Soal Dugaan Upaya Merintangi Penyidikan Politikus PDIP, Begini Tangggapan KPK

kataSAPA.com

JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkesan tutup mata untuk mengusut dugaan adanya upaya menghalang-halangi atau obstruction of justice, proses penyidikan terkait keberadaan politikus PDI Perjuangan, Harun Masiku.

Lembaga antirasuah menyebut, belum melihat adanya upaya merintangi penyidikan terkait keberadaan Harun.

Kami tidak memandang sejauh itu ya (adanya dugaan merintangi penyidikan), kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (22/1).

Informasi mengenai keberadaan Harun terkesan janggal. Dalam pemberitaan disebutkan, Harun telah kembali ke Indonesia sejak Selasa (7/1) lalu. Namun, hal ini baru dibenarkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada hari ini, Rabu (22/1).

Harun yang sebelumnya menurut Imigrasi berada di Singapura sejak Senin (6/1), ternyata sehari sebelum terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) yang meringkus Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu (8/1) telah berada di Tanah Air.

Kejanggalan ini pun lantaran, Menkumham Yasonna Laoly yang juga politikus PDIP ini pada Kamis (16/1) lalu menyampaikan, Harun masih berada di Singapura. Namun, kemudian muncul pemberitaan bahwa tersangka pemberi suap Harun masiku berada di Indonesia sejak Selasa (7/1) , sehari sebelum terjadinya operasi senyap KPK.

Pemberitaan itu dilengkapi dengan rekaman CCTV, yang memperlihatkan Harun tengah berada di Bandara Soekarno Hatta. Namun, baru pada hari ini, Rabu (22/1) Ditjen Imigrasi mengakui Harun telah berada di Indonesia. Imigrasi mengaku adanya delay system sehingga menghambat pemberian informasi terkait keberadaan Harun.

Kendati demikian, KPK lebih memilih untuk menunggu adanya pendalaman yang dilakukan pihak Imigrasi terkait adanya delay system. Nantinya, KPK akan menindaklanjuti laporan adanya delay system, ada faktor kesengajaan atau tidak.

Dirjen Imigrasi akan melakukan pendalaman. Tentunya itu adalah informasi positif, informasi yang bagus. Apa nanti kemudian di sana ada unsur kesengajaan, atau lalai ataupun yang lainnya, tentu perlu pendalaman dulu ke sana, ucap Ali.

Oleh karena itu, Ali menegaskan pihaknya tidak merasa dibohongi oleh Imigrasi mengenai informasi keberadaan Harun. Hal ini berkaitan adanya hubungan baik antara KPK dan Ditjen Imigrasi.

Kami tidak memandangnya sampai ke sana (dibohongi Imigrasi). Yang jelas karena ini ada hubungan yang baik dengan Imigrasi, maka informasinya tentu kami terima, pungkasnya.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi Kemenkumham mengakui terlambat menginformasikan keberadaan politikus PDI Perjuangan, Harun Masiku. Tersangka pemberi suap proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 itu telah berada di Indonesia sejak Senin (7/1) lalu.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang menyatakan adanya gangguan atay delay system sehingga Imigrasi telah mengetahui keberadaan Harun. Delay system itu diduga terjadi karena proses restrukturisasi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) yang sedang berlangsung. Hal ini berimbas pada terganggunya sumber informasi.

Tidak lazim terjadi (delay system, tapi kalau mati lampu di Bandara Soeta itu pernah. Apakah ini ada hubungannya atau tidak, kita lakukan pendalaman, kata Arvin di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1).

Arvin menyebut, pihaknya melakukan pendalaman mengapa terjadi delay system. Pihaknya saat ini belum mengetahui secara rinci mengapa hal itu bisa terjadi.

Maka dilakukan pendalaman. Itu merupkan bagian pengawasan dan pemantauan pelintasan. Hasilnya tentunya kita akan terbuka dengan penyidik, terang Arvin.

Terkait lamanya informasi yang disampaikan pihak Imigrasi, kata Arvin, karena masih mengumpulkan informasi yang valid. Karena hilangnya Harun Masiku saat ini tengah menjadi sorotan publik.

Kalau imigrasi tentu akan sangat terbuka sekali untuk menyampaikan pelintasan. Tidak ada spekulasi kita menghambat, kita hanya memastikan yang bersangkutan (Harun Masiku), pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Harun diduga merupakan salah satu kunci terkait perkara yang diduga melibatkan petinggi PDIP. Penyidik lembaga antirasuah hingga kini masih mendalami asal-usul uang Rp 400 juta yang diberikan untuk Wahyu Setiawan melalui sejumlah perantara.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Harun Masiku selaku caleg DPR RI fraksi PDIP dan Saeful.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu. (JPC)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Menanti Duet Pogba dan Fernandes di Manchester United

katasapa.com

Conte Sebut Lautaro Martinez Tak Tergoda dengan Barcelona

katasapa.com

Christian Vieri: Inter Milan Jangan Lupakan Jasa Spalletti

katasapa.com

Pulih Cedera, Zidane Tak Mau Buru-Buru Mainkan Hazard

katasapa.com

Semifinal Piala Gubernur Jatim Tanpa Penonton, Finalnya Bagaimana?

katasapa.com

Resep Jitu Garuda Select Saat Hadapi Pemain Berpostur Besar

katasapa.com

Hasil Juventus vs Brescia: Gol ke-150 Paulo Dybala

katasapa.com

Hasil Aston Villa vs Tottenham: Rekor Son Harumkan Nama Asia

katasapa.com

Hasil Koeln vs Bayern Muenchen: Leipzig Cuma Numpang Lewat di Puncak

katasapa.com

Christian Eriksen Masih Harus Berjuang demi Tempat Utama

katasapa.com

Gol Indah Eks Pemain Manchester United Benamkan Klub Witan Sulaiman

katasapa.com

11 Gosip Transfer Hari Ini: Strategi Juve Pulangkan Pogba, Duo Manchester Siap-siap Ganti Nakhoda

katasapa.com

Mobil Wuling Terbakar Bermula dari AC, Padahal Masih Baru

katasapa.com

Sambut Hari Kasih Sayang, DAM Ajak Pengguna Honda BeAT Series Nonton Bareng dan Keliling Kota Bandung

katasapa.com

Giliran DPP PPP Berikan Rekomendasi ke Pasangan Adnan-Kio

katasapa.com

Taufan Pawe Tantang PGMI Berkontribusi Majukan Parepare

katasapa.com

Kapolres Parepare Tanggapi Dugaan Penipuan Modus Investasi

katasapa.com

Merangkul Pinggang Cewek Saat Siaran, Hotman Paris Show Disanksi KPI

katasapa.com

Pengakuan Para Korban Pelecehan Makin Banyak, Dedy Susanto Ajak Revina Bertarung di Pengadilan

katasapa.com

Syahrini Jadi Bulan-bulanan Gegara Dituding Sindir Luna Maya, Rio Motret Akhirnya Turun Tangan

katasapa.com

Pilwalkot Tangsel, Gerindra Sudah Bersiap: Putri KH Ma’ruf Amin Kami Nilai Paling Serius

katasapa.com

Puluhan Ribu Warga Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Barru

katasapa.com

Chat Mesum Diumar Revina VT, Dedy Susanto: Sudah Kebangetan Fitnahnya

katasapa.com

Hotman Paris Tak Percaya Dua Gerakan di Video Ini yang Bikin Tayangannya Disemprot KPI

katasapa.com

Jamride, Transportasi Online Pertama di Penajam Pasar Utara

katasapa.com

Hasilkan Empat Rekomendasi, Pertemuan IIFP Resmi ke-4 Ditutup

katasapa.com

Kereta Api Belum Ada, Jembatan dan Terowongan Sudah Tersedia

katasapa.com

25 Prajurit TNI AU Selesaikan Misi di Natuna, Istri: Alhamdulillah

katasapa.com

Liverpool Akan Kunci Gelar Tercepat di Eropa, Liga Lain?

katasapa.com

Horee, Pemkot Madiun Buka 25 Kelas Pelatihan Keterampilan