Oknum Kasek Cabuli Delapan Siswa, Lolos dari Hukuman Berat, Jaksa dan Hakim Beda Pendapat

kataSAPA.com

SURABAYA Ali Shodiqin akhirnya lolos dari hukuman berat sebagaimana tuntutan jaksa. Mantan Kasek SMP swasta di Surabaya itu dihukum 10 bulan penjara.

Majelis hakim yang diketuai R Anton Widyopriyono menyatakan, mantan kepala SMP swasta di Surabaya itu terbukti berbuat asusila terhadap tujuh siswanya. Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang melanggar kesusilaan secara berlanjut, ujar hakim Anton saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (24/3).

Majelis hakim menyatakan, perbuatan terdakwa diketahui setelah pemeriksaan psikologis terhadap para siswanya. Dari pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa 8 di antara 21 siswanya menjadi korban kekerasan seksual. Perbuatan terdakwa yang juga guru agama itu dilakukan di sekolah.

Terdakwa mencabuli korban yang merupakan siswa laki-lakinya dengan memegang kemaluan mereka. Perbuatan tersebut dilakukan dengan dalih para korbannya membandel saat diminta salat Duhur berjamaah. Menurut hakim, terdakwa sebagai pendidik tidak boleh berbuat asusila seperti itu.

Terdakwa seharusnya dalam mengingatkan anak didiknya harus dengan kesopanan yang santun, kata hakim Anton. Majelis hakim juga menyatakan terdakwa terbukti berbuat asusila secara berlanjut mulai 2017 hingga 2019. Perbuatan tersebut dianggap membuat para siswa yang menjadi korbannya merasa marah dan trauma.

Vonis itu jauh lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum. Jaksa Novan Arianto sebelumnya menuntut terdakwa hukuman enam tahun penjara. Selain itu, denda Rp 10 juta subsider dua bulan penjara. Jaksa menyatakannya terbukti melanggar pasal 80 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berbeda dengan jaksa, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 281 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang Kesusilaan. Kami beda dengan penuntut umum yang menuntut dengan perlindungan anak. Kalau kami, setelah bermusyawarah menyimpulkan terdakwa melanggar pasal 281 KUHP tentang Kesusilaan, ujar Anton.

Menanggapi vonis tersebut, jaksa Novan menyatakan pikir-pikir. Sementara itu, terdakwa menerimanya. Namun, saat berusaha dikonfirmasi setelah sidang, Ali enggan memberikan komentar. Saya tidak bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut, ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, Ali ditangkap polisi karena sering memegang kemaluan siswanya. Kali pertama, terdakwa ingin memegang kemaluan ML. Namun, niatnya itu tidak kesampaian karena ditepis temannya. Selain itu, terdakwa memegang kemaluan AD saat korban menyerahkan tugas pelajaran. Korban kaget hingga berteriak dan lari ke tempat duduknya.

Perbuatan cabul itu dilakukan terdakwa terhadap siswa-siswa lainnya. Baik saat pelajaran di sekolah maupun praktik sekolah. Ketujuh siswa yang menjadi korban berusia 14 tahun.

KOK BEDA?

Versi Jaksa

-Terbukti mencabuli anak di bawah umur.

  • Pasal 80 dan pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
  • Dituntut hukuman 6 tahun penjara.

Versi Hakim

  • Terbukti melakukan asusila.
  • Dijerat pasal 281 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang Kesusilaan.
  • Divonis 10 bulan penjara.

Sumber: Persidangan PN Surabaya

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Corona Bunuh Lebih Banyak Pria daripada Wanita, Ini Penjelasannya

katasapa.com

Baidowi Nilai Permenkes PSBB Masih Menyisakan Masalah

katasapa.com

Ramadan dalam Karantina Akibat Corona di AS

katasapa.com

KOPI KENANGAN Promo Paket PEKA – Pesta Kenangan 5 Minuman mulai Rp. 76.500 saja

katasapa.com

A&W Restoran Promo Paket 5 Potong Ayam Hanya Rp. 59.500

katasapa.com

Setelah Salurkan Bantuan Pangan, Cirebon Rerewang Donasikan APD Untuk RSD Gunung Jati

katasapa.com

Mulai Senin, Pemda Kota Cirebon Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Untuk Swalayan dan Pasar Tradisional

katasapa.com

KAI Perpanjang Pengembalian 100 Persen Pembatalan Tiket Hingga 4 Juni 2020

katasapa.com

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina Serahkan Bantuan Ratusan APD untuk Dinkes Kabupaten Cirebon

katasapa.com

Pantesan Lautaro Martinez Tak Tergoda Barcelona, Gajinya Lumayan

katasapa.com

Milan Lakukan Segalanya untuk Gaet Ivan Rakitic

katasapa.com

Manchester United Siap Barter Paul Pogba dengan Matthijs de Ligt

katasapa.com

Fonseca Percaya Pemain Roma Tidak Butuh Waktu Lama Untuk Siap Bermain

katasapa.com

Pep Guardiola Kantongi Daftar Panjang Kesalahan Transfer

katasapa.com

Niat Barcelona Gaet Rodrigo Bentancur dari Juventus Akan Terkendala Hal Ini

katasapa.com

Liverpool Tim Inggris Pertama Rumahkan Staf Tak Bermain Mereka

katasapa.com

Uniknya Bentuk Iklan Peradaban Zaman Kuno, Part 5: Iklan Politikus

katasapa.com

Jokowi Marah, Lockdown di Tegal Cuma Bertahan 3 Hari

katasapa.com

Jet Pribadi Messi Seharga Rp200 Miliar Mendarat Darurat

katasapa.com

Sebut Andrea Dian Positif Corona dengan Senangnya di Acara Insert, Jessyn Lim Minta Maaf

katasapa.com

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Wilayah Jabodetabek Hampir 50 Persen

katasapa.com

Insiden Jesslyn Lim Salah Sebut ‘Selamat Positif Corona’, Ini Respon Andrea Dian

katasapa.com

Pemprov Jabar Salurkan 16 Ribu APD Termasuk Bantuan dari Jack Ma

katasapa.com

Luhut Panjaitan: Suruh Datang ke Saya, Nanti Saya Cium Tangannya

katasapa.com

IPW: Jangan Asal Dibebaskan, Harusnya Menkumham Rapid Tes Dulu Napi Koruptor

katasapa.com

Tidak Ada Penutupan Pelabuhan, Taufan Pawe: Kita Jaga Ketat

katasapa.com

Pasien Hamil Status PDP Covid-19 Asal Padangsidimpuan Ini Meninggal Dunia, Dimakamkan di Medan

katasapa.com

Sebelum Meninggal, Ibu Hamil PDP Covid-19 Sempat Live FB, Kritik Pelayanan RSUD Padangisidimpuan

katasapa.com

Tokoh Publik Ramai-ramai Kritik Luhut, “Anda Tidak Dewasa dalam Demokrasi”

katasapa.com

Viral Curhat Pasien PDP Covid-19 sebelum Meninggal, Ini Tanggapan Walkot Padangsidimpuan