Ancaman Resesi Semakin Nyata, Pemerintah Masih Punya Waktu Lakukan 4 Skenario, Jika Tidak…

kataSAPA.com
rupiah

JAKARTA Gangguan rantai suplai global, melemahnya permintaan dan layanan ekspor-impor, serta menurunnya aktivitas bisnis di berbagai negara karena penyebaran virus corona (Covid-19) merupakan faktor yang berkontribusi pada terjadinya resesi.

Melihat berbagai dinamika ini, target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 5,3% pun dirasa akan sulit tercapai.

Jika melihat ke belakang, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2019 lalu hanya berada pada level 5,02%. Angka ini turun dari capaian pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 yang menyentuh level 5,17%, kata peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal pertama di tahun 2020 bahkan sudah diakui Menkeu Sri Mulyani terkoreksi ke level 4,8% 4,9%.

Atas dasar itu, Pingkan berpandangan ada empat hal yang perlu menjadi catatan pemerintah untuk menghadapi ancaman resesi yang semakin nyata. Pertama adalah stimulus fiskal.

Hal ini diperlukan untuk mencegah dampak negatif jangka panjang dari perlambatan ekonomi global yang saat ini tengah berlangsung. Hingga saat ini pemerintah telah memberikan dua paket stimulus fiskal, katanya.

Pemerintah, kata dia, setidaknya sudah akan menyiapkan paket stimulus jilid III yang mencakup aspek kesehatan, perlindungan sosial, serta upaya menjaga kinerja pelaku usaha.

Selain stimulus di tingkat nasional, koordinasi di tataran global untuk memberikan stimulus juga sangat dibutuhkan.

Berdasarkan pengalaman saat krisis keuangan global 2008 yang lalu, stimulus fiskal yang diberikan oleh G-20 berjumlah sekitar 2% dari PDB, setara lebih dari 900 miliar dolar AS di tahun 2009.

Kebijakan moneter yang melibatkan bank sentral perlu memperhatikan aliran kredit yang dapat tersalurkan ke sektor ekonomi riil. Di masa krisis seperti saat ini, intervensi valuta asing dan langkah-langkah manajemen aliran modal dapat bermanfaat melengkapi tingkat suku bunga dan tindakan kebijakan moneter lainnya. Terlebih rupiah kini melemah, sambungnya.

Berikutnya adalah perlunya regulasi yang tanggap terhadap dinamika perekonomian.

Pengawasan sistem keuangan harus mengedepankan keseimbangan antara menjaga stabilitas keuangan, menjaga kesehatan sistem perbankan, dan meminimalisir dampak negatif perekonomian.

Harmonisasi kebijakan pusat dengan daerah juga perlu dilakukan.
Hal ini krusial mengingat jumlah penduduk Indonesia banyak dan tersebar di 34 provinsi.

Koordinasi dan harmonisasi perlu untuk menjamin kesiapan segala pihak, termasuk masyarakat dalam memitigasi dampak negatif dari pandemik Covid-19.

Faktor kesehatan tentu menjadi fokus utama, namun perlu diingat pula bahwa karakteristik masyarakat di daerah satu dan lainnya berbeda sehingga penyesuaian kebijakan di sektor lain seperti ekonomi juga berdampak pada kemaslahatan hidup banyak orang, tandasnya.

(sta/rmol/pojoksatu)

The post Ancaman Resesi Semakin Nyata, Pemerintah Masih Punya Waktu Lakukan 4 Skenario, Jika Tidak appeared first on .

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

194 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta Api dari Semarang

katasapa.com

Penghentian Operasional KA Jarak Jauh Diperpanjang Sampai 30 Juni

katasapa.com

374 Warga Karanganyar di Jabodetabek Dapat Bansos Pemprov Jateng

katasapa.com

Mau Dilaporkan ke Polisi, Farid Gaban: Kok Tidak Bantai dengan Argumen?

katasapa.com

Pelajar di Filipina Tak Boleh Masuk Sekolah Sampai Vaksin Covid-19 Tersedia

katasapa.com

Ada Hantu Korban KDRT di Rumah Pocong Sumi Jogja

katasapa.com

Dampak Pandemi, Oleh-oleh Khas Cirebon Turun Hingga 90 Persen

katasapa.com

Mulai Besok Grage Mall dan Grage City Mall Siap Beroperasi Kembali

katasapa.com

Tenant Grage Mall Dan Grage City Mall Siap Ikuti Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

katasapa.com

Fans Manchester United Girang Paul Pogba Latihan Bareng Bruno Fernandes

katasapa.com

WAJIB TAU! 10 Rekor Lionel Messi Yang Jarang Dibahas!

katasapa.com

Lego Old Trafford Bikin Sibuk Sir Alex Ferguson Selama Lockdown

katasapa.com

11 Pemain Bintang yang Gagal Bersinar di Liga Inggris, Mayoritas Chelsea

katasapa.com

Salzburg Pancing Liverpool Rekrut Lagi Dua Pemainnya

katasapa.com

Begini Cara Batalyon C Pelopor Rayakan Halalbihalal di Tengah Pandemi Covid-19

katasapa.com

Dampak Pandemi Covid-19, Kinerja Industri Otomotif Diprediksi Turun 40 Persen

katasapa.com

Innalilahi, Dua Balita Hangus Terbakar Saat Main Petak Umpet Didalam Mobil

katasapa.com

Kisah Pilu Dua Balita Terjebak dan Terbakar dalam Sedan, Pemilik: Pintu Mobil dalam Keadaan Tidak Dikunci

katasapa.com

Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia, Telkom dan Jababeka & Co Jalin Kerjasama

katasapa.com

Jerinx : Terawan & Siti Fadilah Dibungkam, Deddy Corbuzier Coba Dibungkam

katasapa.com

Begini Penjelasan Unhas Soal Penemuan Bendera Bergambar Palu Arit

katasapa.com

Hendak Rayakan Ulang Tahun Hari Kamis, Ibu Deeja: Anak Saya Sudah di Surga

katasapa.com

Ridwan Kamil: Jawa Barat Dinilai Punya Manajemen Sangat Baik Soal Penanganan COVID-19

katasapa.com

Skema Penerapan New Normal di Sulsel Mulai Dibahas

katasapa.com

Dewi Perssik Dibuat Kesal, Niat Bantu Kakek Viral Malah Dipersulit

katasapa.com

Tiga Puskesmas di Medan Ditutup setelah Pimpinannya Positif Corona

katasapa.com

Tragis! Anak Bunuh Ayah Kandung di Pasangkayu Sulbar Gara-Gara Uang

katasapa.com

Jumlah Warga Terpapar Corona Meningkat, Pemko Medan Siap Laksanakan New Normal

katasapa.com

Demi Datangkan Dua Pemain Ini, MU Pinjam Uang Rp2,3 Triliun

katasapa.com

Ombudsman Sebut Sistem Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 Sumut Belum Baik