Pelajar SMA Bunuh Begal, Jaksa Agung Minta Dikembalikan ke Orang Tua

kataSAPA.com

JAKARTA Kasus siswa SMA yang membunuh begal di Malang terdengar sampai Jakarta. Kasus yang hari ini memasuki sidang pembacaan tuntutan itu bahkan mendapat atensi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Dia menyatakan, jaksa hanya akan menuntut ZA, inisial siswa SMA itu, dengan hukuman dikembalikan ke orang tuanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Burhanuddin setelah rapat kerja dengan komisi III di gedung DPR kemarin (20/1).

Dia menyatakan, pembunuhan itu terjadi karena ZA berusaha membela diri. Namun, ZA tidak dalam keadaan terpaksa penuh. Sebab, kata dia, sebenarnya si begal tidak punya keinginan memerkosa pacar ZA.

Namun, ZA kadung membawa senjata tajam. Senjata itulah yang digunakan pelajar tersebut untuk membela diri dan menghabisi korban.

Burhanuddin menegaskan bahwa kejaksaan tidak menahan ZA. Menurut dia, hari ini ada pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU). Tuntutannya juga akan kami kembalikan ke orang tuanya, tegasnya.

Sementara itu, kemarin (20/1) diadakan sidang tertutup di Ruang Sidang Anak Pengadilan Negeri Kepanjen. Agendanya mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Salah seorang saksi adalah VN, teman perempuan ZA yang berada di lokasi kejadian. Saat ditemui seusai sidang, VN kembali menceritakan peristiwa tersebut. Semua berawal pada 8 September 2019. Saat itu, ZA dan VN selesai menonton konser musik di Stadion Kanjuruhan. Perempuan kelahiran 2002 itu menerangkan, waktu kejadian sekitar pukul 19.00 di ladang tebu, Serangan, Gondanglegi, Malang.

ZA memilih jalur alternatif untuk pulang. Jalur tersebut dianggap lebih cepat lantaran aksesnya lebih enak. Namun, jalan itu sepi. Melewati ladang tebu, katanya.

Pada saat itulah mereka dibuntuti empat orang yang mengendarai dua motor. Para pelaku langsung memepet dan memaksa ZA menepikan motornya. Kemudian, pelaku merampas handphone dan motor korban. Handphone Mas ZA sudah diberikan karena diancam, cerita VN.

Dua pelaku, yakni Misnan dan Aliwafa, hendak merampas motor ZA. Di situ saya inget betul. Saya juga diancem-ancem mau diperkosa, jelas dia.

Mendengar ancaman pemerkosaan itu, ZA yang semula menurut akhirnya melawan. Dia mengambil pisau dapur yang berada di jok motor. Pisau itu ditusukkan ke Misnan. ZA lalu ganti mengancam Aliwafa. Ndredeg gak keruan, Mas. Aku langsung ambil motornya untuk ditarik ke belakang karena disuruh Mas ZA, jelas VN. Menurut dia, ZA tidak tahu bahwa Misnan akhirnya meninggal dunia.

MENCARI KEADILAN: Dari kiri, ZA, Bakti Riza Hidayat, dan Sudarto di Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang, kemarin. (DENNY MAHARDIKA/JAWA POS)
Saat sidang, ZA dan VN terlihat masih mengenakan seragam putih abu-abu. ZA duduk di sebelah kanan pengacaranya. Dia menyimak keterangan saksi-saksi. Pengunjung hanya bisa menonton dari pintu kaca secara bergantian.

Bakti Riza Hidayat, penasihat hukum ZA, mengatakan, beberapa saksi sangat menguntungkan kliennya. Misalnya, keterangan Aliwafa. Bakti mengungkapkan, Aliwafa dan Misnan bukan kali pertama melakukan pemerasan di lokasi tersebut. Mereka bahkan pernah dipenjara dalam kasus yang sama.

Bakti menuturkan, penerapan pasal untuk kliennya tidak manusiawi. Apalagi, ada pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Bagi dia, pasal primer tersebut telah gugur dalam persidangan. Lah, klien kami itu melakukan penusukan karena ada tekanan atau teror dari pelaku begal. Bagaimana klien kami bisa dianggap melakukan pembunuhan berencana? ujar Bakti.

Selain itu, dugaan pasal 338 tentang pembunuhan yang didakwakan kepada kliennya tidak terbukti. Sebab, kliennya hanya membela diri. Kemudian, pasal 351 ayat 3 juga bakal tidak terbukti. Alasannya sama. Unsur-unsur dalam pasal itu sulit dibuktikan karena perbuatannya tidak dilakukan berulang-ulang.

Bakti menjelaskan, undang-undang darurat tentang penggunaan senjata tajam yang dipakai jaksa juga tidak tepat. Alasannya, pisau yang dipakai untuk menusuk pelaku begal merupakan alat prakarya sekolah. Hal itu sudah dijelaskan saksi ahli dan guru ZA.

Jika klien kami divonis bersalah, ini sangat lucu. Dia membela diri, dalam pasal 49 KUHP itu dijelaskan, terangnya. Pasal tersebut, kata dia, menjelaskan tentang pembelaan. Perbuatan kliennya disebabkan adanya keadaan mendesak. Yakni, ZA akan dibegal dan temannya akan diperkosa. Perbuatan itulah yang membuat ZA menusukkan pisau ke pelaku begal.

Pada bagian lain, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Malang Kristriawan enggan berkomentar banyak. Yang pasti, lanjut dia, saksi-saksi sudah memberikan keterangan dalam persidangan. Besok (hari ini, Red) kami buat tuntutannya. Nanti kami diskusikan dengan tim, katanya. (jpc)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Barcelona Bahkan Berpikir Bisa Jual Braithwaite Saat Negosiasi

katasapa.com

Chelsea Khawatir Kondisi N’Golo Kante Jelang Hadapi Tottenham Hotspur

katasapa.com

Musprov VII Kadin Sulsel, Ini Syarat Jadi Ketua

katasapa.com

Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Mengalami Surplus

katasapa.com

Pemda Lutra Alokasikan Dana Rp11 M untuk Jalan Munte

katasapa.com

Hasil Survei Terkini: Cuma 21,4 Persen Warga Serang Kenal Ratu Tatu, Kalah Sama Eki Baihaki, Kok Bisa?

katasapa.com

Anggota DPRD Kunjungi Kantor Komisi Informasi Banten, Laporan PPID 2019 Disampaikan

katasapa.com

Peringatan Saiful Jihad Soal Netralitas ASN di Pemilihan

katasapa.com

12 Tahun Berambut Panjang, Maia Estianty Putuskan Potong Pendek, Disebut Mirip Victoria Beckham

katasapa.com

Asisten Nia Ramadhani Ditipu Saat Pesan Via GoFood, Tabungannya Terkuras Hingga Jutaan Rupiah

katasapa.com

Mbah Mijan Mimpi Artis Senior yang Juga Anggota Dewan Bakal Cerai, Sinyalnya ke KD?

katasapa.com

Sumut Dukung Swasembada Daging, Mentan RI Luncurkan Sikomandan di Sergai

katasapa.com

Serius Bawa Kasus Dugaan Pelecehan Dedy Susanto ke Ranah Hukum, Revina Resmi Gandeng Pengacara

katasapa.com

Cegah Importir Nakal, Penegak Hukum Diminta Selidiki Penerbitan RIPH

katasapa.com

Besok, None Masukkan Surat Cuti di Luar Tanggungan Negara

katasapa.com

Anggota Legislatif Komisi V DPRD Jabar Dorong Pemprov Tingkatkan IPP Jawa Barat

katasapa.com

Meski Tampil Luar Biasa di Kuarter Pertama, Timnas Indonesia Kandas

katasapa.com

Toyota Yaris SUV Bakal Diungkap Di Geneva Motor Show 2020

katasapa.com

Menengok Fitur Baru Toyota New Alphard dan New Vellfire

katasapa.com

KPK Jawab Tudingan Haris Soal Status Buron Mafia Kasus MA

katasapa.com

Preview Club Brugge vs MU: Tuan Rumah Menggertak

katasapa.com

Refleksi Hari Jadi Ke-60, Menuju Kabupaten Barru Lebih Baik

katasapa.com

Terkait Rancangan UU Cipta Kerja, Ini Pernyataan Sikap PWI

katasapa.com

Empat WNI Positif Virus Korona, 74 Lainnya Tunggu Hasil Tes

katasapa.com

Kampus Khusus Difabel, Kesetaraan Pendidikan untuk Pelajar Berkebutuhan Khusus

katasapa.com

Pemerintah Diminta Segera Tarik TNI/Polri dari Nduga

katasapa.com

Pilkada Solo: Berharap Pengumuman Rekomendasi Lebih Cepat, Purnomo Hanya Bisa Pasrah

katasapa.com

Plus Minus Terapi Emsculpt Bentuk Otot Instan Ala Ashraf Sinclair

katasapa.com

5 Pejabat Pemkab Sukoharjo Diperiksa Bawaslu, Ada Apa?

katasapa.com

Kunjungi Wonogiri, Gubernur Ganjar Nginep di Istana Parnaraya Lalu Menikmati Kitagawa Pesona Bali