Penghasilan Abu Cuma Rp 300 Ribu Sebulan dan Harus Hidupi 7 Orang Anak

kataSAPA.com

Demi mensejahterakan kehidupan guru di Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali membantu pahlawan tanpa tanda jasa tersebut lewat program Sahabat Guru Indonesia. Kali ini, yang mendapatkan bantuan biaya hidup adalah Abu dan Sukarman.

Kalau ada yang menggerakannya (kepedulian mayarakat) seperti Global Zakat ACT ini, sangat bagus. Jadi bisa terangkat dan penerima manfaat merasa terbantu. Mendapatkan angin segar. Alhamdulillah, ada (apresiasi) untuk membangkitkan semangat, kata Abu.

Abu saat ini mengajar di Yayasan Pendidikan Islam Mathlahul Anwar dengan mengampu mata pelajaran Agama Islam. Pendapatan yang ia hasilkan sebesar Rp 300 ribu per bulan. Abu memilih untuk tinggal di yayasan agar menghemat biaya hidup sejak tiga bulan lalu.

Pihak sekolah juga tidak merasa keberatan dengan permintaan Abu untuk tinggal di sekolah. Pada awal tahun, rumah Abu terkena banjir besar dan hingga kini lumpur masih menggenang di dalam dan di kebun depan rumahnya.

Pak Abu memang tinggal di sini karena memang juga beliau tinggal sendiri di rumah. Meskipun ia punya 7 anak, tapi mereka tinggal dengan ibunya. Berhubung karena jarak dari sekolah ke rumah juga jauh dan ingin menghemat, jadi beliau tinggal di sini. Untuk makan ditanggung sekolah, kata Kepala Sekolah di Yayasan Pendidikan Islam Mathlahul Anwar Amudin dalam siaran pers, Rabu (22/1).

Keinginan Abu juga layaknya seorang yang telah mantap dalam mendedikasikan hidupnya sebagai seorang guru, yakni mengharapkan berkat Tuhan.

Harapan bapak cuma satu saja, ingin mengharapkan ridha Allah. Kalau masalah harta, seperti itu adaya saya syukuri saja. Memang tidak munafik juga, terkadang kalau kita tidak punya doktrin agama, tentu timbulnya putus asa dan akibatnya buruk, terangnya.

Sementara itu, kehidupan Sukarman selain menjadi guru adalah sebagai pedagang asongan. Sedari pagi, Sukarman sudah pergi ke pasar untuk menjajakan dagangannya di tengah orang yang lalu lalang hingga jam 7 pagi setelah itu pergi mengajar di TPQ sebuah SD di Desa Kawedusan, Kebumen dan kembali ke pasar pada siang hari.

Pada sore hari, Sukarman pun kembali mengajar anak-anak di Masjid Agung Kauman, Kebumen sebagai guru mengaji. Adapun penghasilannya sebagai guru adalah Rp 100 ribu dalam satu bulan yang dibayarkan tiap 3 bulan sekali.

Seperti itulah kehidupan saya. Kami hanya pasrah kepada Allah. Juga mohon doanya kepada masyarakat, semoga kehidupan kami selalu dicukupkan. Saya berjuang itu bukan karena materi. Kadang saya melihat guru-guru mengaji saya terdahulu. Beliau-beliau itu mengajar tanpa pernah diberi biaya. Semua gratis. Makanya kadang saya juga malu, saya setiap bulan dapat amplop. Guru-guru saya tidak ada yang diberi amplop, ujar Sukarman.

Sebanyak 1.070.622 guru honorer masih terus berjuang dalam ketidakpastian. Status yang tidak dijamin dengan baik, mengakibatkan mereka tak mendapatkan gaji yang pantas. Bagi mereka mungkin uang bukan segalanya, tapi tetap saja mereka pantas untuk dihargai secara materi. Mari ikut berpartisipasi memajukan pendidikan bangsa Indonesia dengan menyediakan biaya hidup guru honorer pra sejahtera melalui www.indonesiadermawan.id/SahabatGuruIndonesia.

katasapa.com

Menanti Duet Pogba dan Fernandes di Manchester United

katasapa.com

Conte Sebut Lautaro Martinez Tak Tergoda dengan Barcelona

katasapa.com

Christian Vieri: Inter Milan Jangan Lupakan Jasa Spalletti

katasapa.com

Pulih Cedera, Zidane Tak Mau Buru-Buru Mainkan Hazard

katasapa.com

Semifinal Piala Gubernur Jatim Tanpa Penonton, Finalnya Bagaimana?

katasapa.com

Resep Jitu Garuda Select Saat Hadapi Pemain Berpostur Besar

katasapa.com

Hasil Juventus vs Brescia: Gol ke-150 Paulo Dybala

katasapa.com

Hasil Aston Villa vs Tottenham: Rekor Son Harumkan Nama Asia

katasapa.com

Hasil Koeln vs Bayern Muenchen: Leipzig Cuma Numpang Lewat di Puncak

katasapa.com

Christian Eriksen Masih Harus Berjuang demi Tempat Utama

katasapa.com

Gol Indah Eks Pemain Manchester United Benamkan Klub Witan Sulaiman

katasapa.com

11 Gosip Transfer Hari Ini: Strategi Juve Pulangkan Pogba, Duo Manchester Siap-siap Ganti Nakhoda

katasapa.com

Mobil Wuling Terbakar Bermula dari AC, Padahal Masih Baru

katasapa.com

Sambut Hari Kasih Sayang, DAM Ajak Pengguna Honda BeAT Series Nonton Bareng dan Keliling Kota Bandung

katasapa.com

Giliran DPP PPP Berikan Rekomendasi ke Pasangan Adnan-Kio

katasapa.com

Taufan Pawe Tantang PGMI Berkontribusi Majukan Parepare

katasapa.com

Kapolres Parepare Tanggapi Dugaan Penipuan Modus Investasi

katasapa.com

Merangkul Pinggang Cewek Saat Siaran, Hotman Paris Show Disanksi KPI

katasapa.com

Pengakuan Para Korban Pelecehan Makin Banyak, Dedy Susanto Ajak Revina Bertarung di Pengadilan

katasapa.com

Syahrini Jadi Bulan-bulanan Gegara Dituding Sindir Luna Maya, Rio Motret Akhirnya Turun Tangan

katasapa.com

Pilwalkot Tangsel, Gerindra Sudah Bersiap: Putri KH Ma’ruf Amin Kami Nilai Paling Serius

katasapa.com

Puluhan Ribu Warga Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Barru

katasapa.com

Chat Mesum Diumar Revina VT, Dedy Susanto: Sudah Kebangetan Fitnahnya

katasapa.com

Hotman Paris Tak Percaya Dua Gerakan di Video Ini yang Bikin Tayangannya Disemprot KPI

katasapa.com

Jamride, Transportasi Online Pertama di Penajam Pasar Utara

katasapa.com

Hasilkan Empat Rekomendasi, Pertemuan IIFP Resmi ke-4 Ditutup

katasapa.com

Kereta Api Belum Ada, Jembatan dan Terowongan Sudah Tersedia

katasapa.com

25 Prajurit TNI AU Selesaikan Misi di Natuna, Istri: Alhamdulillah

katasapa.com

Liverpool Akan Kunci Gelar Tercepat di Eropa, Liga Lain?

katasapa.com

Horee, Pemkot Madiun Buka 25 Kelas Pelatihan Keterampilan