Menyoal Keberadaan Udung di Dunia Nyata dan Ribut Diksi Siluman

kataSAPA.com

Saksi ahli dari Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Agus Muhammad Maksum mengungkapkan adanya salah satu daftar pemilih tetap (DPT) invalid. Itu dipaparkanya di diepan mejelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Agus, DPT invalid tersebut atas nama Udung warga Pangalengan, Jawa Barat. Alasannya e-KTP yang dimiliki Udung berbeda dengan data sesuai dengan data kode wilayah kartu tanda penduduk Indonesia.

Seperti kode dua digit awal provinsi harusnya adalah 1-1. Namun e-KTP dimiliki udung berbeda sendiri, dengan kode dua digut awal adalah 1-0.

Ini Udung ada di Bandung dengan kode KTP beda, ini kami baca di DPTHB 2, ujar Maksum di Gedung MK, Jakarta, Rabu (15/6).

Menurut Maksum, Udung tidak bisa ditemukan apabila pemerintah melakukan pengecekan nomor induk kependudukan. Karena data dua digit awal berbeda sendiri.

Dia mencontohkan misalnya di Aceh kode dua digit awal adalah 1-1, kemudian di provinsu Bengkulu adalh 1-7. Sehingga tidak ada nik dua digit awal 1-0.

Di dunia nyata kami yakin pasti enggak ditemukan, karena enggak ada provinsi dua digit awal 1-0. Itu dari mana, katanya.

Maksum mengatakan, dirinya memang tidak melakukan pengecekan di lapangan mengenai nama Udung tersebut. Namun hanya melakukan pengecekan di Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Maka kami yakini bahwa Pak Udung enggak miliki KTP, ungkapnya.

Namun demikian, majelis hakim MK, I Gede Palguna mempermasalahkan keterangan Maksum yang menyebut Udung tidak bisa ditemukan di dunia nyata. Padalah tim dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tidak melakukan pengecekan ke lapangan.

Jadi saudara ini tidak tahu apakah Udung tidak melakukan pencoblosan di TPS, kata Palguna.

Sementara itu, Hakim MK Suhartoyo menegur Agus Muhammad Maksum karena dalam memberikan keterangannnya saat menyoal data Daftar Pemilih Tetap (DPT) menggunakan diksi kata manipulatif dan siluman.

Karena itu, menurut Suhartoyo, sama saja menyimpulkan. Bukan penyampaian fakta-fakta. Jangan menyimpulkan manipulasi atau siluman, pakai diksi yang lebih netral tidak kemudian nuansanya pendapat Anda itu, ujar Hakim MK Suhartoyo di Gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6).

Suhartoyo menambahkan, tidak elok menggunakan diksi manipulatif dan siluman. Walaupun data itu tidak benar. Sehingga Suhartoyo menyarankan supaya Maksum gunakan diksi yang lebih bagus.

Anda jangan menggunakan diksi manipulatif atau siluman, ada data yang tidak sesuai antara data sebenarnya dengan data pembandingnya, katanya.

Menanggapi hal tersebut, Maksum pun tidak menggunakan diksi manipulatif dan siluman mengenai adanya permasalah DPT yang dianggap Prabowo-Sandi ini bermasalah.

Iya majelis hakim, kata Maksum seraya menganggukan kepala.

Sementara, Tim Hukum Jokowi-Maruf Amin, Taufik Basari juga mempermasalahkan kepada Maksum dengan menggunakan diksi tersebut. Sehingga mempetanyakan apakah pernah menemukan orang pembuat KTP palsu.

Karena ini selalu menggunakan kata-kata manipulalif dan siluman, makanya kami menanyakan lagi, ujar Taufik Basari.

Adanya teguran itu, Maksum tidak lagi menggunakan kalimat manipulasi dan siluman dalam DPT tersebut. Dia menggantinya dengan menggunakan diksi invalid DPT.

Jadi ini sudah clear sudah diganti menggunakan ivalid satu, ivalid dua, invalid tiga, pungkas Maksum.

Diketahui, sidang pada hari di MK adalah meminta keterangan saksi fakta dan ahli yang diajukan oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi. Saksi fakta yang diajukan Tim Hukum Prabowo-Sandi sebanyak 15 orang. Kemudian saksi ahli ada dua orang.

katasapa.com

AVI Dukung Pemberantasan Narkoba di Rokok Elektrik

katasapa.com

Ngotot Jadi Ketua MPR, Cak Imin Ingin Dua Partai Ini Jadi Oposisi

katasapa.com

Tukang Bubur Tega Bunuh Bocah Perempuan Karena Idap Kelainan Seksual

katasapa.com

Jokowi Didesak Berikan Amnesti untuk Baiq Nuril

katasapa.com

Untuk Yang Belum Cetak E-KTP, Bisa Pakai Virtual Certificate

katasapa.com

Pembuat Motor Itu Bukan Pekerja Bengkel, melainkan Seniman

katasapa.com

Cak Imin: Partai Koalisi Tutup Pintu Beri Jatah Ketua MPR ke Oposisi

katasapa.com

Pameran Waralaba IFRA Targetkan Transaksi Rp 1 Triliun

katasapa.com

Peneliti LIPI Khawatirkan Skenario Pansel Capim KPK Jilid V

katasapa.com

Ketua Dewan Setuju Tarif PBB Usulan Endung

katasapa.com

Garuda Indonesia Pastikan Persiapan Penerbangan Jamaah Haji Telah Siap

katasapa.com

Soal Jatah Menteri, OSO Minta Maksimal

katasapa.com

Remang-Remang Rawan Kejahatan, Revitalisasi 80 PJU Margomulyo

katasapa.com

Tunggu Pengajuan Amnesti, Presiden Jokowi Janji Bantu Baiq Nuril

katasapa.com

Wacana Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah Mencuat, PKS Berang

katasapa.com

Buah Perubahan Taktik Djanur, Menyesuaikan dengan Jeleknya Bek Persib

katasapa.com

Jelang Kabinet Baru, Wapres JK Singgung Perubahan Kurikulum

katasapa.com

Perkuat Kemitraan, DPD RI Terima Delegasi DPRD Tanah Datar

katasapa.com

Ditjen Hortikultura Percepat Perbaikan Layanan PPID

katasapa.com

Syarif Abdullah Kecam Pengusul Pendidikan Agama Tidak Diajarkan di Sekolah

katasapa.com

BREAKING NEWS: Wabup Jeneponto Diperiksa Tipikor Polda

katasapa.com

Kemenkumham Kawal Dua Ranperda Mamuju

katasapa.com

Kemendagri Lakukan Audit Tiga OPD Terkait Pengelolaan Anggaran 2017 dan 2018

katasapa.com

Puncak Acara Hari Anak Nasional Bakal Digelar di Makassar

katasapa.com

Taslim: Makassar Siap Tuan Rumah Rakor Garbi KTI

katasapa.com

SMA Negeri 11 Wajo Terpilih Jadi Peserta Festival Kampung Berseri Astra

katasapa.com

Azizah Ajak Emak-emak Tangsel Jadikan Halal Gaya Hidup

katasapa.com

DPRD Jateng Matangkan Raperda Provinsi Cerdas

katasapa.com

Yuk Kunjungi SAE 2019 di Temanggung, Ada Traktor Remote hingga Salmon Jawa

katasapa.com

Curtiss Kembangkan Motor Listrik dengan Konsep Baterai V8