Jadi RS Darurat Corona Boyolali, Rusunawa Kemiri Siap Tampung Pasien

kataSAPA.com
RS darurat corona boyolali

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemkab Boyolali memanfaatkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, yang belum ditempati sebagai rumah sakit atau RS darurat corona.

Ada 18 unit rusunawa itu yang diubah layaknya ruang perawatan pasien di rumah sakit. Semuanya berada di lantai dasar. Setiap kamar dilengkapi dua bed dan dua set meja kursi.

Tampak dari luar, rusunawa lima lantai itu dikelilingi pagar seng dengan tinggi sekitar tiga meter. Keberadaan pagar tersebut menjadi pengaman atau pembatas bangunan rusunawa dengan aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Setelah bangunan tersebut dijadikan RS darurat corona di Boyolali, tidak sembarang orang bisa masuk ke lokasi bangunan.

Didi Kempot Bikin 2 Lagu Baru Berisi Pesan Terkait Corona di Sragen

Pantauan Solopos.com, bagian lobi utama rusunawa itu telah dilengkapi pintu kaca. Ruang sisi kiri setelah memasuki pintu kaca, terdapat ruang IGD.

Sedangkan sisi kanan ada ruang radiologi. Ada lagi ruang pemeriksaan lainnya di lorong yang telah dilengkapi dengan sekat kaca.

RS darurat khusus corona di Boyolali itu untuk penanganan pasien yang mengalami gejala mengarah pada Covid-19 dengan status ringan atau sedang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan hanya pasien dan petugas kesehatan khusus yang bisa masuk ke lantai dasar rumah sakit darurat itu.

Warga Kemlayan Solo Positif Covid-19, Ada Riwayat Perjalanan Ke Surabaya

"Pengunjung tidak bisa masuk, tidak ada pengunjung," kata dia belum lama ini.

Ratri menjelaskan tujuan utama RS darurat itu adalah memutus mata rantai persebaran virus corona di Boyolali.

Tak Ada Kontak Antarpasien

"Intinya supaya tidak terjadi kontak yang lebih banyak antarpasien. Dengan dikarantina di sini dengan penanganan standar, harapannya pasien Covid-19 hanya berhenti di sini, tidak melebar ke mana-mana. Di sini akan sangat tertutup. Prosedurnya akan kami buat ketat," kata dia.

Menurut Ratri, jika melihat statistik orang dalam pemantauan (ODP) ringan, sedang, dan berat, perbedaan jumlahnya sangat jauh.

Wabah Corona, Banyak Bus Wonogiri-Jakarta Berhenti Beroperasi

"Yang berat itu hanya 2%, sementara sisanya, 98% itu ringan sampai sedang. Di sini [rumah sakit darurat Covid-19] untuk menampung yang 98% tadi. Kalau yang 2%, dirujuk di RSUD Pandan Arang di Ruang Brotowali, di sana juga disiapkan ruang khusus," lanjut dia.

Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat, berharap semua warga Boyolali sehat sehingga tidak sampai dirawat di RS darurat corona tersebut.

"Apa yang kami persiapkan merupakan langkah kesiapsiagaan kami dalam pencegahan Covid-19. Semoga di Kabupatren Boyolali tetap dalam suasana yang baik, tanpa pasien positif Covid-19," kata dia.

The post Jadi RS Darurat Corona Boyolali, Rusunawa Kemiri Siap Tampung Pasien appeared first on Solopos.com.

katasapa.com

Akses Lima Pintu Masuk Tol Arah Jakarta di Cirebon Dibatasi

katasapa.com

25 Tahun Telkomsel Konsisten Melayani Negri Untuk Terus Bergerak Maju Bersama Indonesia

katasapa.com

Chelsea Abaikan Klausul Buyback Winger Muda Sassuolo

katasapa.com

Liverpool Tak Rekrut Bek Kanan Baru Karena Pemain Ini

katasapa.com

Chelsea Bidik Bintang Porto yang Namanya Mirip Virus Gantikan Jadon Sancho

katasapa.com

Pendekatan Berbahaya Dortmund, Bener Kan Gol Bayern Akhirnya Terjadi

katasapa.com

Apa yang Bisa Fans Dapatkan pada Lanjutan NBA di Resort Disney?

katasapa.com

Permintaan Mobil Bekas Selama Ramadan 2020 Anjlok 40 Persen

katasapa.com

Penyebab Pedal Kopling Bergetar Saat Digunakan, Ini Cara Mengatasinya

katasapa.com

Pemkot Makassar Segera Berlakukan Konsep New Normal Berbasis Lokal

katasapa.com

Kendalikan OPT Lewat AW-IPM, Kualitas dan Kuantitas Ekspor Manggis Makin Manis

katasapa.com

BPPSDMP Kementan: Maksimalkan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal

katasapa.com

Haedar Nashir: Tidak Boleh Lengah Atas Nama Berdamai dengan Covid-19

katasapa.com

GM Cabang Makassar : Pas Masuk Paotere Sesuai PD dan Kesepakatan Bersama

katasapa.com

Yusran Jusuf Segera Urai Kemacetan Balai Kota

katasapa.com

109 Tenaga Kesehatan Dipecat, Ombudsman: Terjadi Maladministrasi

katasapa.com

Yogya dan Wacana 'New Normal' di Tengah Pandemi

katasapa.com

Perjuangkan Kebenaran, Shalehan Rebut $10.000 Kontes Radio Singapura

katasapa.com

Miris! Jalan ke Tawangmangu Karanganyar Macet H+1 Lebaran

katasapa.com

Masyarakat Bandel, Kasus Covid-19 Diprediksi Meledak Setelah Lebaran

katasapa.com

1 Warga Positif Covid-19, DKK Sragen Terjunkan Tim Tracing ke Pringanom Masaran

katasapa.com

Video Tawangmangu Karanganyar Macet, Seluruh Objek Wisata Tutup

katasapa.com

Status KLB Corona Kota Solo Dievaluasi Pekan Ini, Lanjut Atau Dicabut?

katasapa.com

PSBB Tahap III Jakarta di Tengah Ancaman Arus Balik, Anies Ketar-Ketir

katasapa.com

Lebaran Saat Covid-19, Kendaraan Melintas di Sukoharjo Turun Drastis

katasapa.com

Pemudik Mau Keluar-Masuk Jakarta? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

katasapa.com

Pembatasan Dicabut, Jalan Lawu Karanganyar Dibuka Total Mulai Selasa

katasapa.com

Lebaran Hari Kedua, Solo Sepi Nyenyet

katasapa.com

Enggan Tilang Pemudik, Satlantas Klaten: Mereka Mau Putar Balik

katasapa.com

Kenormalan Baru