Gara-gara Corona, Mahasiswa KKP Unpacti di Takalar Terpaksa Ditarik Sebelum Waktunya

kataSAPA.com

Puluhan mahasiswa Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar yang melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) selama satu bulan di Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) Takalar, terpaksa ditarik kembali sebelum waktunya.

Sejatinya, mereka melaksanakan KKP selama kurang lebih satu bulan, yakni mulai 10 Maret hingga 7 April 2020, namun karena semakin gencarnya anjuran pemerintah untuk melakukan aktivitas di luar rumah, terutama yang melibatkan orang banyak, maka pihak kampus terpaksa menarik kembali seluruh mahasiswa yang sedang melaksanakan KKP, baik di Takalar maupun di Makassar.

Kami mohon maaf Pak, kami terpaksa menarik semua mahasiswa kami yang sedang melaksanakan KKP. Baik di Takalar, maupun di Makassar, kata Rektor Unpacti Makassar, Dr Rusdin Nawi, kepada Camat Polsel, Baharuddin SSos MSi, di Kantor Camat Polsel, Selasa, 24 Maret 2020.

Rusdin Nawi yang didampingi Wakil Rektor III Drs Sumardi MSi, Ketua Panitia KKP Unpacti Makassar, Zaldi Rusnaedy SIP MIP, dan Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, Syaharuddin SIPem MAP, mengatakan, pihak kampus terpaksa menarik kembali mahasiswa KKP demi kebaikan bersama.

Kami tahu ini berat bagi mahasiswa dan mungkin juga bagi pemerintah dan masyarakat setempat, tapi sekali lagi ini terpaksa kami lakukan untuk kebaikan bersama, karena sudah banyak jatuh korban jiwa akibat terkena virus corona. Sekarang ini, izin pesta pernikahan pun tidak lagi diberikan. Di Makassar, Anjungan Losari sudah lama ditutup untuk umum, dan juga sudah ada patroli polisi membubarkan pertemuan-pertemuan, termasuk kalau ada kumpulan orang di warung kopi, tutur Rusdin.

Mendengar penyampaian tersebut, Camat Polsel, Baharuddin, yang didampingi Lurah Bulukunyi, Muhammad Nur, Lurah Pabundukang, Azis Bella, dan Lurah Bontokadatto, Jamaluddin, mengaku dapat memahami, meskipun demikian, ia merasa berat melepas kembali mahasiswa yang sedang ber-KKP di Polsel.

Tentu saja kita berat melepas adik-adik mahasiswa kembali ke kampus, karena tentu masih banyak program kerja yang akan dilaksanakan, tapi karena ini keadaan tidak biasa, maka tentu kami tidak bisa menahan adik-adik semua untuk tetap tinggal di lokasi KKP, kata Baharuddin, yang juga alumni Universitas Pancasakti Makassar.

Koordinator Kecamatan (Korcam) mahasiswa KKP, Rogansianus Nanggar, juga mengaku dapat memahami penarikan mahasiswa KKP tersebut, namun ia meminta diberi waktu dua tiga hari ke depan, karena menurutnya tidak mungkin mahasiswa langsung pamit tanpa persiapan lebih dahulu.

Kami dapat memahami, tapi kami juga meminta waktu dua tiga hari ke depan, karena pasti ada program atau pekerjaan yang harus kami rampungkan di lokasi, dan juga supaya ada waktu untuk persiapan pulang, kata Oncik, sapaan akrab Rogansianus Nanggar yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi.

Permintaan tersebut juga diaminkan Camat dan para Lurah yang hadir, dan juga langsung diterima oleh Rektor Unpacti, Rusdin Nawi.

Iya, tidak apa-apa, karena kebetulan besok (Rabu, 25 Maret 2020, red) memang tanggal merah, jadi bisa pulang setelah itu. Silakan diatur dengan panitia KKP, kata Rusdin. (rls)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Corona Bunuh Lebih Banyak Pria daripada Wanita, Ini Penjelasannya

katasapa.com

Baidowi Nilai Permenkes PSBB Masih Menyisakan Masalah

katasapa.com

Ramadan dalam Karantina Akibat Corona di AS

katasapa.com

KOPI KENANGAN Promo Paket PEKA – Pesta Kenangan 5 Minuman mulai Rp. 76.500 saja

katasapa.com

A&W Restoran Promo Paket 5 Potong Ayam Hanya Rp. 59.500

katasapa.com

Setelah Salurkan Bantuan Pangan, Cirebon Rerewang Donasikan APD Untuk RSD Gunung Jati

katasapa.com

Mulai Senin, Pemda Kota Cirebon Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Untuk Swalayan dan Pasar Tradisional

katasapa.com

KAI Perpanjang Pengembalian 100 Persen Pembatalan Tiket Hingga 4 Juni 2020

katasapa.com

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina Serahkan Bantuan Ratusan APD untuk Dinkes Kabupaten Cirebon

katasapa.com

Pantesan Lautaro Martinez Tak Tergoda Barcelona, Gajinya Lumayan

katasapa.com

Milan Lakukan Segalanya untuk Gaet Ivan Rakitic

katasapa.com

Manchester United Siap Barter Paul Pogba dengan Matthijs de Ligt

katasapa.com

Fonseca Percaya Pemain Roma Tidak Butuh Waktu Lama Untuk Siap Bermain

katasapa.com

Pep Guardiola Kantongi Daftar Panjang Kesalahan Transfer

katasapa.com

Niat Barcelona Gaet Rodrigo Bentancur dari Juventus Akan Terkendala Hal Ini

katasapa.com

Liverpool Tim Inggris Pertama Rumahkan Staf Tak Bermain Mereka

katasapa.com

Uniknya Bentuk Iklan Peradaban Zaman Kuno, Part 5: Iklan Politikus

katasapa.com

Jokowi Marah, Lockdown di Tegal Cuma Bertahan 3 Hari

katasapa.com

Jet Pribadi Messi Seharga Rp200 Miliar Mendarat Darurat

katasapa.com

Sebut Andrea Dian Positif Corona dengan Senangnya di Acara Insert, Jessyn Lim Minta Maaf

katasapa.com

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Wilayah Jabodetabek Hampir 50 Persen

katasapa.com

Insiden Jesslyn Lim Salah Sebut ‘Selamat Positif Corona’, Ini Respon Andrea Dian

katasapa.com

Pemprov Jabar Salurkan 16 Ribu APD Termasuk Bantuan dari Jack Ma

katasapa.com

Luhut Panjaitan: Suruh Datang ke Saya, Nanti Saya Cium Tangannya

katasapa.com

IPW: Jangan Asal Dibebaskan, Harusnya Menkumham Rapid Tes Dulu Napi Koruptor

katasapa.com

Tidak Ada Penutupan Pelabuhan, Taufan Pawe: Kita Jaga Ketat

katasapa.com

Pasien Hamil Status PDP Covid-19 Asal Padangsidimpuan Ini Meninggal Dunia, Dimakamkan di Medan

katasapa.com

Sebelum Meninggal, Ibu Hamil PDP Covid-19 Sempat Live FB, Kritik Pelayanan RSUD Padangisidimpuan

katasapa.com

Tokoh Publik Ramai-ramai Kritik Luhut, “Anda Tidak Dewasa dalam Demokrasi”

katasapa.com

Viral Curhat Pasien PDP Covid-19 sebelum Meninggal, Ini Tanggapan Walkot Padangsidimpuan