Terbukti, Masyarakat Puas dengan Pemilu 2019, Jujur dan Adil

kataSAPA.com

JAKARTA Hasil survei yang drilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, sebagaian besar masyarakat mengaku cukup puas dengan jalannya demokrasi di Indonesia.

Demikian disampaikan dalam rilis hasil survei bertajuk Kondisi Demokrasi dan Ekonomi Politik Nasional Pasca-Kerusuhan 21-22 Mei di kantornya di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Hasilnya, sebanyak 59 persen masyarakat mengaku cukup puas dengan jalannya demokrasi.

Tujuh persen merasa sangat puas, 26 persen kurang puas dan empat 4 persen sama sekali tidak puas, kata Direktur Program SMRC, Sirojuddin Abbas.

Sekitar 43 persen responden menyatakan takut berbicara politik pasca kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Tak hanya pasca peristiwa 21-22 Mei, Abbas juga menyebutkan bahwa demokrasi juga terjadi pada Pemilu 2019.

Dari temuannya, masyarakat Indonesia menganggap Pemilu yang baru saja berlalu berlangsung dengan jujur dan adil.

69 persen masyarakat beranggapan Pemilu 2019 sudah jurdil, angka ini sedikit lebih rendah dari Pemilu 2014, yaitu 70,7 persen, jelasnya.

Hasil survei juga menunjukkan, sekitar 43 persen responden menyatakan takut berbicara politik pasca kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan dengan periode awal Joko Widodo (Jokowi) memimpin pada 2014 lalu yang hanya sebesar 17 persen.

Saat ini ada peningkatan, itu menyebabkan publik takut untuk berbicara politik, lanjut Abbas.

Tren tersebut juga lebih jauh meningkat daripada periode kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009 lalu.

Abbas mengatakan, pada era SBY hanya sebesar 16 persen masyarakat yang takut berbicara politik.

Ini perlu kita catat bahwa saat ini ada tren kenaikan perasaan takut di masyarakat untuk berbicara politik. Ada penurunan kualitas, katanya.

Kendati demikian, Ia mengatakan saat ini ada pula masyarakat Indonesia yang masih mau berbicara politik.

Dalam temuannya, sebesar 35 persen masyarakat Indonesia masih sering bicara politik.

Sedangkan, yang mengaku jarang bicara politik sebesar 25 persen, tidak pernah bicara politik sebesar 26 persen, selalu bicara politik 8 persen, dan tidak menjawab tujuh persen.

Sebagian besar jarang bicara politik, pungkasnya.

Di sisi lain, hasil survei juga menunjukkan bahwa sekitar 59 dari 1220 responden mengaku cukup puas dengan jalannya demokrasi selama ini dan tujuh persen yang mengaku sangat puas.

Di sisi lain, ada sekitar 26 persen responden yang menyatakan kurang puas, 4 persen mengaku tidak puas sama sekali dan 4 persen sisanya tidak menjawab.

Untuk diketahui, survei SMRC ini digelar dengan responden warga yang berusia 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah dalam rentang waktu 20 Mei-1 Juni 2019.

Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1220 responden dengan 107 atau 88 persen diantaranya dapat diwawancarai secara valid.

Sedangkan margin of error kurang lebih 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(jpg/ruh/pojoksatu)

sumber: pojoksatu.id
katasapa.com

AVI Dukung Pemberantasan Narkoba di Rokok Elektrik

katasapa.com

Ngotot Jadi Ketua MPR, Cak Imin Ingin Dua Partai Ini Jadi Oposisi

katasapa.com

Tukang Bubur Tega Bunuh Bocah Perempuan Karena Idap Kelainan Seksual

katasapa.com

Jokowi Didesak Berikan Amnesti untuk Baiq Nuril

katasapa.com

Untuk Yang Belum Cetak E-KTP, Bisa Pakai Virtual Certificate

katasapa.com

Pembuat Motor Itu Bukan Pekerja Bengkel, melainkan Seniman

katasapa.com

Cak Imin: Partai Koalisi Tutup Pintu Beri Jatah Ketua MPR ke Oposisi

katasapa.com

Pameran Waralaba IFRA Targetkan Transaksi Rp 1 Triliun

katasapa.com

Peneliti LIPI Khawatirkan Skenario Pansel Capim KPK Jilid V

katasapa.com

Ketua Dewan Setuju Tarif PBB Usulan Endung

katasapa.com

Garuda Indonesia Pastikan Persiapan Penerbangan Jamaah Haji Telah Siap

katasapa.com

Soal Jatah Menteri, OSO Minta Maksimal

katasapa.com

Remang-Remang Rawan Kejahatan, Revitalisasi 80 PJU Margomulyo

katasapa.com

Tunggu Pengajuan Amnesti, Presiden Jokowi Janji Bantu Baiq Nuril

katasapa.com

Wacana Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah Mencuat, PKS Berang

katasapa.com

Buah Perubahan Taktik Djanur, Menyesuaikan dengan Jeleknya Bek Persib

katasapa.com

Jelang Kabinet Baru, Wapres JK Singgung Perubahan Kurikulum

katasapa.com

Perkuat Kemitraan, DPD RI Terima Delegasi DPRD Tanah Datar

katasapa.com

Ditjen Hortikultura Percepat Perbaikan Layanan PPID

katasapa.com

Syarif Abdullah Kecam Pengusul Pendidikan Agama Tidak Diajarkan di Sekolah

katasapa.com

BREAKING NEWS: Wabup Jeneponto Diperiksa Tipikor Polda

katasapa.com

Kemenkumham Kawal Dua Ranperda Mamuju

katasapa.com

Kemendagri Lakukan Audit Tiga OPD Terkait Pengelolaan Anggaran 2017 dan 2018

katasapa.com

Puncak Acara Hari Anak Nasional Bakal Digelar di Makassar

katasapa.com

Taslim: Makassar Siap Tuan Rumah Rakor Garbi KTI

katasapa.com

SMA Negeri 11 Wajo Terpilih Jadi Peserta Festival Kampung Berseri Astra

katasapa.com

Azizah Ajak Emak-emak Tangsel Jadikan Halal Gaya Hidup

katasapa.com

DPRD Jateng Matangkan Raperda Provinsi Cerdas

katasapa.com

Yuk Kunjungi SAE 2019 di Temanggung, Ada Traktor Remote hingga Salmon Jawa

katasapa.com

Curtiss Kembangkan Motor Listrik dengan Konsep Baterai V8