Pembebasan Napi Saat Corona, Yasonna: Kami Diapresiasi PBB

kataSAPA.com
Yasonna Laloy mendapat tuduhan serius memanfaatkan celah untuk bebaskan napi koruptor. (Antara)

Solopos.com, SOLO -- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly melakukan pembebasan narapidana atau napi saat wabah corona. Atas aksinya tersebut, dia mengaku mendapat pujian dan surat dari Komnas HAM hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Yasonna mengatakan dengan melakukan pembebasan napi sebanyak 30.000-an saat wabah corona ini karena alasan kemanusiaan apalagi banyak lembaga permasyarkatan (lapas) yang overcapacity.

Di Rumah Aja Lebih Seru, Yuk Belajar Masak Bareng Chef The Sunan Hotel Solo Gratis Lewat IG

Lelaki berusia 66 tahun itu menceritakan langkah yang ia ambil tersebut juga dilakukan oleh beberapa negara di dunia, beberapa di antaranya Inggris, California, Amerika Serikat, dan Iran.

"Kami diapresiasi Komnas HAM, Unicef. Oleh PBB, saya dapat suratnya hari ini. Dunia melakukan yang sama," kata Yasonna di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (7/4/2020).

Megawati Ternyata Pernah Masuk Serial Hollywood Tom Clancy's Jack Ryan

Beberapa negara yang tidak membebaskan napi di tengah wabah corona justru terjadi keributan di dalam lapas, misalnya di Thailand. Untuk menghindari hal tersebut, pihaknya memutuskan untuk melakukan pembebasan maupun asimilasi napi saat pandemi corona.

"Dan negara-negara yang enggan melakukan pembebasan terjadi badai kerusuhan narapidana, mengalami kerusuhan di Thailand, narapidana kabur. Di Italia pembakaran, kolombia kerusuhan. Dan setelah memperhatikan real di lapas kami sangat overkapasitas, tadi berkumpul dengan teman-teman, memperhatikan imbauan dari Komisioner Tinggi HAM PBB. Kami berpendapat bahwa kami harus membebaskan dalam persyaratan tertentu," ujarnya.

3 Obat Mujarab Andalan Tung Desem Waringin Lawan Covid-19

Khawatir Kejahatan Baru

Dengan pembebasan napi di tengah corona ini, masyarakat tentu khawatir akan munculnya kejahatan baru di lingkungan mereka. Yasonna pun tak menampik, dia menceritakan ada satu napi yang telah dibebaskan tersebut melakukan aksi pencurian kembali.

"Reaksi publik seperti apa. Ini melihat 32.000 narapidana jadi bahaya nasional. Memang ada satu orang yang mencuri lagi tapi 35.000 masih aman. Ini alasan kemanusiaan, PBB dan dunia melakukan hal yang sama. Hanya orang yang tumpul kemanusiaannya yang tak mau membebaskan narapidana," ucap Yasonna.

Tambah 1 Positif dari Kemlayan! Ini Update Kasus Corona Solo 7 April 2020

Berbagai kritik ditujukan kepada dirinya, apalagi ada rencana pembebasan napi tindak pidana korupsi (tipikor) yang pernah ia sebutkan saat rapat dengan Komisi III DPR beberapa waktu lalu. Namun, Presiden Jokowi telah memutuskan tidak ada pembebasan untuk napi koruptor di tengah pandemi Covid-19.

Yasonna pun menyayangkan pernyataan-pernyataan di media sosial yang dia nilai tak memiliki adat ketimuran.

Bupati Wonogiri Larang Pembagian Masker Pencegahan Corona di Ruang Publik

"Kami betul-betul melihat dengan secara jernih. Saya terima kritik, tapi jangan provokasi. Saya enggak suka diprovokasi, bahasanya mohon ampun. Di medsos sudah tidak ada adab ketimurannya, level penggunaan bahasa rendah sekali," keluhnya.

The post Pembebasan Napi Saat Corona, Yasonna: Kami Diapresiasi PBB appeared first on Solopos.com.

katasapa.com

Akses Lima Pintu Masuk Tol Arah Jakarta di Cirebon Dibatasi

katasapa.com

25 Tahun Telkomsel Konsisten Melayani Negri Untuk Terus Bergerak Maju Bersama Indonesia

katasapa.com

Chelsea Abaikan Klausul Buyback Winger Muda Sassuolo

katasapa.com

Liverpool Tak Rekrut Bek Kanan Baru Karena Pemain Ini

katasapa.com

Chelsea Bidik Bintang Porto yang Namanya Mirip Virus Gantikan Jadon Sancho

katasapa.com

Pendekatan Berbahaya Dortmund, Bener Kan Gol Bayern Akhirnya Terjadi

katasapa.com

Apa yang Bisa Fans Dapatkan pada Lanjutan NBA di Resort Disney?

katasapa.com

Permintaan Mobil Bekas Selama Ramadan 2020 Anjlok 40 Persen

katasapa.com

Penyebab Pedal Kopling Bergetar Saat Digunakan, Ini Cara Mengatasinya

katasapa.com

Pemkot Makassar Segera Berlakukan Konsep New Normal Berbasis Lokal

katasapa.com

Kendalikan OPT Lewat AW-IPM, Kualitas dan Kuantitas Ekspor Manggis Makin Manis

katasapa.com

BPPSDMP Kementan: Maksimalkan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal

katasapa.com

Haedar Nashir: Tidak Boleh Lengah Atas Nama Berdamai dengan Covid-19

katasapa.com

GM Cabang Makassar : Pas Masuk Paotere Sesuai PD dan Kesepakatan Bersama

katasapa.com

Yusran Jusuf Segera Urai Kemacetan Balai Kota

katasapa.com

109 Tenaga Kesehatan Dipecat, Ombudsman: Terjadi Maladministrasi

katasapa.com

Yogya dan Wacana 'New Normal' di Tengah Pandemi

katasapa.com

Perjuangkan Kebenaran, Shalehan Rebut $10.000 Kontes Radio Singapura

katasapa.com

Miris! Jalan ke Tawangmangu Karanganyar Macet H+1 Lebaran

katasapa.com

Masyarakat Bandel, Kasus Covid-19 Diprediksi Meledak Setelah Lebaran

katasapa.com

1 Warga Positif Covid-19, DKK Sragen Terjunkan Tim Tracing ke Pringanom Masaran

katasapa.com

Video Tawangmangu Karanganyar Macet, Seluruh Objek Wisata Tutup

katasapa.com

Status KLB Corona Kota Solo Dievaluasi Pekan Ini, Lanjut Atau Dicabut?

katasapa.com

PSBB Tahap III Jakarta di Tengah Ancaman Arus Balik, Anies Ketar-Ketir

katasapa.com

Lebaran Saat Covid-19, Kendaraan Melintas di Sukoharjo Turun Drastis

katasapa.com

Pemudik Mau Keluar-Masuk Jakarta? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

katasapa.com

Pembatasan Dicabut, Jalan Lawu Karanganyar Dibuka Total Mulai Selasa

katasapa.com

Lebaran Hari Kedua, Solo Sepi Nyenyet

katasapa.com

Enggan Tilang Pemudik, Satlantas Klaten: Mereka Mau Putar Balik

katasapa.com

Kenormalan Baru