Karantina Wilayah atau PSBB Harus Izin Menkes Terawan, Tapi di Mana Dia?

kataSAPA.com
psbb harus izin menkes

Solopos.com, SOLO -- Daerah yang ingin menerapkan karantina wilayah dan pembatasan sosial berskala besar alias PSBB harus meminta izin Menkes Terawan Agus Putranto. Misalnya, Kota Tegal yang melakukan penutupan pintu masuk juga harus mendapat izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman. Dia mengatakan setiap daerah yang ingin menerapkan PSBB harus diajukan oleh gubernur, bupati atau wali kota yang ditujukan kepada Menkes.

Penutupan Jalan Utama Solo Baru Lebih Fleksibel, Warga Setempat Boleh Melintas Jika...

"Saya mengimbau kepada wilayah 34 provinsi dan kabupaten kota, jika ingin terapkan PSBB segera ajukan kepada Kementerian Kesehatan," terang Fadjroel di acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Rabu (1/4/2020).

Pada kesempatan tersebut, Fadjroel Rachman juga mengatakan physical distancing yang digaungkan pemerintah dalam dua pekan terakhir berbeda dengan PSBB. Peraturan Pemerintah (PP) mengenai PSBB dibuat agar masing-masing daerah tidak membuat keputusan sendiri-sendiri termasuk untuk melakukan karantina wilayah.

Tolak Lockdown, Jokowi Minta Desa Siapkan Isolasi Mandiri

"Peraturan Pemerintah ini memberikan bantuan kepada daerah karena ada beberapa tempat mengambil istilah sendiri-sendiri yang tidak cocok dengan Undang-Undang Karantina Kesehatan. Yang paling penting adalah apapun dilakukan daerah kabupaten/ kota ini dimasukkan dalam payung hukum [berupa PP PSBB]," lanjutnya.

"Tentu ada beberapa perbedaan. Misalnya, begini suatu daeerah kabupaten/kota ingin lockdown atau karantina wilayah. Tentu tidak cocok dengan konsep karantina ini. Kota Tegal masuk dalam PSBB. Pemda harus mengajukan saja persetujuan kepada menteri," sambungnya.

Pandemi Corona, 4,8 Juta Warga Jateng Nikmati Listrik Gratis 3 Bulan

Mekanisme PSBB

Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Juri Ardiantono mengatakan tidak semua daerah menerapkan PSBB ini. Maka dari itu, setiap daerah yang hendak melakukan karantina wilayah atau PSBB harus mengirimkan surat izin kepada Menkes. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi termasuk pertimbangan operasional, politik, sosial ekonomi dan keamanan.

Teknisi Internet di Karanganyar Tersengat Listrik Hingga Luka Bakar Separuh Badan

"Mekanisme pemberlakuan PSBB di daerah adalah saat daerah ingin berlakukan kebijakan pembatasan sosial skala besar adalah gubernur, bupati, wali kota mengusulkan kepada menteri. Kemudian, Kemenkes dalam menerima ini mendapatkan pertimbangan dari Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Selain kepala daerah, PSBB bisa diusulkan melalui Ketua Gugus Tugas. Apabila menerima, wilayah atau daerah tertentu wajib bagi daerah melaksanakan keputusan ini," terang Juri kepada Detik.com, Rabu.

Solopos Hari Ini: 6 Jurus Jokowi Redam Covid-19

Masalahnya, saat ini Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto nyaris tak pernah terlihat dalam konferensi pers pemerintah soal Covid-19. Terawan mulai jarang terlihat setelah Presiden Jokowi menyerahkan komando penanganan wabah Covid-19 kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo.

Sorotan itu disampaikan oleh pakar kebijakan publik Agus Pambagio. Menurutnya, alur izin penerapan PSBB atau karantina wilayah atau apapun ke Menteri Kesehatan bisa terganggu karena absennya Terawan.

"Di PP ini, apapun yang dilakukan pemda harus seizin menteri kesehatan. Padahal dia tidak pernah muncul. Ini berat, masyarakat menunggu riilnya apa untuk mencegah Covid-19 merebak?" kata Agus.

The post Karantina Wilayah atau PSBB Harus Izin Menkes Terawan, Tapi di Mana Dia? appeared first on Solopos.com.

katasapa.com

194 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta Api dari Semarang

katasapa.com

Penghentian Operasional KA Jarak Jauh Diperpanjang Sampai 30 Juni

katasapa.com

374 Warga Karanganyar di Jabodetabek Dapat Bansos Pemprov Jateng

katasapa.com

Mau Dilaporkan ke Polisi, Farid Gaban: Kok Tidak Bantai dengan Argumen?

katasapa.com

Pelajar di Filipina Tak Boleh Masuk Sekolah Sampai Vaksin Covid-19 Tersedia

katasapa.com

Ada Hantu Korban KDRT di Rumah Pocong Sumi Jogja

katasapa.com

Dampak Pandemi, Oleh-oleh Khas Cirebon Turun Hingga 90 Persen

katasapa.com

Mulai Besok Grage Mall dan Grage City Mall Siap Beroperasi Kembali

katasapa.com

Tenant Grage Mall Dan Grage City Mall Siap Ikuti Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

katasapa.com

Fans Manchester United Girang Paul Pogba Latihan Bareng Bruno Fernandes

katasapa.com

WAJIB TAU! 10 Rekor Lionel Messi Yang Jarang Dibahas!

katasapa.com

Lego Old Trafford Bikin Sibuk Sir Alex Ferguson Selama Lockdown

katasapa.com

11 Pemain Bintang yang Gagal Bersinar di Liga Inggris, Mayoritas Chelsea

katasapa.com

Salzburg Pancing Liverpool Rekrut Lagi Dua Pemainnya

katasapa.com

Begini Cara Batalyon C Pelopor Rayakan Halalbihalal di Tengah Pandemi Covid-19

katasapa.com

Dampak Pandemi Covid-19, Kinerja Industri Otomotif Diprediksi Turun 40 Persen

katasapa.com

Innalilahi, Dua Balita Hangus Terbakar Saat Main Petak Umpet Didalam Mobil

katasapa.com

Kisah Pilu Dua Balita Terjebak dan Terbakar dalam Sedan, Pemilik: Pintu Mobil dalam Keadaan Tidak Dikunci

katasapa.com

Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia, Telkom dan Jababeka & Co Jalin Kerjasama

katasapa.com

Jerinx : Terawan & Siti Fadilah Dibungkam, Deddy Corbuzier Coba Dibungkam

katasapa.com

Begini Penjelasan Unhas Soal Penemuan Bendera Bergambar Palu Arit

katasapa.com

Hendak Rayakan Ulang Tahun Hari Kamis, Ibu Deeja: Anak Saya Sudah di Surga

katasapa.com

Ridwan Kamil: Jawa Barat Dinilai Punya Manajemen Sangat Baik Soal Penanganan COVID-19

katasapa.com

Skema Penerapan New Normal di Sulsel Mulai Dibahas

katasapa.com

Dewi Perssik Dibuat Kesal, Niat Bantu Kakek Viral Malah Dipersulit

katasapa.com

Tiga Puskesmas di Medan Ditutup setelah Pimpinannya Positif Corona

katasapa.com

Tragis! Anak Bunuh Ayah Kandung di Pasangkayu Sulbar Gara-Gara Uang

katasapa.com

Jumlah Warga Terpapar Corona Meningkat, Pemko Medan Siap Laksanakan New Normal

katasapa.com

Demi Datangkan Dua Pemain Ini, MU Pinjam Uang Rp2,3 Triliun

katasapa.com

Ombudsman Sebut Sistem Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 Sumut Belum Baik