Cewek Muslim Keluar Masuk Gereja, Baca Injil dan Nonton Misa, Endingnya di Luar Dugaan

kataSAPA.com
Desy Kartika Sari

JAKARTA Lulusan Universitas Indonesia (UI), Desy Kartika Sari membagikan pengalamannya saat menggarap skripsi berjudul Gambaran Resiliensi pada Imam Katholik Dewasa Muda Dalam Menjalani Hidup Selibat.

Cewek muslim yang mengambil jurusan Psikologi ini mengaku harus keluar masuk gereja untuk mengumpulkan bahan skripsi.

Desy juga harus membaca injil dan mendalami agama Kristen agar tidak keliru dalam menyusun skripsi.

Gue keluar masuk gereja, baca injil & kitab hukum kanonik, nonton misa, ke perpus katolik, ngumpulin jurnal, & tentunya: menghubungi para Pastor yg akan jadi responden gue, kata pemilik akun Twitter @dekaridisini tersebut.

Tak sedikit orang yang khawatir Desy bakal pindah agama setelah mendalami agama Kristen. Namun, endingnya di luar dugaan. Desy justru semakin memahami agamanya setelah mempelajari agama lain.

Desy membutuhkan waktu selama tiga semester untuk menysun skripsi. Namun usahanya tidak sia-sia. Ia berhasil menyelesaikan studinya pada 2010 lalu.

Berikut ini thread Desy Kartika Sari soal kehidupan Selibat Pastor yang diposting melalui akun @dekaridisini pada 8 Juni 2019 lalu:

Bahasa Cinta

Dulu pas gue tahu Imam Katolik (Pastor) harus hidup selibat & sengaja menghilangkan semua kenikmatan duniawi dari hidupnya, gue pikir itu ga masuk akal. Terus gue jadiin skripsi.

Gue muslim, btw. Dulu kuliah jurusan Psikologi.

Sebagai muslim & non Katolik, dulu gue pikir selibat Pastor itu menyalahi kodrat sebagai manusia & pria. Gue tulis di bab 1 semua hal yg mendukung pendapat itu.

Pas maju ke pembimbing, gue yakin 100% dia bakal dukung ide gue. Muslim juga soalnya.

Dan apa reaksi pembimbing gue?

De, ga bisa gini. Buang dulu kacamata muslim kamu, & lihat gimana sucinya sosok pastor di mata umat Katolik. Apa keutamaan pilihan ini. REVISI! > kata PS gue.

Dan perjalanan bikin Bab 1 yg approvalnya makan waktu 3 semester dimulai *makanya telat lulus*

Gue keluar masuk gereja, baca injil & kitab hukum kanonik, nonton misa, ke perpus katolik, ngumpulin jurnal, & tentunya: menghubungi para Pastor yg akan jadi responden gue.

Walau gitu, hipotesis gue soal selibat menyalahi kodrat belum hilang.

Sampai akhirnya gue mulai wawancara.

Awalnya, pertanyaan gue seputar cobaan duniawi terberat. Gue yakin 100% jawaban mereka pasti terkait hasrat seksual. Kan mereka laki-laki.

Bukan.
Ternyata buat mereka, cobaan terbesar hidup selibat adalah: Kesepian.

Sejak itu, pandangan gue berubah.

Kesepian adalah bahasa yang universal. Mungkin itu kenapa gue mulai bisa memahami mereka.

Responden gue dua & tema jawabannya sama. Gue temui mereka beberapa bulan, terpisah & jawabannya konsisten.

Mereka manusia biasa juga.

Bedanya mereka ngerti cara menerima sepi, gue tidak.

Saat menjadi Pastor, mereka jd milik gereja. Artinya, keluar dari keluarga. Ga boleh memiliki hubungan khusus dengan satu/beberapa manusia saja. Mereka sudah jd milik umat.

Kalo sedih, ga bisa curhat. Kalo sakit, berobat sendiri. Umat bisa bantu, tp mereka ga boleh minta.

Kenapa gitu? Utk Selibat ada 3 Kaul yang harus diucapkan:

Kaul Kemiskinan: melepas semua harta & segala hak milik
Kaul Kemurnian: tidak menikah & lepas dari segala hawa nafsu
Kaul Ketaatan: menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak gereja

Kalo gue salah tolong koreksi ya.

Jika menemui kesulitan & derita, mereka sendirian. Pasrah sepenuhnya.

Tau kan gimana rasanya memendam penderitaan? Ga bisa minta perhatian orang? Berat.

Dalam kesendirian, iman mereka diuji.
Menghadapi hilangnya hal2 yang pernah ada di hidupnya.

Meski berat, kuncinya sederhana: Komitmen.

Mereka tahu, cobaan yang ada perlu hadir, menjadi penguatan untuk memimpin umat. Menjadi adil. Ini adalah tanggung jawab menjadi Imam.

Wujud cinta.

Itulah kenapa pastor sering disebut Menikahi Gereja
Mirip kan dengan komitmen nikah?

Agar bertahan, mereka berkomitmen untuk menerima deritanya. Toleran pada prosesnya sebagai penguatan. Siap berkorban.

Disini gue mulai menyadari bahasa cinta di agama Katolik. Yang akhirnya, bikin gue sadar bahwa bahasa cinta ada di setiap agama, termasuk Islam juga.

*Lucu kan. Buat ngerti agama sendiri, harus lewat belajar agama lain dulu*

Komitmen, Toleransi & Pengorbanan adalah bahasa tertinggi cinta manusia.

Prosesnya pasti rumit. Banyak kehilangan. Tapi itu akan membuat kita kuat sebagai manusia.

Ini pelajaran berharga yang gue dapat dari mereka.

*walau tetep masih sering gagal prakteknya sih hehehe*

Singkat cerita, skripsi gue akhirnya disetujui dan gue lulus.

Tapi yang lebih gue syukuri, gue lulus dengan bonus pandangan yang baru.

Pandangan soal manusia lain, jadi beda.
Pandangan soal agama, jadi beda.
Pandangan soal perbedaan, jadi beda.
Soal cinta & komitmen, juga.

(one/pojoksatu)

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

Sidang MK, Hakim Minta Pemohon Perbaiki Berkas yang Tak Disusun Sesuai Aturan

katasapa.com

Pemerintah Dua Negara Ini Masih Mengatur Harga Tiket Pesawat

katasapa.com

Kuasa Hukum Prabowo Tarik Alat Bukti yang Belum Disusun Sesuai Aturan

katasapa.com

Berkah Dengkuran Bikin Dicky Tatipikalawan Bermain dalam Film Rumah Merah Putih

katasapa.com

Menakar Pengaruh Uji Coba Timnas Indonesia U-22 Melawan Klub Elite

katasapa.com

Cara Membuat Cuka Apel dan Manfaatnya untuk Kecantikan Wajah

katasapa.com

Jadwal MotoGP Belanda: Kesempatan Rossi Kembali Naik Podium

katasapa.com

FOTO: Serba Biru, Kate Middleton Tampil Cantik di Royal Ascot

katasapa.com

Kementerian PUPR Perbaiki Jembatan Way Mesuji yang Ambrol karena Kelebihan Beban

katasapa.com

Hattrick Finis Podium, Petrucci Tidak Sabar Lakoni MotoGP Assen

katasapa.com

5 Pesona Kesha Ratuliu, Aktris yang Sering Dikira Anak Mona Ratuliu

katasapa.com

Bidik Bisnis Remitansi, Bank BRI Sukses Bukukan Transaksi Rp 218 Triliun

katasapa.com

Terisolasi Usai Banjir Konawe Utara, Harga Gas Melon Tembus Rp100 Ribu

katasapa.com

Segera Dinikahi Richard Kyle, Jessica Iskandar Izin Mantan Suami?

katasapa.com

Copa America 2019: Brasil Gagal Kalahkan Venezuela

katasapa.com

Animator Indonesia Ungkap Kuwait Kerap Dilanda Suhu Panas Ekstrem

katasapa.com

Manfaatkan Perang Dagang, Indonesia Dorong Ekspor Teh ke AS

katasapa.com

Merasa Haus Terus-terusan? Bisa Jadi 5 Hal Ini Penyebabnya

katasapa.com

Inspirasi Gaya Cantik Para Calon Ibu, dari Shandy Aulia hingga Lindswell Kwok

katasapa.com

Masih Dilarang Terbang, 200 Pesawat Boeing 737 MAX Sudah Kembali Dijual

katasapa.com

Edisi Terbatas, Yamaha MX King Ultraman Hanya Ada 100 Unit

katasapa.com

Top 3 Tekno: Video Perbandingan Samsung Galaxy A10 dan Galaxy A20 Paling Hits

katasapa.com

Panglima TNI Gelar Silaturahmi, Sejumlah Purnawirawan Hadir

katasapa.com

Becamex Vs PSM Makassar: Sengitnya Duel Antarlini

katasapa.com

Sidang MK, Saksi Pihak Prabowo Mengaku Dapat Ancaman Pembunuhan soal DPT

katasapa.com

Banyak Peluang, Kiper Persib Kecewa Tidak Jadi Gol

katasapa.com

PLN Siapkan Fasilitas Fast Charging untuk Kendaraan Listrik

katasapa.com

Hakim Tanya Soal Ancaman, Saksi Prabowo-Sandi Sebut Tidak Ada

katasapa.com

Tertarik dengan Musik Dangdut, Alasan Bebi Romeo jadi Juri  D'Star Indosiar 2019

katasapa.com

Hasil Bolivia vs Peru 1-3, Modal Bagus Lawan Brasil