25 Prajurit TNI AU Selesaikan Misi di Natuna, Istri: Alhamdulillah

kataSAPA.com

MAROS Setelah ikut menjalani observasi dan karantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, sebanyak 25 kru dari skadron udara 5 dan skadron udara 33 akhirnya tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin Minggu, 16 Februari.

Kru yang tergabung dalam misi Wuhan Humanitary Mission ini tiba di pangkalan TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin sekira pukul 09.00 Wita.

Kedatangan mereka pun disambut gembira oleh anak, istri beserta sanak keluarga dan rekan lainnya di Lanud Sultan Hasanuddin.

Bahkan beberapa prajurit TNI AU Lanud Hasanuddin ini pun disambut pelukan hangat dari sang istri dan buah hati, yang telah mereka tinggal selama 14 hari.

Bagaimana ke-25 Prajurit TNI AU ini baru saja menyelesaikan misi evakuasi WNI dari Wuhan (China) ke Natuna (Indonesia). Akan tetapi setibanya dari Wuhan, mereka tak bisa langsung kembali ke Maros, melainkan harus ikut menjalani masa observasi virus corona di Natuna, sama seperti 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang mereka evakuasi dari Wuhan.

Kedatangan mereka disambut oleh Komandan Wing Udara 5 , Kolonel Pnb David Y Tamboto, Kepala Dinas Operasi
Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono, Komandan Skadron Udara 5, Letkol Pnb Iwan Retnawan, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, dr Darmawali Handoko dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari serta pejabat lainnya.

Salah satu kru dari Sakdron Udara 33 Lanud Hasanuddin, Mayor PNB Pratama Ivandi mengaku senang, lega, terharu serta puas karena mampu menyelesaikan misi kemanusiaan ini dengan baik.

Alhamdulillah senang, lega, terharu dan puas. Pokoknya perasaan campur aduk semua, ungkap Mayor PNB Prtama Ivandi.

Dia mengatakan dalam misi kemanusiaan ini ada dua pesawat yang diperbantukan dari Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin.

Dari empat pesawat yang terlibat dalam proses evakuasi ini, kita sendiri (Lanud Hasanuddin,red) yang terlibat dua pesawat yakni Boeing 737 Skadron Udara 5 dan Hercules dari Skadron Udara 33, jelasnya.

Selama berada di Natuna, ia mengaku menjalani masa observasi di lokasi berbeda dengan 238 WNI lainnya.

Mereka juga setiap hari menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim yang dipantau langsung oleh World Health Organization (WHO).

Kami tidak digabung dengan WNI dari China, tapi pemeriksaannya sama dengan mereka, semua diperiksa baik fisik maupun psikologis kami. Itu ada WHO yang pantau langsung, jelasnya.

Sementara salah seorang istri yang datang menyambut suaminya, Yuanita mengaku senang karena suaminya bisa kembali dalam keadaan sehat.

Alhamdulillah senang. Karena sudah bisa pulang. Bapak berangkat dalam keadaan baik dan pulang juga dalam keadaan baik, ungkap ibu tiga anak ini.

Sementara itu Komandan Wing Udara 5 , Kolonel Pnb David Y Tamboto menyampaikan rasa syukur karena kru yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini bisa kembali dalam keadaan sehat.

Pada operasi kemanusiaan ini kita melibatkan Pesawat Boeing 737 dari Skadron Udara 5 kemudian pesawat C130 Hercules dari Skadron Udara 33, ungkapnya.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari menjelaskan, warga tidak perlu khawatir dengan semua WNI yang telah diinkubasi tersebut.

Sebab mereka semuanya telah mengikuti pemeriksaan ketat berstandar internasional.

Dia menjelaskan jika warga asal Sulsel ada 18 orang. Namun yang kembali ke Sulsel hanya 17 orang karena yang satu orang dijemput langsung oleh keluarganya di Jakarta. (rin/fajar)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Corona Bunuh Lebih Banyak Pria daripada Wanita, Ini Penjelasannya

katasapa.com

Baidowi Nilai Permenkes PSBB Masih Menyisakan Masalah

katasapa.com

Ramadan dalam Karantina Akibat Corona di AS

katasapa.com

KOPI KENANGAN Promo Paket PEKA – Pesta Kenangan 5 Minuman mulai Rp. 76.500 saja

katasapa.com

A&W Restoran Promo Paket 5 Potong Ayam Hanya Rp. 59.500

katasapa.com

Setelah Salurkan Bantuan Pangan, Cirebon Rerewang Donasikan APD Untuk RSD Gunung Jati

katasapa.com

Mulai Senin, Pemda Kota Cirebon Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Untuk Swalayan dan Pasar Tradisional

katasapa.com

KAI Perpanjang Pengembalian 100 Persen Pembatalan Tiket Hingga 4 Juni 2020

katasapa.com

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina Serahkan Bantuan Ratusan APD untuk Dinkes Kabupaten Cirebon

katasapa.com

Pantesan Lautaro Martinez Tak Tergoda Barcelona, Gajinya Lumayan

katasapa.com

Milan Lakukan Segalanya untuk Gaet Ivan Rakitic

katasapa.com

Manchester United Siap Barter Paul Pogba dengan Matthijs de Ligt

katasapa.com

Fonseca Percaya Pemain Roma Tidak Butuh Waktu Lama Untuk Siap Bermain

katasapa.com

Pep Guardiola Kantongi Daftar Panjang Kesalahan Transfer

katasapa.com

Niat Barcelona Gaet Rodrigo Bentancur dari Juventus Akan Terkendala Hal Ini

katasapa.com

Liverpool Tim Inggris Pertama Rumahkan Staf Tak Bermain Mereka

katasapa.com

Uniknya Bentuk Iklan Peradaban Zaman Kuno, Part 5: Iklan Politikus

katasapa.com

Jokowi Marah, Lockdown di Tegal Cuma Bertahan 3 Hari

katasapa.com

Jet Pribadi Messi Seharga Rp200 Miliar Mendarat Darurat

katasapa.com

Sebut Andrea Dian Positif Corona dengan Senangnya di Acara Insert, Jessyn Lim Minta Maaf

katasapa.com

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Wilayah Jabodetabek Hampir 50 Persen

katasapa.com

Insiden Jesslyn Lim Salah Sebut ‘Selamat Positif Corona’, Ini Respon Andrea Dian

katasapa.com

Pemprov Jabar Salurkan 16 Ribu APD Termasuk Bantuan dari Jack Ma

katasapa.com

Luhut Panjaitan: Suruh Datang ke Saya, Nanti Saya Cium Tangannya

katasapa.com

IPW: Jangan Asal Dibebaskan, Harusnya Menkumham Rapid Tes Dulu Napi Koruptor

katasapa.com

Tidak Ada Penutupan Pelabuhan, Taufan Pawe: Kita Jaga Ketat

katasapa.com

Pasien Hamil Status PDP Covid-19 Asal Padangsidimpuan Ini Meninggal Dunia, Dimakamkan di Medan

katasapa.com

Sebelum Meninggal, Ibu Hamil PDP Covid-19 Sempat Live FB, Kritik Pelayanan RSUD Padangisidimpuan

katasapa.com

Tokoh Publik Ramai-ramai Kritik Luhut, “Anda Tidak Dewasa dalam Demokrasi”

katasapa.com

Viral Curhat Pasien PDP Covid-19 sebelum Meninggal, Ini Tanggapan Walkot Padangsidimpuan