Omnibus Law Mendadak Muncul di Perppu Corona Jokowi

kataSAPA.com
Jokowi Bantuan Masyarakat Bawah, kedaruratan kesehatan masyarakat, bantuan sosial corona, omnibus law perppu

Solopos.com, JAKARTA -- Dua klausul Omnibus Law Perpajakan mendadak muncul dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu penanganan wabah corona. PerppuNo. 1/2020 itu mengatur Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

Klausul Omnibus Law pertama yang masuk adalah pemangkasan tarif pajak penghasilan atau PPh Badan dari 25% menjadi 22% dan 20%. Klausul kedua adalah perlakuan perpajakan bagi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE).

Malaysia Lockdown, 34.000-an WNI Pulang ke Indonesia

Melalui Perppu ini, penurunan tarif PPh Badan menjadi 22% yang seharusnya berlaku pada 2021 dan tarif 20% pada 2023, dimajukan satu tahun. Tarif PPh Badan 22% bakal berlaku pada 2020 dan 2021, sedangkan tarif PPh Badan 20% bakal berlaku pada 2022.

Berdasarkan ketentuan Omnibus Law dalam Perppu corona ini, korporasi dengan syarat tertentu bisa mendapatkan diskon PPh 3%. Syaratnya perusahaan itu berbentuk perseroan terbuka dengan jumlah saham yang diperdagangkan di bursa efek sebesar 40% atau lebih.

Tolak Lockdown, Jokowi Minta Desa Siapkan Isolasi Mandiri

Selanjutnya, dua klausul terkait PMSE yakni pengenaan PPN atas pemanfaatan barang kena pajak (BKP) tidak berwujud. Selain itu jasa kena pajak (JKP) dari luar daerah pabean. Ketiga, pengenaan PPh atau pajak transaksi elektronik (PTE) bagi subjek pajak luar negeri yang memenuhi significant economic presence.

Pajak Transaksi Elektronik

Omnibus Law dalam Perppu corona juga mengatur soal pajak pertambahan nilai (PPN).Terkait PPN, pedagang, penyedia jasa luar negeri, atau penyelenggara PMSE, diperintahkan memungut, menyetor, dan melaporkan PPN setelah ditunjuk Menteri Keuangan. Hal itu berlaku baik para pelaku usaha dalam negeri ataupun dalam negeri.

Wabah Corona, Menkumham Ingin Napi Narkoba & Koruptor Dibebaskan

Soal PPh, pedagang serta penyedia jasa luar negeri ataupun penyelenggara PMSE luar negeri dapat diperlakukan sebagai badan usaha tetap (BUT). Mereka tetap dikenai PPh jika memenuhi ketentuan significant economic presence.

Significant economic presence terpenuhi apabila pihak tersebut memiliki peredaran bruto konsolidasi grup usaha mencapai jumlah tertentu. Selain itu memiliki penjualan di Indonesia mencapai jumlah tertentu, atau pengguna aktif di media digital mencapai jumlah tertentu.

Daerah Karantina Sendiri-Sendiri, Jokowi: Lockdown Itu Apa Sih?

Klausul Omnibus Law dalam Perppu corona ini juga mengatur pajak transaksi elektronik kepada pihak pembeli online di Indonesia. Hal itu diberlakukan jika pelaku dan penyelenggara PMSE tidak bisa dijadikan BUT karena terganjal perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B).

Besar tarif, dasar pengenaan, dan tata cara menghitung PPh serta PTE yang dikenakan masih akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah lewat PP.

The post Omnibus Law Mendadak Muncul di Perppu Corona Jokowi appeared first on Solopos.com.

katasapa.com

194 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta Api dari Semarang

katasapa.com

Penghentian Operasional KA Jarak Jauh Diperpanjang Sampai 30 Juni

katasapa.com

374 Warga Karanganyar di Jabodetabek Dapat Bansos Pemprov Jateng

katasapa.com

Mau Dilaporkan ke Polisi, Farid Gaban: Kok Tidak Bantai dengan Argumen?

katasapa.com

Pelajar di Filipina Tak Boleh Masuk Sekolah Sampai Vaksin Covid-19 Tersedia

katasapa.com

Ada Hantu Korban KDRT di Rumah Pocong Sumi Jogja

katasapa.com

Dampak Pandemi, Oleh-oleh Khas Cirebon Turun Hingga 90 Persen

katasapa.com

Mulai Besok Grage Mall dan Grage City Mall Siap Beroperasi Kembali

katasapa.com

Tenant Grage Mall Dan Grage City Mall Siap Ikuti Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

katasapa.com

Fans Manchester United Girang Paul Pogba Latihan Bareng Bruno Fernandes

katasapa.com

WAJIB TAU! 10 Rekor Lionel Messi Yang Jarang Dibahas!

katasapa.com

Lego Old Trafford Bikin Sibuk Sir Alex Ferguson Selama Lockdown

katasapa.com

11 Pemain Bintang yang Gagal Bersinar di Liga Inggris, Mayoritas Chelsea

katasapa.com

Salzburg Pancing Liverpool Rekrut Lagi Dua Pemainnya

katasapa.com

Begini Cara Batalyon C Pelopor Rayakan Halalbihalal di Tengah Pandemi Covid-19

katasapa.com

Dampak Pandemi Covid-19, Kinerja Industri Otomotif Diprediksi Turun 40 Persen

katasapa.com

Innalilahi, Dua Balita Hangus Terbakar Saat Main Petak Umpet Didalam Mobil

katasapa.com

Kisah Pilu Dua Balita Terjebak dan Terbakar dalam Sedan, Pemilik: Pintu Mobil dalam Keadaan Tidak Dikunci

katasapa.com

Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia, Telkom dan Jababeka & Co Jalin Kerjasama

katasapa.com

Jerinx : Terawan & Siti Fadilah Dibungkam, Deddy Corbuzier Coba Dibungkam

katasapa.com

Begini Penjelasan Unhas Soal Penemuan Bendera Bergambar Palu Arit

katasapa.com

Hendak Rayakan Ulang Tahun Hari Kamis, Ibu Deeja: Anak Saya Sudah di Surga

katasapa.com

Ridwan Kamil: Jawa Barat Dinilai Punya Manajemen Sangat Baik Soal Penanganan COVID-19

katasapa.com

Skema Penerapan New Normal di Sulsel Mulai Dibahas

katasapa.com

Dewi Perssik Dibuat Kesal, Niat Bantu Kakek Viral Malah Dipersulit

katasapa.com

Tiga Puskesmas di Medan Ditutup setelah Pimpinannya Positif Corona

katasapa.com

Tragis! Anak Bunuh Ayah Kandung di Pasangkayu Sulbar Gara-Gara Uang

katasapa.com

Jumlah Warga Terpapar Corona Meningkat, Pemko Medan Siap Laksanakan New Normal

katasapa.com

Demi Datangkan Dua Pemain Ini, MU Pinjam Uang Rp2,3 Triliun

katasapa.com

Ombudsman Sebut Sistem Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 Sumut Belum Baik