Indonesia Melesat Jadi Negara Paling Dermawan di Dunia

kataSAPA.com

Jakarta Untuk pertama kalinya, Indonesia melesat menempati posisi puncak Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2018. Pada tahun 2017, Indonesia berada di posisi kedua CAF World Giving Index dengan skor 59 persen.

Berdasarkan buku laporan CAF World Giving Index 2018, A Global View of Giving Trends, yang dipublikasikan pada Oktober 2018, skor Indonesia untuk membantu orang lain sebesar 46 persen, berdonasi materi 78 persen, dan melakukan kegiatan sukarelawan 53 persen.

"Laporan tahun 2018 sangat menggembirakan bahwa jutaan orang membantu orang lain dan menyumbangkan waktu mereka menjadi sukarelawan. Beberapa negara memang menunjukkan, penurunan tajam dalam tingkat pemberian donasi. Kita harus melihat dengan cermat untuk menganalisis alasan yang mungkin terjadi," tulis Direktur Eksekutif Charities Aid Foundation, John Low dalam kata pengantar pada laporan tersebut.

Pencapaian Indonesia di peringkat pertama menggeser posisi Myanmar. Pada CAF World Giving Index 2018, Myanmar turun ke peringkat 9, setelah sebelumnya memegang posisi teratas sejak tahun 2014. Skor Myanmar menurun sejak tahun 2017.

Donasi sumbangan uang turun dari 91 persen menjadi 88 persen, membantu orang lain turun dari 53 persen menjadi 40 persen serta melakukan kegiatan sukarelawan turun dengan jumlah terbesar dari 51 persen menjadi 34 persen.

Nilai membantu orang asing dan menjadi sukarelawan adalah yang terendah dicatat bagi Myanmar oleh CAF World Giving Index. Setelah krisis Rohingya mencapai puncak sepanjang 2017, sulit menyimpulkan, masalah negara telah berkontribusi pada masyarakat Myanmar kurang mau atau kurang mampu berdonasi dan membantu sesama.

Debut Negara

Ada juga negara-negara yang baru masuk menjadi peringkat 20 besar CAF World Giving Index 2018.

Posisi kedua dan ketiga dalam CAF World Giving Index 2018 diikuti Australia dan Selandia Baru. Amerika Serikat menduduki peringkat keempat. AS naik satu peringkat sejak tahun 2016.

Dua negara lain yang melakukan debut dan masuk 20 besar CAF World Giving Index 2018 adalah Singapura (peringkat ketujuh) dan Haiti (peringkat ke 14). Singapura yang masuk peringkat didorong oleh peningkatan sukarelawan dan membantu orang lain.

Ini mungkin hasil dari sejumlah upaya untuk meningkatkan sukarelawan selama beberapa tahun terakhir di Singapura.

Berikut ini skor indeks CAF World Giving Index 2018 yang masuk 10 besar:

1. Indonesia (skor keseluruhan 59 persen)

2. Australia (skor keseluruhan 59 persen)

3. Selandia baru (skor keseluruhan 58 persen)

4. Amerika Serikat (skor keseluruhan 58 persen)

5. Irlandia (skor keseluruhan 56 persen)

6. Inggris (skor keseluruhan 55 persen)

7. Singapura (skor keseluruhan 54 persen)

8. Kenya (skor keseluruhan 54 persen)

9. Myanmar (skor keseluruhan 54 persen)

10. Bahrain (skor keseluruhan 53 persen)

Tergeser dari Posisi 20 Besar

Tergeser dari posisi 20 besar. copyright Rawpixel

Adapun negara-negara yang tergeser dari peringkat 20 besar adalah Iran, yang turun dari posisi 17 ke 29. Zambia, yang tergelincir dari posisi ke-18 menjadi posisi ke-21; Jerman juga turun ke peringkat 22; dan Thailand, yang turun dari posisi ke-16 menjadi posisi ke-62.

Thailand menjadi peringkat dan skor terendah yang pernah tercatat. Hal ini kemungkinan besar disebabkan tindakan keras junta militer terhadap salah urus keuangan dan korupsi di kuil-kuil Budha.

Selain itu, persoalan undang-undang baru yang diperkenalkan pada awal 2017 yang membawa pembatasan jauh lebih ketat terhadap sumbangan kepada biksu.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

katasapa.com

Menikmati Manisnya Minuman Khas Goola Gibran Rakabuming

katasapa.com

PKB Yakin Jokowi Akan Bagi Jatah Menteri Secara Adil

katasapa.com

Polisi Tetapkan Komandan Kerusuhan 21-22 Mei sebagai DPO

katasapa.com

Minta Guru Berinovasi, Jokowi: Ruang Kelas Bukan Satu-Satunya Tempat Belajar

katasapa.com

Titik Terang Kasus Tewasnya Harun Rasyid Saat Kerusuhan 22 Mei

katasapa.com

Lakukan Hubungan Seks Kasar 48 Jam pada Istrinya, Pria Ini Terancam Penjara

katasapa.com

7 Sikap Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dari Rakornas di Pekanbaru

katasapa.com

Top 3 Berita Hari Ini: 2 Cara Menyeduh Teh Ini Harus Dihindari

katasapa.com

Cara Polri Ungkap Komandan Perusuh Aksi 21-22 Mei

katasapa.com

Jimly Asshiddiqie: Rekonsiliasi Probowo-Jokowi Tidak Perlu Dipaksakan

katasapa.com

Jokowi Minta Guru Ajarkan Toleransi ke Siswa Sejak Dini

katasapa.com

3 Ide Bercinta bagi Pasutri yang Liburan di Hotel

katasapa.com

Ingin Sembuhkan Nyeri Bahu, Kenali Penyebab dan Dokter Spesialis yang Menanganinya

katasapa.com

Diperkenalkan Sebagai Bagian Barcelona, Frenkie de Jong Sebut Mimpi yang Jadi Nyata

katasapa.com

4 Kasus Obesitas di Karawang, 2 Penderita Meninggal Dunia

katasapa.com

HEADLINE: Parpol Koalisi Jokowi Minta Jatah Menteri, Bagaimana Respons Istana?

katasapa.com

Jokdri Dituntut 2 Tahun 6 Bulan, Klaim Bukan Terkait Match Fixing

katasapa.com

Deretan Nama Besar Capim KPK, Irjen Antam Hingga Natalius Pigai

katasapa.com

Marc Marquez Ingin Segera Perlebar Jarak Menjadi 50 Poin

katasapa.com

AVI Dukung Pemberantasan Narkoba di Rokok Elektrik

katasapa.com

Ngotot Jadi Ketua MPR, Cak Imin Ingin Dua Partai Ini Jadi Oposisi

katasapa.com

Tukang Bubur Tega Bunuh Bocah Perempuan Karena Idap Kelainan Seksual

katasapa.com

Jokowi Didesak Berikan Amnesti untuk Baiq Nuril

katasapa.com

Untuk Yang Belum Cetak E-KTP, Bisa Pakai Virtual Certificate

katasapa.com

Pembuat Motor Itu Bukan Pekerja Bengkel, melainkan Seniman

katasapa.com

Cak Imin: Partai Koalisi Tutup Pintu Beri Jatah Ketua MPR ke Oposisi

katasapa.com

Pameran Waralaba IFRA Targetkan Transaksi Rp 1 Triliun

katasapa.com

Peneliti LIPI Khawatirkan Skenario Pansel Capim KPK Jilid V

katasapa.com

Ketua Dewan Setuju Tarif PBB Usulan Endung

katasapa.com

Garuda Indonesia Pastikan Persiapan Penerbangan Jamaah Haji Telah Siap