Catatan Buruk Pemerintah Gagal Tangani Covid-19, Fadli Zon: Untung Ada Kepala Daerah yang ‘Outstanding’

kataSAPA.com
Fadli Zon

JAKARTA Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menuliskan catatan buruk pemerintah dalam menangani Covid-19.

Catatan itu dihubungkan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional yang harus menjadi kesadaran perlunya kepemimpinan dan organisasi yang solid dan kuat.

Menurutnya, kelemahan pemerintah saat ini akibat kepemimpinan yang lemah telah membuat kekacauan dan kebingungan di tengah masyarakat yang harus menghadapi bencana wabah virus corona.

Berhadapan dengan pandemi, misalnya, Pemerintah tak sanggup menetapkan kebijakan karantina wilayah, karena tak mampu memenuhi kebutuhan dasar warganya, ujar Fadli lewat akun Twitternya, Rabu (20/5/2020).

Pemerintah pun akhirnya menetapkan skema Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun ternyata itu pun tidak berjalan secara maksimal.

Ternyata, karena daya dukung kita untuk menyokong PSBB juga lemah, seperti terbatasnya volume bantuan sosial (Bansos) yang bisa disalurkan, praktik PSBB pun kemudian jadi cenderung diperlonggar. ungkapnya.

Dengan minimnya sumberdaya yang dimiliki untuk menjamin hak-hak serta kebutuhan dasar warga, kata dia, kita sebenarnya berharap Pemerintah tetap menjaga kewibawaannya dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang kredibel.

Namun, hal ini sepertinya juga gagal diperoleh, ucapnya.

Misalnya Program Keluarga Harapan (PKH). Sejak 2019 lalu, lanjut Fadli, artinya jauh sebelum Covid-19 menjadi pandemi, Pemerintah telah memutuskan untuk menambah jumlah penerima bantuan PKH menjadi 10 juta peserta.

Entah kenapa program reguler yang telah direncanakan sejak lama tersebut pada 31 Maret lalu tiba-tiba diklaim sebagai bagian dari agenda tanggap darurat Covid-19.

Dimana letak tanggap daruratnya, jika itu sebenarnya adalah program reguler Pemerintah? jelasnya.

Atau lontaran Presiden mengenai kebijakan cetak sawah baru sebagai cara mengatasi ancaman krisis pangan. Bagaimana Pemerintah bisa mencetak sawah baru, jika anggarannya sendiri tahun ini sudah dipangkas?

Di luar cerita kegagalan program cetak sawah di masa lalu, termasuk di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, pernyataan Presiden yg akan mencetak sawah besar-besaran sebenarnya bertentangan dengan pemangkasan anggaran cetak sawah yang dilakukan Pemerintah sendiri.

Sebagai catatan, untuk menangani dampak Covid-19, Pemerintah baru saja melakukan realokasi besar-besaran APBN 2020. Salah satu yang terkena dampaknya adalah anggaran cetak sawah.

Jika sebelumnya dialokasikan Rp209,8 miliar untuk program cetak sawah dan SID (Survei, Investigasi dan Desain), dengan target lahan seluas 10 ribu hektare, namun sesudah realokasi, anggaran tadi hanya tinggal Rp10,8 miliar saja.

Jadi, bagaimana mau mencetak sawah, kalau anggarannya justru dipotong? sanggahnya.

Hal-hal semacam itu, menurut saya, sangat merusak wibawa Pemerintah. Tak heran jika kemudian di media sosial muncul tagar #IndonesiaTerserah. Itu merupakan tanda publik tak lagi peduli dengan pernyataan Pemerintah. ungkapnya lagi.

Fadli mengungkapkan di tengah krisis seperti sekarang ini dibutuhkan karakter pemimpin solidarity maker. Hanya saja, menurutnya karakter semacam itu mustahil muncul dari para pemimpin yang kata-katanya tak bisa dipegang.

Untunglah, kata dia, sesudah Reformasi ada desentralisasi, sehingga bisa muncul para kepala daerah yang outstanding di tengah pandemi dan krisis ini.

Untungnya juga kita masih punya lingkaran-lingkaran sosial lain di luar negara dan pemerintahan, seperti komunitas serta adat.

(sta/pojoksatu)

The post Catatan Buruk Pemerintah Gagal Tangani Covid-19, Fadli Zon: Untung Ada Kepala Daerah yang Outstanding appeared first on .

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Nyaman Banar

katasapa.com

Peringatan buat Pemudik, Jangan Harap Bisa Kembali ke Jakarta Jika…

katasapa.com

Beredar Seruan Waspada Rapid Test Massal untuk Habisi Ulama Indonesia, Ini Penjelasan MUI

katasapa.com

Ditegur Petugas PSBB karena Tak Pakai Masker, Respon Oknum Polisi di Bandung Ini Bikin Emosi

katasapa.com

Marah-marah karena Ditegur Tak Pakai Masker, Begini Nasib Bripka HI

katasapa.com

Kapolda Jabar Kecam Ulah Bripka HI: Sama Masyarakat Saja Tak Boleh Arogan, Apalagi Sesama Anggota!

katasapa.com

Benarkah Rapid Test Massal Ulama Agenda PKI? Ini Faktanya

katasapa.com

Update Pasien Corona 25 Mei: Bertambah 479 Positif, Pertanda Baik dari Grafik Dua Hari Terakhir

katasapa.com

Buntut Marah-marah ke Petugas PSBB, Kapolda Jabar Pastikan Bripka HI Dimutasi

katasapa.com

Abu Bakar Baasyir dan Gayus Tambunan Dapat Remisi Khusus Lebaran, Kapan Bebas?

katasapa.com

Ini Hasil Tabayyun MUI Soal Seruan Rapid Test Ulama Agenda PKI, Panduan Biar Tak Mudah Terprovokasi

katasapa.com

PSBB Jakarta Diperpanjang sampai 4 Juni, Ini Misi Penting Anies Baswedan

katasapa.com

Menuju New Normal, Anies Ingatkan Pemudik: Anda Akan Temui Kesulitan Jika Paksakan Balik ke Jakarta

katasapa.com

Mau Balik ke Jakarta Tak Punya SIKM? Begini Solusinya

katasapa.com

8 Sikap MUI Atas Selebaran Tolak Rapid Test Ulama, Desak Polisi Tangkap Pelaku

katasapa.com

Berlaku sampai PSBB Berakhir, 14 Ruas Jalan di Jakarta Selatan Ini Ditutup

katasapa.com

Pengawasan Pengendalian Transportasi Diperketat di Fase Arus Balik

katasapa.com

Kediri Bangun Kampung Tangguh Cegah Persebaran Covid-19

katasapa.com

Jadi Imam dan Khatib Salat Ied di Rujab, Bupati Husler Menangis Doakan Corona Cepat Berlalu

katasapa.com

Menkes Keluarkan Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja

katasapa.com

IPW: Harusnya Kapolda Jatim Ambil Inspirasi dari Pak Prabowo

katasapa.com

Dunia Usai Wabah Covid-19: Negara akan Barbarisme atau Sosialisme

katasapa.com

Hongkong Rusuh, 180 Pengungjuk Rasa Diamankan

katasapa.com

Gegerkan Warga, Astaga… Pembunuh Bayi Laki-laki Ternyata Seorang Bidan

katasapa.com

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu

katasapa.com

Superindo Promo Cashback 60% Dengan Menggunakan Shopee Pay

katasapa.com

Bertambah 4, WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Jadi 868 Orang

katasapa.com

Bertambah 526 Kasus, Total Kasus Covid-19 Indonesia 24 Mei Jadi 22.271 Orang

katasapa.com

Puluhan Pedagang di 3 Pasar Tradisional Klaten Jalani Rapid Test Covid-19

katasapa.com

Mulai 29 Mei, Pemudik Masuk Kota Solo Tak Wajib Masuk Rumah Karantina