Jalur Masuk Semarang Diperketat, Travel dan Pemudik Diputar Balik

kataSAPA.com

Sehari sebelum Idul Fitri Sabtu (23/5), jalur masuk ke Kota Semarang diperketat, sesuai aturan pemerintah yang melarang mudik. Arus kendaraan di gerbang tol Kalikangkung Semarang pada siang sampai sore nampak sepi. Hanya kendaraan lokal dan logistik yang melintas. Begitu pula jalur Pantura SemarangKendal yang lengang dan didominasi kendaraan dengan plat Karesidenan Semarang.

Petugas gabungan di Gerbang Tol Kalikangkung melakukan penyekatan kendaraan pemudik. Hasilnya empat mobil travel dan empat kendaraan pribadi yang diduga mengangkut pemudik dipaksa putar arah. Pagi tadi empat travel dengan plat nomor T, D, dan B, kita perintahkan untuk putar arah karena diduga mengangkut pemudik. Selain itu, ada empat kendaraan pribadi yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat, juga kita minta untuk putar arah kembali, kata Kepala Pos Pengamanan Gerbang Tol Kalikangkung AKP Wahono pada Sabtu (23/5).

Penyekatan itu dilakukan sekitar pukul 09.00 sampai 12.00 siang. Penyekatan itu, lanjut dia, berkoordinasi dengan satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jateng, ketika ada indikasi arus kendaraan dari arah barat mulai ramai.

Untuk masuk ke Jateng, sebelumnya di Brebes juga dilakukan penyekatan. Kita koordinasi dengan PJR Polda Jateng, karena Tol Kalikangkung adalah gerbang tol masuk ke Semarang dan daerah lain. Misalnya ada yang lolos, kita tes kesehatan, kalau suhu badannya tinggi Dinkes Kota Semarang langsung bertindak misalnya dikarantina, jika tidak kita paksa putar balik, ujar Wahono.

Dia menjelaskan, selama penyekatan sesuai arahan dari Korlantas Polri, petugas harus melakukan pengecekan surat kendaraan atau STNK. Disinyalir, banyak pemudik menuju Jateng, nekat mengganti plat nomor kendaraan asli dengan plat nomor kendaraan palsu agar bisa lolos. Kita lakukan cek STNK juga, disinyalir banyak yang pakai plat nomor Jateng agar bisa melintas, kata Wahono.

Menurut Wahono, pihaknya juga mengantisipasi pemudik yang mencuri waktu atau kucing-kucingan, misalnya pada malam hari, ataupun menjelang waktu subuh. Misalnya ada kendaraan yang dipaksa putar balik, namun malah lewat jalur lain, bisa ketahuan. Juga kendaraan pemudik yang berangkat dini hari atau tiba di Semarang malam hari, terang Wahono.

Komandan Regu (Danru) Dinas Perhubungan Kota Semarang, Pos Pantau Terminal Mangkang Heri Listiyawan menjelaskan, petugas tidak mentolerir pemudik yang hendak masuk ke Semarang melalui jalur Pantura. Plat luar kota misal Jakarta dan Jabar, kita periksa suhu, kalau bawa surat tugas atau surat kesehatan kita persilakan lewat. Jika tidak, kita minta putar balik, terutama kendaraan pribadi dan roda dua yang tidak menggunakan masker, ujar Heri.

Dalam sekali penyekatan, minimal ada sekitar 20 kendaraan pribadi dan motor plat luar Semarang yang masuk ke Semarang. Kita cek suhu juga, misalnya yang ketahuan mudik. Jika suhunya tinggi, dari dinkes bisa merekomendasikan karantina di Rumah Dinas Wali Kota Semarang atau putar arah,terang Heri.

Saksikan video menarik berikut ini:

katasapa.com

Gara-Gara Corona, 10 Mahasiswa Universitas Di Tiongkok Ini Harus Jalani Ujian Skripsi Dari Boyolali

katasapa.com

Pemkab Wonogiri Belum Berencana Buka Tempat Wisata, Ini Alasannya

katasapa.com

Jika Liga 2 Digelar Tanpa Penonton, Pasoepati Minta Semua Laga Persis Solo Disiarkan

katasapa.com

Anies Baswedan Menghilang Jelang Berakhirnya PSBB III Jakarta, Ada Apa?

katasapa.com

JK: Seharusnya Masjid Dibuka Lebih Dulu Sebelum Mal!

katasapa.com

Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo: Truk Seruduk Truk, 1 Meninggal Dunia

katasapa.com

PAD Pajak Daerah Karanganyar Diestimasi Turun Rp16 Miliar

katasapa.com

Anang Hermansyah Cerita Kerasnya Hidup Setelah Cerai dengan KD

katasapa.com

Hari Ini Dalam Sejarah: 4 Juni 1940, Pertempuran Dunkrik Berakhir

katasapa.com

Penelusuran Sara Wijayanto di Alas Ketonggo Srigati Ngawi Sarat Nostalgia…

katasapa.com

Sudah Lima Hari Dibuka, Keraton Kasepuhan Cirebon Masih Sedikit Pengunjung

katasapa.com

Setiap Hari, Yayasan Wani Amal Cirebon Sediakan Nasi dan Pakaian Gratis

katasapa.com

Kunjungi Grage Mall, Wagub Jabar Minta Pengelola Mall Sediakan Sarung Tangan

katasapa.com

DPRD Kota Medan Renville Napitupulu: “Tertular Virus Memberi!”

katasapa.com

Olivier Giroud Ungkap Targetnya di Chelsea Usai Kembali Perpanjang Kontrak

katasapa.com

Barcelona Panas Lagi, Klub Ingin Potong Gaji Pemain untuk Kedua Kalinya

katasapa.com

Barcelona Ketar-ketir Lionel Messi Absen Latihan Rabu (3/6) Ini

katasapa.com

Begini Konsep Gaya Hidup Islami Hadapi New Normal ala DWP Sulsel

katasapa.com

Divonis Melanggar, Jokowi dan Menkominfo Wajib Minta Maaf Secara Terbuka tanpa Terkecuali, Begini Bunyinya

katasapa.com

Dor! Diduga Stres, Oknum Polres Tebingtinggi Bunuh Diri dengan Pistol Dinas

katasapa.com

Saul Niguez Umumkan ‘Klub Baru’, Fans Man United Kena Prank

katasapa.com

Duh! Pijat Plus-plus Gay Ditemukan di Perumahan Elit Tasbih, Barang Bukti Sex Toys dan Alat Kontrasepsi

katasapa.com

Polda Sumut Bongkar Salon Pijat Plus-plus Khusus Gay, Puluhan Kondom Berserakan

katasapa.com

Gerakkan Ekonomi Warga Seko, Pemda Lutra Rampungkan 22 KM Ruas Mabusa-Malimongan

katasapa.com

Pelatih Ganda Campuran Yakin Hafiz/Gloria Bisa Susul Praveen/Melati

katasapa.com

Komentar Rasis, Dihujat, Kehilangan Sponsor, Mantan Miss Universe Malaysia Minta Maaf

katasapa.com

Perpanjangan Ketiga PSBB, Pemkot Tangsel Tinjau Persiapan Mall dan Tempat Ibadah

katasapa.com

Pengembangan Kasus 35 Kg Sabu, Polisi Tembak Mati Bandar Asal Aceh di Medan

katasapa.com

Pulihkan Perekonomian Nasional, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 667,20 T

katasapa.com

Picu Kontroversi, Mantan Kabais Minta Perpres Terorisme Dibatalkan