Keputusan Ditandangani, Jokowi Dihabisi PDIP Lagi: Covid-19 Masih Naik Terus, Kok Ngebet Pilkada Tahun Ini

kataSAPA.com
Presiden Jokowi

JAKARTA Ketetapan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) 2/2020 yang melegitimasi pelaksanaan pungut hitung Pilkada Serentak 2020 berlangsung Desember kembali mendapat penolakan.

Kali ini, keputusan beleid yang di tandatangani Presiden Joko Widodo itu tidak disepakati oleh Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Komarudin Watubun.

Menurutnya, Pilkada Serentak yang bakal berlangsung di 270 daerah lebih mungkin ditunda hingga 2021 mendatang. Alasannya, pemerintah masih terkendala dengan pandemik virus corona baru atau Covid-19.

Pun dipaksakan berlangsung Desember tahun ini, Komarudin Watubun tidak melihat adanya kemungkinan. Karena hingga saat ini pemerintah belum mampu membuat kurva penyebaran dan penularan Covid-19 melandai.

Idealnya tahun depan (2021), karena problem dasar sampai hari ini, pemerintah tidak punya data referensi memastikan puncak pandemi turun. Bahkan juga tingkat dunia, kata Komarudin Watubun saat dikonfirmasi, Selasa (19/5).

Sekalipun pelaksanaan pilkada digelar dengan mengikuti protokol kesehatan, potensi penyebaran virus corona tetap tinggi. Sebab, tingkat kedisiplinan masyarakat masih rendah, sambungnya.

Mantan Ketua DPRD Papua ini juga menilai, pelaksanaan Pilkada dimusim pandemik corona ini mesti diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam hal menaati protokol kesehatan.

Jika masih banyak yang tidak maampu displin dengan protokol kesehatan, maka dapat berimplikasi buruk terhadap masyarakat itu sendiri. Sebagai contohnya adalah disaat proses pendaftaran peserta pemilu ke kantor KPUD setempat.

Saya khawatir nanti kalau pendaftaran para peserta Pilkada datang dengan rombongan ke KPU, akan terjadi kontak fisik memungkinkan penyebaran virus, Komarudin menyebutkan.

Lebih lanjut, Kabid Kehormatan Partai DPP PDIP ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak curiga dengan kemungkinan penundaan Pilkada 2020 ini. Karena katanya, penundaan ini bukan berkaitan dengan hasrat kekuasaan, namun karena adanya bencana non alam Covid-19.

Jadi kalau ada yang nolak pilkada tahun ini, jangan saling curiga satu sama lain hanya untuk mempertahankan kekuasaan. Ini jelas persoalan kepedulian dampak dan risiko jika dilaksanakan saat penyebaran pandemi masih tinggi, tegasnya.

Saya juga mengapresiasi sikap sejumlah calon kepala daerah yang berencana mundur karena pilkada digelar Desember. Kalau mereka punya hitung-hitungan mundur karena kepentingan rakyat patut diangkat jempol, mereka memperjuangkan hal-hal yang substansi dan rasional, tutupnya.

Akhir pekan kemarin, Ketua KPU Arief Budiman juga telah menyatakan adanya opsi penundaan pelaksanan Pilkada Serentak 2020.

Ia menyebutkan, gelaran Pilkada akan sangat tergantung pada kondisi pandemi. Sehingga, apabila Covid-19 belum kelihatan berakhir dalam waktu dekat maka pilkada bisa ditunda melalui dua opsi, yaitu menunda hingga Maret 2021 atau September 2021.

(sta/rmol/pojoksatu)

The post Keputusan Ditandangani, Jokowi Dihabisi PDIP Lagi: Covid-19 Masih Naik Terus, Kok Ngebet Pilkada Tahun Ini appeared first on .

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Nyaman Banar

katasapa.com

Peringatan buat Pemudik, Jangan Harap Bisa Kembali ke Jakarta Jika…

katasapa.com

Beredar Seruan Waspada Rapid Test Massal untuk Habisi Ulama Indonesia, Ini Penjelasan MUI

katasapa.com

Ditegur Petugas PSBB karena Tak Pakai Masker, Respon Oknum Polisi di Bandung Ini Bikin Emosi

katasapa.com

Marah-marah karena Ditegur Tak Pakai Masker, Begini Nasib Bripka HI

katasapa.com

Kapolda Jabar Kecam Ulah Bripka HI: Sama Masyarakat Saja Tak Boleh Arogan, Apalagi Sesama Anggota!

katasapa.com

Benarkah Rapid Test Massal Ulama Agenda PKI? Ini Faktanya

katasapa.com

Update Pasien Corona 25 Mei: Bertambah 479 Positif, Pertanda Baik dari Grafik Dua Hari Terakhir

katasapa.com

Buntut Marah-marah ke Petugas PSBB, Kapolda Jabar Pastikan Bripka HI Dimutasi

katasapa.com

Abu Bakar Baasyir dan Gayus Tambunan Dapat Remisi Khusus Lebaran, Kapan Bebas?

katasapa.com

Ini Hasil Tabayyun MUI Soal Seruan Rapid Test Ulama Agenda PKI, Panduan Biar Tak Mudah Terprovokasi

katasapa.com

PSBB Jakarta Diperpanjang sampai 4 Juni, Ini Misi Penting Anies Baswedan

katasapa.com

Menuju New Normal, Anies Ingatkan Pemudik: Anda Akan Temui Kesulitan Jika Paksakan Balik ke Jakarta

katasapa.com

Mau Balik ke Jakarta Tak Punya SIKM? Begini Solusinya

katasapa.com

8 Sikap MUI Atas Selebaran Tolak Rapid Test Ulama, Desak Polisi Tangkap Pelaku

katasapa.com

Berlaku sampai PSBB Berakhir, 14 Ruas Jalan di Jakarta Selatan Ini Ditutup

katasapa.com

Pengawasan Pengendalian Transportasi Diperketat di Fase Arus Balik

katasapa.com

Kediri Bangun Kampung Tangguh Cegah Persebaran Covid-19

katasapa.com

Jadi Imam dan Khatib Salat Ied di Rujab, Bupati Husler Menangis Doakan Corona Cepat Berlalu

katasapa.com

Menkes Keluarkan Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja

katasapa.com

IPW: Harusnya Kapolda Jatim Ambil Inspirasi dari Pak Prabowo

katasapa.com

Dunia Usai Wabah Covid-19: Negara akan Barbarisme atau Sosialisme

katasapa.com

Hongkong Rusuh, 180 Pengungjuk Rasa Diamankan

katasapa.com

Gegerkan Warga, Astaga… Pembunuh Bayi Laki-laki Ternyata Seorang Bidan

katasapa.com

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu

katasapa.com

Superindo Promo Cashback 60% Dengan Menggunakan Shopee Pay

katasapa.com

Bertambah 4, WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Jadi 868 Orang

katasapa.com

Bertambah 526 Kasus, Total Kasus Covid-19 Indonesia 24 Mei Jadi 22.271 Orang

katasapa.com

Puluhan Pedagang di 3 Pasar Tradisional Klaten Jalani Rapid Test Covid-19

katasapa.com

Mulai 29 Mei, Pemudik Masuk Kota Solo Tak Wajib Masuk Rumah Karantina