Pemimpin G-7 Pertimbangkan Kehadiran dalam KTT di Tengah Wabah Virus Corona

kataSAPA.com
Para pemimpin negara-negara G-7 mempertimbangkan gagasan Presiden AS Donald Trump mengenai KTT yang dihadiri langsung oleh mereka, kemungkinan bulan depan, sementara jumlah kasus virus corona terkonfirmasi di dunia telah melampaui 5 juta. Trump mengangkat gagasan itu hari Rabu (20/5) sewaktu ia mencuit bahwa AS sedang bertransisi kembali ke Kejayaan. Negara-negara anggota lain juga sedang memulai Kepulihan, tulis Trump. Ini akan menjadi pertanda hebat bagi semua, normalisasi! Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga, Kamis (21/5) mengatakan kehadiran PM Shinzo Abe masih dalam pertimbangan, dan bahwa kedua negara melakukan kontak dekat. PM Kanada Justin Trudeau mengatakan masalah pertemuan apakah dihadiri langsung atau secara virtual akan melibatkan pemeriksaan mengenai langkah-langkah keamanan apa yang diberlakukan dan rekomendasi dari para pakar. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan ia terbuka melakukan perjalanan guna mengikuti pembicaraan itu jika kondisi kesehatan memungkinkan, sedangkan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan ia akan menunggu dan melihat apa yang terjadi. Seluruh anggota G-7 telah mulai mencabut pembatasan-pembatasan lockdown yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Menteri Ekonomi Jepang, Kamis (21/5) mengatakan para pakar menyetujui rencana pemerintah untuk mencabut situasi darurat di Osaka dan dua prefektur lainnya, dan mempertahankan perintah situasi itu di Tokyo. Rekor kasus baru dunia Organisasi Kesehatan Dunia, Rabu (20/5) menyatakan pada hari itu tercatat rekor kasus baru virus corona secara global yang mencapai 106 ribu, angka per hari tertinggi sejak wabah dimulai. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam keterangan pers bahwa hampir dua per tiga kasus baru itu dikukuhkan di empat negara saja. Ia tidak menyebut negara-negara itu, tetapi beberapa media menyebut keempat negara itu adalah AS, Rusia, Brazil dan India. Brazil mencatat rekor jumlah kasus baru pada hari Rabu (20/5) sejak wabah dimulai di sana, yakni hampir 20 ribu kasus dalam satu hari. Para pejabat di kota terpadat di negara itu, Sao Paulo, mengumumkan libur enam hari yang dimaksudkan untuk mencegah orang-orang keluar rumah dan menyebarkan virus. Lebih dari 328 ribu orang telah meninggal karena virus corona. AS mencatat kasus terkonfirmasi terbanyak, sekitar 1,5 juta, dan jumlah kematian tertinggi, lebih dari 93 ribu. Italia, Rabu (20/5) melaporkan bahwa jumlah kasus barunya turun dari 813 menjadi 665, sedangkan Spanyol melaporkan kurang dari 100 kematian pada hari keempat berturut-turut. Kedua negara tersebut adalah hotspot awal pada pandemi virus corona. Upaya membuat vaksin Upaya mendapatkan vaksin yang potensial berlanjut. Hari Kamis (21/5), perusahaan farmasi raksasa AstraZeneca menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk memproduksi 400 juta dosis vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford. Vaksin itu masih menjalani uji klinis untuk menentukan efektivitas dan keamanannya. AstraZeneca menyatakan telah menerima 1 miliar dolar dari US Biomedical Advanced Research and Development Authority, bagian dari Departemen Kesehatan AS, untuk mengembangkan dan mengirimkan vaksin. Departemen itu menyatakan kesepakatan tersebut mencakup pesanan 300 juta dosis vaksin. AstraZeneca menyatakan akan memasok tambahan 100 juta dosis vaksin untuk Inggris, dengan pengiriman pertama rencananya berlangsung bulan September. [uh/ab]
katasapa.com

Gara-Gara Corona, 10 Mahasiswa Universitas Di Tiongkok Ini Harus Jalani Ujian Skripsi Dari Boyolali

katasapa.com

Pemkab Wonogiri Belum Berencana Buka Tempat Wisata, Ini Alasannya

katasapa.com

Jika Liga 2 Digelar Tanpa Penonton, Pasoepati Minta Semua Laga Persis Solo Disiarkan

katasapa.com

Anies Baswedan Menghilang Jelang Berakhirnya PSBB III Jakarta, Ada Apa?

katasapa.com

JK: Seharusnya Masjid Dibuka Lebih Dulu Sebelum Mal!

katasapa.com

Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo: Truk Seruduk Truk, 1 Meninggal Dunia

katasapa.com

PAD Pajak Daerah Karanganyar Diestimasi Turun Rp16 Miliar

katasapa.com

Anang Hermansyah Cerita Kerasnya Hidup Setelah Cerai dengan KD

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 4 Juni 1940, Pertempuran Dunkrik Berakhir

katasapa.com

Penelusuran Sara Wijayanto di Alas Ketonggo Srigati Ngawi Sarat Nostalgia…

katasapa.com

Sudah Lima Hari Dibuka, Keraton Kasepuhan Cirebon Masih Sedikit Pengunjung

katasapa.com

Setiap Hari, Yayasan Wani Amal Cirebon Sediakan Nasi dan Pakaian Gratis

katasapa.com

Kunjungi Grage Mall, Wagub Jabar Minta Pengelola Mall Sediakan Sarung Tangan

katasapa.com

DPRD Kota Medan Renville Napitupulu: “Tertular Virus Memberi!”

katasapa.com

Olivier Giroud Ungkap Targetnya di Chelsea Usai Kembali Perpanjang Kontrak

katasapa.com

Barcelona Panas Lagi, Klub Ingin Potong Gaji Pemain untuk Kedua Kalinya

katasapa.com

Barcelona Ketar-ketir Lionel Messi Absen Latihan Rabu (3/6) Ini

katasapa.com

Begini Konsep Gaya Hidup Islami Hadapi New Normal ala DWP Sulsel

katasapa.com

Divonis Melanggar, Jokowi dan Menkominfo Wajib Minta Maaf Secara Terbuka tanpa Terkecuali, Begini Bunyinya

katasapa.com

Dor! Diduga Stres, Oknum Polres Tebingtinggi Bunuh Diri dengan Pistol Dinas

katasapa.com

Saul Niguez Umumkan ‘Klub Baru’, Fans Man United Kena Prank

katasapa.com

Duh! Pijat Plus-plus Gay Ditemukan di Perumahan Elit Tasbih, Barang Bukti Sex Toys dan Alat Kontrasepsi

katasapa.com

Polda Sumut Bongkar Salon Pijat Plus-plus Khusus Gay, Puluhan Kondom Berserakan

katasapa.com

Gerakkan Ekonomi Warga Seko, Pemda Lutra Rampungkan 22 KM Ruas Mabusa-Malimongan

katasapa.com

Pelatih Ganda Campuran Yakin Hafiz/Gloria Bisa Susul Praveen/Melati

katasapa.com

Komentar Rasis, Dihujat, Kehilangan Sponsor, Mantan Miss Universe Malaysia Minta Maaf

katasapa.com

Perpanjangan Ketiga PSBB, Pemkot Tangsel Tinjau Persiapan Mall dan Tempat Ibadah

katasapa.com

Pengembangan Kasus 35 Kg Sabu, Polisi Tembak Mati Bandar Asal Aceh di Medan

katasapa.com

Pulihkan Perekonomian Nasional, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 667,20 T

katasapa.com

Picu Kontroversi, Mantan Kabais Minta Perpres Terorisme Dibatalkan