadi di RSUD itu. Pasien menumpuk itu apa hanya Senin dan kenapa dokter datang pukul 11.00 WIB, ujar Yuni.

Yuni menambahkan RSUD Gemolong seharusnya bisa menerapkan aplikasi e-antrean seperti yang ada di RSUD Sragen. Dengan begitu tidak akan terjadi ada penumpukan antrean pasien.

Yuni menilai temuan Komisi IV itu sebagai cambuk bagi pemerintah. Pegawai negeri sipil (PNS) itu, kata Yuni, harus apel tetapi kalau dokter PNS itu bekerja 24 jam. PNS cukup bekerja pukul 07.30 WIB-16.00 WIB sementara dokter PNS masih harus bekerja, jaga malam, dan seterusnya.

Yuni menyampaikan pelayanan medis tentu berbeda dengan pelayanan lain. Dokter harus siap panggilan mendadak.

Dia mengatakan semua antrean dibuka dari pagi dan saat dokter datang semua pasien siap, termasuk persiapan rekam medik sebagai dasar dokter untuk memeriksa pasien. Yuni berpendapat dokter PNS datang pukul 11.00 WIB itu bermasalah secara etika.

Kalau dilihat dari sudut pandang yang lain, Yuni tentu harus memahami kerja dokter selama 24 jam. Ya, saya harus katakan memang memakluminya. Ke depan dokter bisa sinergi dan memahami kewajiban untuk apel pagi. Hal itu yang perlu didudukkan bersama, ujarnya.

Yuni menginginkan pasien tidak boleh menunggu 2-3 jam. Dia mengatakan pasien datang mestinya antrean sudah mulai dilayani. Dia menyatakan rumah sakit yang baik tidak ada penumpukan pasien.

Rumah sakit kelihatan sepi itu bukan berarti tidak ada pasien. Rumah sakit negeri berpacu seperti swasta itulah yang menjadi PR kami. Pembinaan itu nanti harus person per person dan tidak bisa digeneralisasi untuk semua dokter spesialis, katanya.

RSUD Bung Karno Solo Layani Pasien BPJS Mulai Februari 2020

Untuk kekurangan dokter spesialis kandungan, Yuni mengaku saat ini memang masih kurang di RSUD dr. Soeratno Gemolong. Sebagai rumah sakit tipe C harusnya memiliki minimal dua dokter spesialis kandungan tetapi faktanya di RS itu baru memiliki satu dokter spesialis kandungan.

Saat bukaan CPNS 2018 dan 2019 ternyata tidak ada yang mendaftar. Solusinya Pemkab menyekolahkan dokter umum untuk menempuh pendidikan spesialis, katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, menambahkan dalam aturan BPJS, seorang dokter PNS yang praktik swasta di saat jam dinas tidak akan bisa mengklaim. Dia mengatakan seorang dokter PNS tidak akan membuka praktik swasta saat jam dinas.

katasapa.com

Barcelona Bahkan Berpikir Bisa Jual Braithwaite Saat Negosiasi

katasapa.com

Chelsea Khawatir Kondisi N’Golo Kante Jelang Hadapi Tottenham Hotspur

katasapa.com

Musprov VII Kadin Sulsel, Ini Syarat Jadi Ketua

katasapa.com

Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Mengalami Surplus

katasapa.com

Pemda Lutra Alokasikan Dana Rp11 M untuk Jalan Munte

katasapa.com

Hasil Survei Terkini: Cuma 21,4 Persen Warga Serang Kenal Ratu Tatu, Kalah Sama Eki Baihaki, Kok Bisa?

katasapa.com

Anggota DPRD Kunjungi Kantor Komisi Informasi Banten, Laporan PPID 2019 Disampaikan

katasapa.com

Peringatan Saiful Jihad Soal Netralitas ASN di Pemilihan

katasapa.com

12 Tahun Berambut Panjang, Maia Estianty Putuskan Potong Pendek, Disebut Mirip Victoria Beckham

katasapa.com

Asisten Nia Ramadhani Ditipu Saat Pesan Via GoFood, Tabungannya Terkuras Hingga Jutaan Rupiah

katasapa.com

Mbah Mijan Mimpi Artis Senior yang Juga Anggota Dewan Bakal Cerai, Sinyalnya ke KD?

katasapa.com

Sumut Dukung Swasembada Daging, Mentan RI Luncurkan Sikomandan di Sergai

katasapa.com

Serius Bawa Kasus Dugaan Pelecehan Dedy Susanto ke Ranah Hukum, Revina Resmi Gandeng Pengacara

katasapa.com

Cegah Importir Nakal, Penegak Hukum Diminta Selidiki Penerbitan RIPH

katasapa.com

Besok, None Masukkan Surat Cuti di Luar Tanggungan Negara

katasapa.com

Anggota Legislatif Komisi V DPRD Jabar Dorong Pemprov Tingkatkan IPP Jawa Barat

katasapa.com

Meski Tampil Luar Biasa di Kuarter Pertama, Timnas Indonesia Kandas

katasapa.com

Toyota Yaris SUV Bakal Diungkap Di Geneva Motor Show 2020

katasapa.com

Menengok Fitur Baru Toyota New Alphard dan New Vellfire

katasapa.com

KPK Jawab Tudingan Haris Soal Status Buron Mafia Kasus MA

katasapa.com

Preview Club Brugge vs MU: Tuan Rumah Menggertak

katasapa.com

Refleksi Hari Jadi Ke-60, Menuju Kabupaten Barru Lebih Baik

katasapa.com

Terkait Rancangan UU Cipta Kerja, Ini Pernyataan Sikap PWI

katasapa.com

Empat WNI Positif Virus Korona, 74 Lainnya Tunggu Hasil Tes

katasapa.com

Kampus Khusus Difabel, Kesetaraan Pendidikan untuk Pelajar Berkebutuhan Khusus

katasapa.com

Pemerintah Diminta Segera Tarik TNI/Polri dari Nduga

katasapa.com

Pilkada Solo: Berharap Pengumuman Rekomendasi Lebih Cepat, Purnomo Hanya Bisa Pasrah

katasapa.com

Plus Minus Terapi Emsculpt Bentuk Otot Instan Ala Ashraf Sinclair

katasapa.com

5 Pejabat Pemkab Sukoharjo Diperiksa Bawaslu, Ada Apa?

katasapa.com

Kunjungi Wonogiri, Gubernur Ganjar Nginep di Istana Parnaraya Lalu Menikmati Kitagawa Pesona Bali