Plasenta Perempuan Hamil Positif Covid-19 Tunjukkan Adanya Kerusakan

kataSAPA.com

Plasenta dari 16 perempuan yang teruji positif korona (Covid-19) saat hamil menunjukkan bukti adanya luka berdasarkan uji patologis yang dilakukan langsung setelah persalinan. Hal itu menurut sebuah penelitian yang dirilis Northwestern Medicine.

Ke-16 perempuan yang terlibat dalam penelitian tersebut melahirkan bayi mereka di Northwestern Medicine Prentice Womens Hospital, Chicago, Amerika Serikat. Empat pasien masuk dengan menunjukkan gejala mirip flu tiga hingga lima pekan sebelum melahirkan dan teruji positif Covid-19.

Sementara itu, sisa pasien lainnya teruji positif saat mereka masuk ke rumah sakit tersebut untuk melahirkan. Lima pasien tidak mengalami perkembangan gejala, sementara lainnya mengalami gejala saat persalinan.

Bayi-bayi yang dilahirkan sehat, lahir tepat waktu, dan normal, tetapi temuan kami mengindikasikan banyak aliran darah terhambat dan banyak plasenta berukuran lebih kecil daripada seharusnya, kata Emily Miller, salah satu peneliti yang juga asisten ahli obstetri dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Feinberg NU sekaligus dokter kandungan di Northwestern Medicine, seperti dilansir Antara dari Xinhua. Plasenta terbentuk dengan kelimpahan yang sangat banyak. Bahkan jika setengahnya saja yang berfungsi, seringkali bayi akan sepenuhnya baik-baik saja. Namun, meski kebanyakan bayi akan baik-baik saja, terdapat risiko bahwa beberapa kehamilan dapat mengalami masalah yang membahayakan, tambahnya.

Plasenta pada pasien tersebut memperlihatkan dua abnormalitas yang sama, yakni aliran darah yang tidak memadai dari ibu kepada janin dengan pembuluh darah abnormal yang disebut maternal vascular malperfusion (MVM) dan sumbatan aliran darah di dalam plasenta yang disebut intervillous thrombi.

Plasenta merupakan organ pertama yang terbentuk selama perkembangan janin. Organ ini berperan sebagai paru-paru, perut, ginjal, dan hati bagi janin, mengambil oksigen dan nutrien dari aliran darah sang ibu serta menukar residu. Plasenta juga menyebabkan banyak perubahan hormon pada tubuh sang ibu. Plasenta berfungsi seperti ventilator bagi janin, dan jika plasenta rusak, dapat mengakibatkan efek yang buruk, kata Miller. Dalam penelitian yang sangat terbatas ini, temuan-temuan tersebut memberikan beberapa pertanda bahwa plasenta mungkin tidak berfungsi dengan baik selama waktu yang diinginkan jika sang ibu teruji positif SARS-CoV2, tambah dia.

Muncul konsensus yang menyatakan bahwa terdapat masalah penggumpalan darah dan kerusakan pembuluh darah pada pasien Covid-19, ujar peneliti senior Jeffrey Goldstein, asisten ahli di Fakultas Kedokteran Feinberg NU sekaligus seorang patolog di Northwestern Medicine. Temuan kami ini sesuai dengan teori bahwa coronavirus berhubungan dengan penggumpalan darah, dan itu terjadi pada plasenta, terang dia

Penelitian tersebut diterbitkan pada Jumat (22/5) di American Journal of Clinical Pathology.
Northwestern Medicine merupakan kolaborasi antara Northwestern Memorial Healthcare dan Fakultas Kedokteran Feinberg NU, yang mencakup riset, pengajaran dan perawatan pasien. (*)

katasapa.com

Nyaman Banar

katasapa.com

Peringatan buat Pemudik, Jangan Harap Bisa Kembali ke Jakarta Jika…

katasapa.com

Beredar Seruan Waspada Rapid Test Massal untuk Habisi Ulama Indonesia, Ini Penjelasan MUI

katasapa.com

Ditegur Petugas PSBB karena Tak Pakai Masker, Respon Oknum Polisi di Bandung Ini Bikin Emosi

katasapa.com

Marah-marah karena Ditegur Tak Pakai Masker, Begini Nasib Bripka HI

katasapa.com

Kapolda Jabar Kecam Ulah Bripka HI: Sama Masyarakat Saja Tak Boleh Arogan, Apalagi Sesama Anggota!

katasapa.com

Benarkah Rapid Test Massal Ulama Agenda PKI? Ini Faktanya

katasapa.com

Update Pasien Corona 25 Mei: Bertambah 479 Positif, Pertanda Baik dari Grafik Dua Hari Terakhir

katasapa.com

Buntut Marah-marah ke Petugas PSBB, Kapolda Jabar Pastikan Bripka HI Dimutasi

katasapa.com

Abu Bakar Baasyir dan Gayus Tambunan Dapat Remisi Khusus Lebaran, Kapan Bebas?

katasapa.com

Ini Hasil Tabayyun MUI Soal Seruan Rapid Test Ulama Agenda PKI, Panduan Biar Tak Mudah Terprovokasi

katasapa.com

PSBB Jakarta Diperpanjang sampai 4 Juni, Ini Misi Penting Anies Baswedan

katasapa.com

Menuju New Normal, Anies Ingatkan Pemudik: Anda Akan Temui Kesulitan Jika Paksakan Balik ke Jakarta

katasapa.com

Mau Balik ke Jakarta Tak Punya SIKM? Begini Solusinya

katasapa.com

8 Sikap MUI Atas Selebaran Tolak Rapid Test Ulama, Desak Polisi Tangkap Pelaku

katasapa.com

Berlaku sampai PSBB Berakhir, 14 Ruas Jalan di Jakarta Selatan Ini Ditutup

katasapa.com

Pengawasan Pengendalian Transportasi Diperketat di Fase Arus Balik

katasapa.com

Kediri Bangun Kampung Tangguh Cegah Persebaran Covid-19

katasapa.com

Jadi Imam dan Khatib Salat Ied di Rujab, Bupati Husler Menangis Doakan Corona Cepat Berlalu

katasapa.com

Menkes Keluarkan Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja

katasapa.com

IPW: Harusnya Kapolda Jatim Ambil Inspirasi dari Pak Prabowo

katasapa.com

Dunia Usai Wabah Covid-19: Negara akan Barbarisme atau Sosialisme

katasapa.com

Hongkong Rusuh, 180 Pengungjuk Rasa Diamankan

katasapa.com

Gegerkan Warga, Astaga… Pembunuh Bayi Laki-laki Ternyata Seorang Bidan

katasapa.com

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu

katasapa.com

Superindo Promo Cashback 60% Dengan Menggunakan Shopee Pay

katasapa.com

Bertambah 4, WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Jadi 868 Orang

katasapa.com

Bertambah 526 Kasus, Total Kasus Covid-19 Indonesia 24 Mei Jadi 22.271 Orang

katasapa.com

Puluhan Pedagang di 3 Pasar Tradisional Klaten Jalani Rapid Test Covid-19

katasapa.com

Mulai 29 Mei, Pemudik Masuk Kota Solo Tak Wajib Masuk Rumah Karantina