Di Tengah Pandemi Covid-19, Masyarakat Malaysia juga Tetap Ingin Mudik

kataSAPA.com

Sama seperti di Indonesia, kekhawatiran terkait penyebaran Covid-19 juga telah dikesampingkan oleh ribuan orang di Malaysia. Masyarakat di sana juga berharap untuk bisa merayakan Idul Fitri dengan keluarga di kampung halaman. Ribuan orang di Malaysia berusaha untuk menghindari larangan keras otoritas terkait dengan melakukan perjalanan mudik Lebaran ke kampung halaman.

Pemerintah memberlakukan larangan mudik setelah ribuan warga Malaysia datang ke kantor polisi dengan harapan mendapatkan dispensasi khusus untuk melewati batas negara. Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan larangan itu diterbitkan untuk mencegah penyebaran virus Korona ke daerah yang sebelumnya tidak terinfeksi, terutama di daerah pedesaan.

Hanya saja, ribuan orang Malaysia mengabaikan larangan itu dan berusaha untuk melakukan perjalanan ke daerah asal mereka untuk merayakan Lebaran. Toh, polisi bertindak tegas. Sebanyak 5.000 mobil dilaporkan berputar arah atas imbauan polisi yang mencegah perjalanan mereka lebih jauh lagi.

Pemerintah telah memperingatkan bakal menjatuhkan denda langsung bagi para pelanggar. Namun, jumlah denda belum diungkapkan secara detail.

Periode libur resmi Idul Fitri di Malaysia dimulai pada Sabtu (23/5). Berlangsung hingga Senin (25/6). Namun, sudah biasa bagi orang Malaysia untuk merayakan selama seminggu atau bahkan dua minggu.

Ismail menambahkan beberapa orang telah kedapatan mencoba menggunakan jalan belakang atau jalan tikus agar tetap bisa melakukan perjalanan mudik Lebaran. Sama juga seperti di Indonesia, beribu cara dilakukan termasuk menggunakan mobil pengangkut dengan modus mengangkut barang-barang dan bersembunyi di dalamnya.

Polisi masih bisa menemukan. Itu tidak berarti calon pemudik bisa lolos begitu saja. Kami mungkin masih bisa membawa calon pemudik dalam perjalanan kembali ke Kuala Lumpur, katanya dalam pidato yang disiarkan televisi dan dikutip dari SCMP, Jumat (22/5).

Perayaan Idul Fitri di Malaysia secara tradisional ditandai dengan eksodus massal orang-orang dari ibu kota Kuala Lumpur dan mengelilingi Selangor, jantung ekonomi negara ke daerah pedesaan di negara itu.

Kemacetan lalu lintas juga biasa terjadi pada momen tersebut. Otoritas terkait biasanya melakukan rekayasa jam dan arus lalulintas untuk mengendalikan kemacetan.

Namun, dengan masih berada di bawah status lockdown untuk menahan penyebaran virus Korona, Idul Fitri tahun ini kemungkinan akan jauh lebih tenang. Pemerintah telah mengatakan bahwa bahkan perayaan keluarga jika diadakan harus tetap skala kecil.

Sementara pembatasan tertentu mungkin telah dicabut, kami mendesak semua orang untuk merayakan Lebaran hanya dengan anggota keluarga sendiri, sebut Ismail mengingatkan.

Saksikan video menarik berikut ini:

katasapa.com

Gara-Gara Corona, 10 Mahasiswa Universitas Di Tiongkok Ini Harus Jalani Ujian Skripsi Dari Boyolali

katasapa.com

Pemkab Wonogiri Belum Berencana Buka Tempat Wisata, Ini Alasannya

katasapa.com

Jika Liga 2 Digelar Tanpa Penonton, Pasoepati Minta Semua Laga Persis Solo Disiarkan

katasapa.com

Anies Baswedan Menghilang Jelang Berakhirnya PSBB III Jakarta, Ada Apa?

katasapa.com

JK: Seharusnya Masjid Dibuka Lebih Dulu Sebelum Mal!

katasapa.com

Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo: Truk Seruduk Truk, 1 Meninggal Dunia

katasapa.com

PAD Pajak Daerah Karanganyar Diestimasi Turun Rp16 Miliar

katasapa.com

Anang Hermansyah Cerita Kerasnya Hidup Setelah Cerai dengan KD

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 4 Juni 1940, Pertempuran Dunkrik Berakhir

katasapa.com

Penelusuran Sara Wijayanto di Alas Ketonggo Srigati Ngawi Sarat Nostalgia…

katasapa.com

Sudah Lima Hari Dibuka, Keraton Kasepuhan Cirebon Masih Sedikit Pengunjung

katasapa.com

Setiap Hari, Yayasan Wani Amal Cirebon Sediakan Nasi dan Pakaian Gratis

katasapa.com

Kunjungi Grage Mall, Wagub Jabar Minta Pengelola Mall Sediakan Sarung Tangan

katasapa.com

DPRD Kota Medan Renville Napitupulu: “Tertular Virus Memberi!”

katasapa.com

Olivier Giroud Ungkap Targetnya di Chelsea Usai Kembali Perpanjang Kontrak

katasapa.com

Barcelona Panas Lagi, Klub Ingin Potong Gaji Pemain untuk Kedua Kalinya

katasapa.com

Barcelona Ketar-ketir Lionel Messi Absen Latihan Rabu (3/6) Ini

katasapa.com

Begini Konsep Gaya Hidup Islami Hadapi New Normal ala DWP Sulsel

katasapa.com

Divonis Melanggar, Jokowi dan Menkominfo Wajib Minta Maaf Secara Terbuka tanpa Terkecuali, Begini Bunyinya

katasapa.com

Dor! Diduga Stres, Oknum Polres Tebingtinggi Bunuh Diri dengan Pistol Dinas

katasapa.com

Saul Niguez Umumkan ‘Klub Baru’, Fans Man United Kena Prank

katasapa.com

Duh! Pijat Plus-plus Gay Ditemukan di Perumahan Elit Tasbih, Barang Bukti Sex Toys dan Alat Kontrasepsi

katasapa.com

Polda Sumut Bongkar Salon Pijat Plus-plus Khusus Gay, Puluhan Kondom Berserakan

katasapa.com

Gerakkan Ekonomi Warga Seko, Pemda Lutra Rampungkan 22 KM Ruas Mabusa-Malimongan

katasapa.com

Pelatih Ganda Campuran Yakin Hafiz/Gloria Bisa Susul Praveen/Melati

katasapa.com

Komentar Rasis, Dihujat, Kehilangan Sponsor, Mantan Miss Universe Malaysia Minta Maaf

katasapa.com

Perpanjangan Ketiga PSBB, Pemkot Tangsel Tinjau Persiapan Mall dan Tempat Ibadah

katasapa.com

Pengembangan Kasus 35 Kg Sabu, Polisi Tembak Mati Bandar Asal Aceh di Medan

katasapa.com

Pulihkan Perekonomian Nasional, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 667,20 T

katasapa.com

Picu Kontroversi, Mantan Kabais Minta Perpres Terorisme Dibatalkan