Heboh SE Penutupan Jabodetabek, Ini Klarifikasi Kemenhub

kataSAPA.com
penutupan akses transportasi Jabodetabek

Solopos.com, JAKARTA -- Jagat media sosial dihebohkan Surat Edaran atau SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tentang penutupan akses masuk Jabodetabek. SE Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub itu berisi tentang pembatasan transportasi selama masa pandemi corona.

Seberapa validkah SE tersebut?

Masyarakat langsung merespons penetapan itu karena terkesan sangat mendadak. Selain itu, SE penutupan transportasi Jabodetabek itu dinilai tidak mempertimbangkan aspek lain yang dapat mengganggu mobilitas yang lebih besar.

Larangan Bus AKAP Keluar-Masuk Jakarta Batal, Ini Penjelasannya

Kemenhub saat dimintai konfirmasi menyatakan saat ini instansi tersebut masih sebatas memberikan rekomendasi kepada daerah. Dalam hal ini, daerah yang dimaksud adalah yang sudah diperkenankan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Jika sudah ditetapkan berstatus PSBB, suatu daerah dapat melakukan pembatasan penggunaan moda transportasi. Hal itu untuk mengurangi pergerakan orang dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Artinya, penutupan akses transportasi Jabodetabek harus didahului status PSBB.Juri Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan sesuai PP No. 21/2020, status PSBB daerah harus disetujui Kementerian Kesehatan.

Malaysia Lockdown, 34.000-an WNI Pulang ke Indonesia

"Dengan demikian jika belum secara resmi mendapatkan persetujuan Kemenkes mengenai status PSBB Daerah belum dapat melakukan pembatasan transportasi," jelasnya, Rabu (1/4/2020).

Sebaliknya, kata Adita, bagi wilayah di Jabodetabek yang sudah berstatus PSBB, SE BPTJ No 5/2020 dapat menjadi pedoman penutupan akses transportasi. Jadi, tidak ada penghentian transportasi di Jabodetabek.

Tolak Lockdown, Jokowi Minta Desa Siapkan Isolasi Mandiri

Staf Khusus Bidang Kelembagaan dan Media Kemenko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi juga mengklarifikasi SE tersebut. Menurutnya, SE itu bertujuan memberikan rekomendasi kepada daerah apabila yang bisa menerapkan PSBB.

Seizin Kemenkes

Kepala daerah dapat melakukan pembatasan moda transportasi untuk mengurangi pergerakan orang untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Namun sesuai PP No. 21/2020, PSBB harus mendapatkan persetujuan dari Kemenkes. Jika belum secara resmi mendapatkan persetujuan Kemenkes, maka kepala daerah belum dapat melakukan pembatasan transportasi.

Wabah Corona, Menkumham Ingin Napi Narkoba & Koruptor Dibebaskan

Terkait isu penutupan akses transportasi Jabodetabek, sebelumnya muncul kebijakan larangan bus antar kota antar provinsi (AKAP) keluar-masuk Jakarta. Namun kebijakan itu tiba-tiba batal.

Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) mengaku kebijakan pembatasan itu kembali dicabut Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Larangan itu seyogyanya berlaku mulai Senin (30/3/2020) malam pukul 18.00 WIB.

Daerah Karantina Sendiri-Sendiri, Jokowi: Lockdown Itu Apa Sih?

Sekretaris Jenderal DPP Organda Ateng Haryono mengatakan sejauh ini bus AKAP masih melayani dan beroperasi. Hal ini berdasarkan arahan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, pemerintah beralasan masih menunggu hasil kajian lebih lanjut.

The post Heboh SE Penutupan Jabodetabek, Ini Klarifikasi Kemenhub appeared first on Solopos.com.

katasapa.com

194 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta Api dari Semarang

katasapa.com

Penghentian Operasional KA Jarak Jauh Diperpanjang Sampai 30 Juni

katasapa.com

374 Warga Karanganyar di Jabodetabek Dapat Bansos Pemprov Jateng

katasapa.com

Mau Dilaporkan ke Polisi, Farid Gaban: Kok Tidak Bantai dengan Argumen?

katasapa.com

Pelajar di Filipina Tak Boleh Masuk Sekolah Sampai Vaksin Covid-19 Tersedia

katasapa.com

Ada Hantu Korban KDRT di Rumah Pocong Sumi Jogja

katasapa.com

Dampak Pandemi, Oleh-oleh Khas Cirebon Turun Hingga 90 Persen

katasapa.com

Mulai Besok Grage Mall dan Grage City Mall Siap Beroperasi Kembali

katasapa.com

Tenant Grage Mall Dan Grage City Mall Siap Ikuti Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

katasapa.com

Fans Manchester United Girang Paul Pogba Latihan Bareng Bruno Fernandes

katasapa.com

WAJIB TAU! 10 Rekor Lionel Messi Yang Jarang Dibahas!

katasapa.com

Lego Old Trafford Bikin Sibuk Sir Alex Ferguson Selama Lockdown

katasapa.com

11 Pemain Bintang yang Gagal Bersinar di Liga Inggris, Mayoritas Chelsea

katasapa.com

Salzburg Pancing Liverpool Rekrut Lagi Dua Pemainnya

katasapa.com

Begini Cara Batalyon C Pelopor Rayakan Halalbihalal di Tengah Pandemi Covid-19

katasapa.com

Dampak Pandemi Covid-19, Kinerja Industri Otomotif Diprediksi Turun 40 Persen

katasapa.com

Innalilahi, Dua Balita Hangus Terbakar Saat Main Petak Umpet Didalam Mobil

katasapa.com

Kisah Pilu Dua Balita Terjebak dan Terbakar dalam Sedan, Pemilik: Pintu Mobil dalam Keadaan Tidak Dikunci

katasapa.com

Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia, Telkom dan Jababeka & Co Jalin Kerjasama

katasapa.com

Jerinx : Terawan & Siti Fadilah Dibungkam, Deddy Corbuzier Coba Dibungkam

katasapa.com

Begini Penjelasan Unhas Soal Penemuan Bendera Bergambar Palu Arit

katasapa.com

Hendak Rayakan Ulang Tahun Hari Kamis, Ibu Deeja: Anak Saya Sudah di Surga

katasapa.com

Ridwan Kamil: Jawa Barat Dinilai Punya Manajemen Sangat Baik Soal Penanganan COVID-19

katasapa.com

Skema Penerapan New Normal di Sulsel Mulai Dibahas

katasapa.com

Dewi Perssik Dibuat Kesal, Niat Bantu Kakek Viral Malah Dipersulit

katasapa.com

Tiga Puskesmas di Medan Ditutup setelah Pimpinannya Positif Corona

katasapa.com

Tragis! Anak Bunuh Ayah Kandung di Pasangkayu Sulbar Gara-Gara Uang

katasapa.com

Jumlah Warga Terpapar Corona Meningkat, Pemko Medan Siap Laksanakan New Normal

katasapa.com

Demi Datangkan Dua Pemain Ini, MU Pinjam Uang Rp2,3 Triliun

katasapa.com

Ombudsman Sebut Sistem Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 Sumut Belum Baik