Bertambah! Total 56 Karyawan Klaten Dirumahkan, 440 di-PHK

kataSAPA.com
ilustrasi virus corona atau Covid-19 kasus di klaten warga solo karantina mandiri waspada penularan corona

Solopos.com, KLATEN Jumlah karyawan yang dirumahkan di Klaten gara-gara maraknya persebaran virus corona terus bertambah selama kurun waktu, Sabtu-Selasa (4-7/4/2020). Jumlah karyawan yang dirumahkan mencapai 56 karyawan, sedangkan karyawan Klaten yang di-PHK sebanyak 440 karyawan.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, jumlah karyawan yang dirumahkan itu berasal dari enam perusahaan. Masing-masing perusahaan itu, seperti CV Hasna Aulia (dua karyawan), PT Cocoxotic (22 karyawan), RSIA Aisyiyah Klaten (satu orang), CV Warna Indah Nusantara (15 karyawan), PT Elizabth Hanjaya (sembilan karyawan), dan PT Sumber Turindo Cabang Klaten (tujuh orang).

Bukan Bulat Atau Datar, CEO Zoom Kampanye Bumi Bentuk Hati

Sedangkan perusahaan yang mem-PHK di Klaten juga berasal dari enam perusahaan. Masing-masing perusahaan itu, seperti Hotel Tjokro Klaten (55 karyawan), Triton Mulya Mandiri (satu karyawan),PT JJ Gloves Indonesia (331 karyawan), CV Ina Karya Jaya (24 karyawan), PT Paguvon Lintas Nusantara (lima karyawan), CV Pusaka Ayu (24 karyawan).

Selama dirumahkan, sebanyak 56 karyawan tersebut masih terikat hak dan kewajibannya dengan perusahaan yang bersangkutan. Sementara sebanyak 440 karyawan di Klaten yang sudah di-PHK sudah tidak terikat dengan perusahaannya.

76 Napi di Klaten Dibebaskan, Biaya Makan Lebih Irit

Jumlah karyawan yang dirumahkan hingga pagi ini [kemarin] sudah mencapai 56 karyawan. Jumlah itu bertambah sebanyak tujuh karyawan dibandingan sehari sebelumnya. Selama dirumahkan, para karyawan itu juga diminta mengisolasi diri di dalam rumah masing-masing selama 14 hari. Untuk karyawan yang di-PHK jumlahnya masih sama, yakni 440 karyawan, kata Kepala Bidang (Kabid)Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten, Heru Wijoyo, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (7/4/2020).

Berpotensi Nambah Terus

Heru Wijoyo mengatakan angka karyawan yang dirumahkan dan di-PHK di Klaten berpotensi terus bertambah di waktu mendatang. Hal itu terkait sejumlah perusahaan yang sudah tak berproduksi karena tidak memiliki bahan baku atau pun kesulitan memasarkan hasil produksi ke daerah/negara yang sudah tergolong zona merah Covid-19.

Berbagai perusahaan yang sudah merumahkan atau pun mem-PHK karyawan itu berasal dari latar belakang. Ada yang bergerak di bidang garmen,niaga, ritel, dan lainnya. Jumlah perusahaan di Klaten secara keseluruhan mencapai 590 perusahaan, katanya.

Hai Driver Ojol Jakarta, Orang Terkaya Ini Bagi Makanan Gratis Setiap Hari Untukmu

Hal senada dijelaskan Kepala Disperinaker Klaten, Slamet Widodo. Sejauh ini, Disperinaker Klaten sebatas mendata perusahaan yang merumahkan dan mem-PHK karyawan.

Kami berharap, PHK itu menjadi upaya terakhir dalam menyikapi persoalan ini [persebaran virus corona]. Dalam mem-PHK karyawan, perusahaan juga harus menaati peraturan yang berlaku, seperti membayar pesangon.Ke depan, kami siap memediasi jika ada karyawan yang memang belum memperoleh pesangon. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan saling memahami antara perusahaan dengan karyawannya, katanya.

The post Bertambah! Total 56 Karyawan Klaten Dirumahkan, 440 di-PHK appeared first on Solopos.com.

katasapa.com

Nyaman Banar

katasapa.com

Peringatan buat Pemudik, Jangan Harap Bisa Kembali ke Jakarta Jika…

katasapa.com

Beredar Seruan Waspada Rapid Test Massal untuk Habisi Ulama Indonesia, Ini Penjelasan MUI

katasapa.com

Ditegur Petugas PSBB karena Tak Pakai Masker, Respon Oknum Polisi di Bandung Ini Bikin Emosi

katasapa.com

Marah-marah karena Ditegur Tak Pakai Masker, Begini Nasib Bripka HI

katasapa.com

Kapolda Jabar Kecam Ulah Bripka HI: Sama Masyarakat Saja Tak Boleh Arogan, Apalagi Sesama Anggota!

katasapa.com

Benarkah Rapid Test Massal Ulama Agenda PKI? Ini Faktanya

katasapa.com

Update Pasien Corona 25 Mei: Bertambah 479 Positif, Pertanda Baik dari Grafik Dua Hari Terakhir

katasapa.com

Buntut Marah-marah ke Petugas PSBB, Kapolda Jabar Pastikan Bripka HI Dimutasi

katasapa.com

Abu Bakar Baasyir dan Gayus Tambunan Dapat Remisi Khusus Lebaran, Kapan Bebas?

katasapa.com

Ini Hasil Tabayyun MUI Soal Seruan Rapid Test Ulama Agenda PKI, Panduan Biar Tak Mudah Terprovokasi

katasapa.com

PSBB Jakarta Diperpanjang sampai 4 Juni, Ini Misi Penting Anies Baswedan

katasapa.com

Menuju New Normal, Anies Ingatkan Pemudik: Anda Akan Temui Kesulitan Jika Paksakan Balik ke Jakarta

katasapa.com

Mau Balik ke Jakarta Tak Punya SIKM? Begini Solusinya

katasapa.com

8 Sikap MUI Atas Selebaran Tolak Rapid Test Ulama, Desak Polisi Tangkap Pelaku

katasapa.com

Berlaku sampai PSBB Berakhir, 14 Ruas Jalan di Jakarta Selatan Ini Ditutup

katasapa.com

Pengawasan Pengendalian Transportasi Diperketat di Fase Arus Balik

katasapa.com

Kediri Bangun Kampung Tangguh Cegah Persebaran Covid-19

katasapa.com

Jadi Imam dan Khatib Salat Ied di Rujab, Bupati Husler Menangis Doakan Corona Cepat Berlalu

katasapa.com

Menkes Keluarkan Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja

katasapa.com

IPW: Harusnya Kapolda Jatim Ambil Inspirasi dari Pak Prabowo

katasapa.com

Dunia Usai Wabah Covid-19: Negara akan Barbarisme atau Sosialisme

katasapa.com

Hongkong Rusuh, 180 Pengungjuk Rasa Diamankan

katasapa.com

Gegerkan Warga, Astaga… Pembunuh Bayi Laki-laki Ternyata Seorang Bidan

katasapa.com

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu

katasapa.com

Superindo Promo Cashback 60% Dengan Menggunakan Shopee Pay

katasapa.com

Bertambah 4, WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Jadi 868 Orang

katasapa.com

Bertambah 526 Kasus, Total Kasus Covid-19 Indonesia 24 Mei Jadi 22.271 Orang

katasapa.com

Puluhan Pedagang di 3 Pasar Tradisional Klaten Jalani Rapid Test Covid-19

katasapa.com

Mulai 29 Mei, Pemudik Masuk Kota Solo Tak Wajib Masuk Rumah Karantina