Anak Danny Pomanto Bisa Diancam Pidana Kurungan Empat Tahun Penjara

kataSAPA.com

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Calon legislatif (caleg) yang terbukti melakukan penggelembungan suara rupanya bisa diancam pidana kurungan empat tahun penjara.

Selama keterlibatan caleg bersangkutan bisa dibuktikan. Hal itu diungkapkan oleh Praktisi Hukum Makassar, Sulaiman Syamsuddin SH menyusul pasca Bawaslu Makassar menemukan ada penggelembungan suara pada saat rekapitulasi penghitungan di tingkat KPU Kota Makassar.

Selama itu terbukti bahwa caleg bersangkutan memerintahkan kepada penyelenggara untuk melakukan penggelembungan suara, maka bisa diancam pidana kurungan empat tahun, kata pria kelahiran Kabupaten Wajo itu, Rabu, 15 Mei.

Ketua Bawaslu Makassar Nursari sebelumnya menemukan pergeseran suara saat proses koreksi atau membandingkan data rekapitulasi tingkat kelurahan DAA1 dengan data tingkat kecamatan DA1.

Saat naik ketingkat kecamatan, ada suara caleg yang bertambah maupun berkurang. Pergeseran diduga dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

Baca Juga:Bawaslu Makassar Temukan Penggelembungan Suara untuk Anak Danny Pomanto

Setelah kita kroscek dan sesuaikan plano DAA1 dan DA1 memang ada ketidaksesuaian, katanya.

Nursari melanjutkan, hasil suara yang tidak sesuai ditemukan di beberapa kecamatan di Makassar. Temuan untuk jenis pemilihan Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota.

Pada proses rekapitulasi, terlihat bahwa sejumlah caleg mengalami pergeseran suara. Salah satunya caleg Nasdem untuk DPR RI, Aura Aulia Imandara pada Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate. Dia merupakan anak mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto.

Pada wilayah tersebut, menurut Plano DAA1, Aura mendapatkan 69 suara. Namun di tingkat DA1 suaranya bertambah menjadi 479. Sedangkan untuk tingkat Makassar hingga kini rekapitulasi belum rampung.

Kembali Sulaiman menjelaskan, tim bawaslu dan kepolisian seharusnya lebih dahulu membuktikan apakah yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran secara administratif. Termasuk pihak penyelenggara pemilu maupun caleg tersebut.

Secara administratif itu harus dikembalikan ketika ada suara yang salah, entah sengaja atau tidak kesalahan administrasi tersebut, maka harus dikembakikan dan dikakukan pembenaran secara administratif, terang Sulaiman.

Namun demikian untuk pelanggaran pidananya lanjut Sulaiman, hal tersebut tetap harus berjalan sebab tidak menggugurkan pidana. Hal ini berlaku untuk penyelenggara yang terbukti menggelembungkan suara.

Dimaksud pidana di sini adalah tindakan menghilangkan suara, merubah berita acara, itu masuk tindak pidana bisa direkomendasikan yang bersangkutan tidak diberi kesempatan menjadi penyelenggara pemilu dalam Pilkada dan pemilu berikutnya, kata Sulaiman.

Tetapi bukan berarti untuk oknum caleg yang bersangkutan tidak bisa dijerat. Artinya kalau ini mau dikembangkan siapa oknum caleg yang memerintahkan ke penyelenggara maka bisa diancam pidana kurungan empat tahun penjara, selama itu bisa dibuktikan, tambahnya lagi.

Hal itu berdasarkan pasal 532 Undang-Undang 7 tahun 2017 tentang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tak bernilai atau peserta Pemilu mendapatkan tambahan atau pengurangan suara, maka ancaman pidana kurungan penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp48 juta. (taq)

sumber: fajar.co.id
katasapa.com

Resep Minuman Hangat dari 5 Rempah-rempah untuk Kesehatan

katasapa.com

Wujudkan Makassar Smart City, Iqbal Suhaeb Minta Update Program

katasapa.com

Tak Ada Ampun, Jokowi Perintahkan TNI dan Polri Sikat Semua Perusuh

katasapa.com

Pisang Hingga Alpukat Baik Jadi Menu Buka Puasa, Ini Manfaatnya

katasapa.com

Mudik Lebaran, 5 Tips Mengemas Pakaian Bisa Membantu

katasapa.com

Kapolri: Perusuh Bukan Bagian dari Peserta Aksi Damai

katasapa.com

Aksi 22 Mei di Depan Bawaslu Sumut, Pria Diduga Bawa Senpi Diamankan dari Kerumunan Massa

katasapa.com

Massa Datangi Kantor Bawaslu Sumut, Teriakan Takbir Menggema

katasapa.com

Aksi Rusuh Jelang 22 Mei, Gubernur Anies: Ada Enam Orang Meninggal

katasapa.com

Brigjen Dedi: Ini Bukan Pendemo Biasa, Didesain Sebaik Mungkin

katasapa.com

Tolak Kontrak Baru, De Gea Bakal Tinggalkan Manchester United?

katasapa.com

Ketua MPR Zulkifli Hasan Minta Aksi 22 Mei Dihentikan

katasapa.com

Pesan di Balik Kampanye The Best Whopper Ever Burger King

katasapa.com

Tak Sampai Rp100 Ribu, Pemudik Bisa Dapatkan Asuransi

katasapa.com

[Cek Fakta] Hoaks Wiranto Sebut Massa Aksi 22 Mei Jadi Bahan Berburu TNI-Polri

katasapa.com

Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Buta Episode Rabu 22 Mei 2019: Didi Anggap Aulia Calon Menantu yang Baik

katasapa.com

Belum Petik Kemenangan, Persebaya Evaluasi Menyeluruh

katasapa.com

Tas Kulit Ini Punya Desain Tak Biasa, Bikin Pembeli Terkejut

katasapa.com

Pelunasan Biaya Haji Kuota Tambahan Dimulai Hari Ini

katasapa.com

Piala Sudirman 2019: Hafiz / Gloria Tumbang, Indonesia Tertinggal 0-1 dari Denmark

katasapa.com

FOTO: Massa Aksi Sempat Kuasai Jalan Tol Dalam Kota

katasapa.com

Top 10 Berita Bola: Ingin Gabung Real Madrid, Bek Barcelona Sedih Dikucilkan Rekan

katasapa.com

Meski Syuting Melelahkan, Fikoh Tetap Puasa

katasapa.com

5 Tips Bangun Kepercayaan dalam Berbisnis Anda

katasapa.com

Pelabuhan Simboro Mamuju Mulai Ramai Pemudik

katasapa.com

FOTO: Gaya Panggung Isyana Sarasvati yang Fashionable Abis

katasapa.com

Kapan Bertemu Prabowo? Jokowi: Saya Sudah Inisiatif, Tapi Memang Belum

katasapa.com

Kapten Juventus Pilih Marcelo Lippi Sebagai Pengganti Allegri

katasapa.com

Pelatih Bali United Ungkap Kunci Kemenangan atas Bhayangkara FC

katasapa.com

Rayakan 2 Tahun Pernikahan, Sonny Septian Beri Kode Tambah Anak pada Fairuz A Rafiq