Operator Kapal Ferry Ketapang-Gilimanuk Tak Mampu Bayar Gaji Karyawan

kataSAPA.com

Sebanyak 12 perusahaan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai kesulitan memenuhi biaya operasional. Akibatnya mereka mulai tidak mampu membayar gaji karyawan. Situasi itu menimbulkan keresahan di tingkat pekerja.

Ketua DPD Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa Timur Sunaryo menuturkan, sebagian besar operator kapal ferry sudah kesulitan menutupi biaya operasional, termasuk membayar gaji, dan bunga bank.

Karyawan resah karena kemungkinan tidak dapat gaji bulan ini. Kami khawatir kapal ferry di Ketapang-Gilimanuk berhenti operasi dan angkutan logistik alami kekacauan, ungkap Sunaryo dalam keterangan pernya, Selasa (24/3).

Menurut Sunaryo, kondisi angkutan penyeberangan saat ini memprihatinkan. Di tengah ekonomi yang lesu dan diperparah pula dengan wabah virus korona. Sementara perusahaan harus melakukan tindakan khusus untuk mencegah penularan virus korona, sebab kapal ferry beroperasi 24 jam.

Dalam keadaan darurat ini seharusnya pemerintah mem-back-up dan membantu. Kalau penyeberangan berhenti beroperasi dan tidak mampu lagi bayar gaji, kami khawatir akan ada gejolak besar. Karyawan bakal demo besar-besaran, ujar Sunaryo.

Dia mendesak pemerintah segera menaikkan tarif sesuai janji agar perusahaan penyeberangan bisa sedikit terbantu. Terutama membayar gaji karyawan dan menutupi biaya operasional yang terus meningkat.

Terpisah, Ketua Bidang Tarif DPP Gapasdap Rakhmatika Ardianto mengatakan, proses kenaikan tarif penyeberangan hingga saat ini belum juga ada kejelasan.

Pemerintah seperti plin-plan. Proses perhitungan tarif sudah dibahas hingga 1,5 tahun, bahkan sudah disosialisasikan tetapi tidak juga direalisasikan. Padahal era sebelumnya hanya butuh waktu beberapa bulan saja, ungkap Rakhmatika.

Dia mengatakan, Gapasdap telah mengingatkan pemerintah agar segera menetapkan tarif karena semua perusahaan penyeberangan sudah kesulitan menutupi biaya operasional.

Tidak heran kalau penyeberangan di daerah-daerah kesulitan. Mereka sudah tidak bisa menjamin kelancaran dan keselamatan pelayaran. Tentu ini sangat berbahaya dan mengganggu kelancaraan logistik di tengah wabah virus korona, ujar Rakhmatika.

Dia heran pemerintah tidak kunjung menetapkan tarif. Padahal tarif penyeberangan di Indonesia sudah ketinggalan 30 persen-50 persen dari biaya operasional.

Sebagaimana diketahui, perhitungan tarif dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah, Gapasdap, dan PT ASDP. Unsur dari pemerintah terdiri atas Kemenhub dan Kemenko Maritim dan Investasi.

Rakhmatika menegaskan, kenaikan tarif penyeberangan merupakan keharusan karena biaya terus meningkat setiap tahun. Di antaranya biaya perawatan dan suku cadang kapal yang sebagian besar diimpor. Setiap tahun harga suku cadang kapal terus melonjak karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin melemah.

Persoalan lainnya, UMR naik 8 persen-10 persen setiap tahun. Aturan sertifikasi anak buah kapal (ABK) semakin ketat. Hal itu menyebabkan kenaikan biaya SDM dan biaya pengedokan naik setiap tahun.

Di sisi lain, imbuh Rakhmatika, iklim angkutan penyeberangan semakin tidak kondusif. Pemerintah terus mengeluarkan izin operasi untuk kapal-kapal baru. Sementara kapasitas dermaga terbatas.

katasapa.com

Bertambah! Total 56 Karyawan Klaten Dirumahkan, 440 di-PHK

katasapa.com

Hasil Tes Swab 18 PDP Salatiga Negatif Corona

katasapa.com

75 ODP Kontak Erat Dengan Pasien Positif Corona di Solo Dicek Pakai Rapid Test

katasapa.com

Meninggal Mendadak, Jasad Pria Tua di Banjarsari Solo Dievakuasi BPBD

katasapa.com

Update Corona di Jateng! Total Ada 133 Kasus Positif, 5 di Solo

katasapa.com

Di Rumah Aja Lebih Seru, Yuk Belajar Masak Bareng Chef The Sunan Hotel Solo Gratis Lewat IG

katasapa.com

3 Warga Positif, Kabupaten Ponorogo Tanggap Darurat Corona

katasapa.com

Laki-Laki di Polresta Solo Dijemput Ambulans, Pelaku Penipuan Ojol?

katasapa.com

28 PNS Positif Corona Akan Dapat Santunan dari Pemerintah

katasapa.com

14.131 Pemudik Masuk Klaten Saat Wabah Corona, Pemkab Tak Kuasa Melarang

katasapa.com

Tak Representatif, Wali Kota Madiun Ganti Sekolah dengan Asrama Haji Untuk Isolasi Pemudik

katasapa.com

Surat Said Didu Klarifikasi Video "Luhut Pandjaitan Hanya Pikirkan Uang"

katasapa.com

Jadi RS Darurat Corona Boyolali, Rusunawa Kemiri Siap Tampung Pasien

katasapa.com

Pembebasan Napi Saat Corona, Yasonna: Kami Diapresiasi PBB

katasapa.com

Sah! PSBB Jakarta Mulai Berlaku Jumat 10 April 2020

katasapa.com

Aparat Mulai Razia Warung Makan di Solo, Nekat Gelar Tikar Siap-Siap Dikukut

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 8 April 217, Kaisar Romawi Dibunuh Adiknya

katasapa.com

BI Cirebon dan BMPD Ciayumajakuning Serahkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis

katasapa.com

Telkomsel Mencatat, Lonjakan Trafik Komunikasi Broadband Tertinggi Mencapai 16 Persen

katasapa.com

RSIA Cahaya Bunda Kota Cirebon Distribusikan Sembako Untuk Pekerja Harian dan APD Bagi Nakes

katasapa.com

Pep Guardiola Setuju Potong Gaji Sekembalinya ke Manchester City

katasapa.com

Winger Roma Pahami Keputusan Tentang Pemotongan Gaji

katasapa.com

Jurgen Klopp Ungkap Momen Pertamanya Melongo Lihat Aksi Alexander-Arnold

katasapa.com

Target Manchester United Maling dan Nyaris Narkoba Waktu Kecil

katasapa.com

Gaji Mantan Pemain Chelsea Merosot Dari 485 Milyar ke 150 Milyar Saja

katasapa.com

PSG Siap Terima Cicilan untuk Transfer Neymar

katasapa.com

Manfaat #dirumahaja, Zaskia Adya Mecca : Alhamdulillah Enggak Ada yang Sakit

katasapa.com

Nikahi Janda Kembang di Usia Muda, Tegar Bela Istrinya yang Dihina Netizen

katasapa.com

Millenial Medan Bergerak Lawan Corona, Rico Waas: Simbol Berjuang Bersama

katasapa.com

XL Axiata Umumkan Program Buyback Saham Senilai Rp500 Miliar